pre storm pink sky
I'd rather be in outer space 🛸
Lint Roller? I Barely Know Her
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Love Begins
Monterey Bay Aquarium
Stranger Things
Keni

tannertan36
taylor price
noise dept.
KIROKAZE

pixel skylines

⁂
𓃗
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Cosimo Galluzzi
will byers stan first human second

if i look back, i am lost
todays bird
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
seen from United Kingdom

seen from Israel
seen from Israel
seen from South Africa

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United States
@gereqtua
pre storm pink sky
Tahajjud and Istighfar, work like a miracle.
Meski ragamu akan memucat sebab puasa.
Namun, jiwamu kan melembut bagai sutra.
Doa-doa di bulan ini mustajab, pintu-pintu langit terbuka.
( Jalaluddin Rumi )
“Marhaban Yaa Ramadhan...”
The Ten Promised Jannah ١. Abu Bakr رضي الله عنه ٢. ‘Umar Ibn al-Khattab رضي الله عنه ٣. ‘Ali Ibn Abi Talib رضي الله عنه ٤. ‘Uthman Ibn ‘Affan رضي الله عنه ٥. Talha رضي الله عنه ٦. Az-Zubayr رضي الله عنه ٧. ‘Abdur Rahman ibn ‘Awf رضي الله عنه ٨. Sa’d Ibn Abi Waqqas رضي الله عنه ٩. Sa’id Ibn Zayd رضي الله عنه ١٠. Abu ‘Ubaydah Ibn al-Jarrah رضي الله عنه
{ جامع الترمذي ٣٧٤٧ }
4 promises from Allah:
“So remember me, I will remember you.” (2:152)
“If you are grateful, I will surely increase you.” (14:7)
“Call upon me and I will respond to you.” (40:60)
“Allah will not punish them while they seek forgiveness.” (8:33)
umaymen:
“There is no deity except You; exalted are You. Indeed, I have been of the wrongdoers.” Quran (21,87) الأنبياء - الآية 87
It's my 12 year anniversary on Tumblr 🥳
Sekejap sahaja masa berlalu. Sekrang dah 2025.
J e d a
@sindilestariputrisworld Tak apa, jeda lah bahagia yang sebentar itu di hari ini untuk kebahagiaan yang lebih lama di masa depan, Insyaa Allah. Sebagai obat, gantilah dengan doa-doa agar di antara segala jeda dapat membuat hidup kita menjadi lebih bermakna, atas seizin-Nya.
@disahaura Kita seperti saktah pada hukum kita suci. Berhenti sejenak tanpa memutuskan hubungan Berhenti sejenak tanpa mencari pengganti. Tapi benarkah kita saktah? Atau kau hanya berdalih yang sebenarnya sudah kau selesaikan sebelah pihak?
@tulisanmimi Kamu tahu apa yang paling menyakitkan dari hubungan ini? Aku dengan segala harapku. Kamu dengan segala harap dan duniamu. Kita mulai menjauh dari titik temu, jeda yang lama tanpa bicara satu sama lain. Lantas bagaimana kelanjutannya tuan? Mari kita akhiri jeda ini segera!
@ceritajihan Tidak apa yah kita jedah sebentar?, rasanya cukup melelahkan bila terus-menerus berlari tak berkesudahan, tarik nafas sejenak sembari melihat sekeliling. Ah ya, seharusnya perjalanan paling panjang ini di nikmati tampa harus di buru-burui.
@coklatjingga Teruntuk kita yang digempur standar bahagia ciptaan manusia, tak ada salahnya mengambil jeda untuk kembali mencerna. Benarkah bahagia hanya disebut dalam satu nama dan rupa?
@penaalmujahidah Kita perlu jeda untuk memahami banyak makna atas peristiwa yang menyapa.
Hujan Harapan
Doa-doa melangit di sepanjang waktu, dari pagi ke petang manusia mencoba intim menyebut nama tuhan, di sujud paling ikhlas segala harap menjadi lirih, menghujani sajadah menumbuh kan ketenagaan sukma, barangkali hujan di luar rumah adalah Aamiin dari tuhan maha baik.
Tuan, hujan kembali turun sore ini dengan damai dan bau tanah menyeruak ke dalam oflaktori. Curangnya, membangkitkan virus kenangan yang hampir mati suri. Sedang tembok pertahanan ku dengan mudahnya meluruh ke Bumi.
Nubar 24 | Masa Kecil
@hujankopisenja
Aku rindu kala itu, saat masih menjadi pemaaf yang paling ulung. Tidak ada isi kepala yang rumit, kecuali hanya tentang rasa kesal karena waktu bermain telah habis. Nyatanya, menjadi dewasa memang tak seindah dulu
@coklatjingga
Dalam pelukan ibu aku mengadu manja, menangis terisak dan meminta sebuah benda, itu di masa kecilku.
Dalam pelukan ibu, aku menipu rasa, berkata baik-baik saja, menutupi tangis dengan tawa, agar ibu tak ikut terluka, itu di masa kiniku.
@tuanpoetry
Waktu kecil ayah sering memarahiku karena tak pandai membaca. Waktu kecil ibu sering memarahiku karena tak pandai menulis. Kini aku sudah bisa membaca dan menulis. Aku membaca diri di cermin dan menulis luka yang ayah dan ibu berikan semasa kecil.
@el-haneen
Dengan sifatku yang acap kali menutup diri dan tidak suka diganggu, aku tidak perduli dengan tanggapan mereka terhadapku. Kata orang tuaku, aku harus belajar, dan Aku berpikir bahwa untuk menanggapi hal tadi sama saja dengan membuang-buang waktu.
Dulu, yang aku tahu semua orang itu sifatnya protagonis. Namun sekarang, sepertinya Aku lah si antagonis yang pertama kukenali.
@penaalmujahidah
Semakin dewasa semakin rumit terasa. Rasanya banyak hal yang menjadi pertimbangan ketika harus mengungkapkan rasa. Tak bisa seperti waktu kecil dulu yang dengan mudahnya kita tertawa lepas saat bahagia dan menangis dengan bebas tanpa mengkhawatirkan apa-apa.
@nonaabuabu
Jika mesin waktu ada, aku ingin kembali ke usia delapan, saat ayah dan ibu masih saling cinta.
@hujanrinduu
Aku rindu saat dimana aku pura-pura tertidur dan Ayah dengan sigapnya membopongku ke tempat tidur. Aku rindu saat dimana aku ingin makan ini itu dan Ibu dengan cekatannya membuatnya untukku.
@midnight-thought-and-daydreaming
Masa-masa dimana seluruh indera tajam merekam semua kenangan. Curangnya saat memori memutar itu semua hingga terasa sesak di dada.
@amalia-nurul
Aku merasa bebas. Kerikil kehidupan tak membuatku lemah. Segala tantangan kulakukan penuh semangat. Kesulitan dihadapi tanpa ragu. Semua seakan menjadi masa indahku. Masa yang selalu kurindukan. Diriku di masa itu, hai?
@radhiyatara
Yang kurindukan hanya dulu, di mana aku belum mengerti apapun tentang dunia ini. Masa di saat semuanya terasa begitu seru, tanpa beban dan kekhawatiran.
Seringnya, masa kecil membuatku iri. Sebab mengenangnya, menjadikanku hanya ingin kembali ke masa-masa dulu; dunia yang penuh kepolosan.
@Scriptuciaaa
Hei! Kamu pernah melewati hari dimana kamu ga begitu peduli apa yang akan mendatangimu atau apa yang akan melewatimu. Kamu hanya fokus pada bagaimana kamu jalani hari demi harinya dengan begitu 'hangat', tidakkah kamu ingin kembali menjadikan 'rumahmu' yang sekarang seperti 'rumahmu' yang dulu? Meskipun lingkupnya sempit tapi hangatnya menjalar sampai keseluruh sisi, itukan yang membuatmu senyum ketika mengingatnya?
@kisah-desember
Sedari kecil dirutinkan untuk selalu bangun dini hari karna mendampingi ibu dan melambaikan tangan serta memberikan harapan titipan saat turut menghantarkan ayah pergi mencari nafkah. Ah, mengingat itu semakin menggebu rindu di kalbu.
@desyumi
Memang benar hal yang pernah aku mimpikan semasa kecil ialah cepat-cepat menjadi dewasa. Dimana aku tak perlu repot memikirkan hal rumit. Tertawa lepas sana sini. Lucunya baru ini aku menyadari bahwa menjadi dewasa itu terkadang tak seindah waktu kecil.
@alvianalisti
Kenangan manis pada masa kecil tak dapat kulupakan, dimana belum banyak kehilangan serta kekecewaan. Perihal hidup, beban yang ada di kepala hanya sebatas pr matematika. Tidak seperti dewasa, yang perlu jatuh, bangun menghadapi kerasnya dunia.
@memorelies
Tak ada yang bisa ku ceritakan. Tak ada juga yang ingin aku kenang, meski mengendap dalam ingatan namun rasanya telah hilang.
@ermaerica
Masa kecil kita sama. Lugu dan seenaknya.
Mungkin bedanya, hanya ada satu sayap yang membawaku mengangkasa.
@sitijubaedahputrimanguntur
Saat kita masih berseragam merah putih kamu berjanji akan selalu ada di sampingku sampai kapan pun ternyata, setelah kamu dewasa kamu melupakan segalanya; melupakan kenangan manis kita dulu.
@rsnbee
Kala itu, aku berimajinasi seluas angkasa, merangkai setiap bait mimpi, menjelma menjadi pahlawan terhebat di muka bumi. Mengharapkan setiap angan tertuju pada sasaran. Indahnya kala itu, tanpa terpikir panjang terasa angan sampai pada tujuan. Detik ini aku tersadar, bahwa mimpiku tak seindah itu, rasaku tak mampu sampai dan harapku pupus setengah jalan.
Waktu itu, aku ingin kembali.
@nadilahzahra
Ketika kita tidak mengenal rasa ragu dan apapun yang diinginkan terasa akan terwujud.
@ameliaqurota
Rindu,
ketika aku berada di pangkuan ayah ibu,
Aku dimanjakannya, kasih sayang mereka ia taburkan untukku.
Aku nakal, mereka tetap sabar dan menasehatiku.
Merawat diriku, hingga bertumbuh,
Menjagaku tanpa kenal lelah,
Memelukku dengan kehangatan.
Aku rindu kebersamaan itu, andai saja momen itu bisa hadir kembali.
Tapi itu hanya sebuah angan, karna semesta lebih mencintai ayahku, aku pun harus mengikhlaskan kepergiannya.
@rosehimawari
Masa kecil. aku memutar netra lalu tenggelam dalam kubangan asa. Mereka menceritakan indahnya, dan aku ragu untuk menulis apa? Apa yang mesti kutulis, sedangkan masa kecil-ku abu tak memiliki warna untuk kulukis, tidak memiliki tawa untuk kuceritakan betapa indahnya. Aku manusia kecil yang sering menunduk pasrah di sudut itu, menutup mata karena takut tapi mencari celah untuk melihat karena penasaran. Serumit itu, aku kecil sering bertanya tentang apa, bagaimana dan mengapa? tapi tak seorang-pun berkenan tuk hadir apalagi selalu ada, menyediakan bahunya untuk aku bersandar dan bercerita. Aku kecil begitu kesepian, ruang kosong di hatiku masih hampa.
Nubar 26 | Perpisahan
@yhharahap Setelah kita selesai, aku menemukan diriku sendiri.
@hujanrinduu Aku benci perpisahan —sebab tak ada kamu yang menghapus air mataku.
@kanal-imaji Kisah yang usai, tak perlu lagi dimulai.
@lenidputri Ada yang sedang menunggu berpisah untuk bertemu. Meninggalkan dunia dan memandang wajah Sang Khaliq. Semoga.
@negeriyuni Haruskah perpisahan selalu diwarnai tangisan? Melepas kepergian orang tercinta membebaskan dari keterikatan. Izinkan dia meluaskan jangkauan memuliakan kehidupan. Sementara yang ditinggalkan masih mendekap kenangan
@coklatjingga Orang bilang setiap perjumpaan membawa serta perpisahan. Entah karena keadaan atau takdir yang berjalan. Tapi bisakah setelah perpisahan kita ini ada pertemuan kembali di alam lain?
@scriptuciaaa Aku seringkali memikirkan kapan kiranya pertemuan dengannya akan terjadi, tapi aku lupa kalo bisa saja yang pertama datang adalah panggilan untuk menghadapNya. Dengan begitu, harusnya aku lebih mempersiapkan diri untuk berpisah dengan dunia daripada memikirkan hal yang kepastiannya masih abu-abu, bukan?
@desyumi Alur perjalanan kita di dunia ini singkat. Kita bertemu tapi suatu saat nanti kita dipisahkan oleh takdir. Mungkin sekarang kita telah menyusun berbagai rencana. Namun, bagaimana mungkin ketika Sang Pencipta berkehendak lain?
@nadilahzahra Perpisahan itu ada yang terasa menyedihkan tetapi ada juga malah terasa melegakan. Seringkali kita merasa tak siap dengan perpisahan tetapi diantara kita ada juga yang baru saja merasa lega setelah sekian lama merasakan sesak akibat sedari dulu tak berani memutuskan untuk berpisah.
@radhiyatara Benar, jika dikatakan “terkadang kita memang perlu perpisahan untuk menghargai setiap pertemuan”. Benar juga, jika dikatakan “perpisahan seringnya begitu membingungkan”. Sejatinya, kita tak bisa selalu memahami arti setiap insan yang dipertemukan pada suatu waktu. Namun, kita selalu bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa kehidupan–termasuk perpisahan.
@ermaerica Makin lama mendampingi bumi yang terus berotasi ini, membuatku makin sadar akan jadwal perpisahanku dengan bumi yang barangkali tinggal hitungan hari.
@memorelies Karena kita sama tahu, bahwa akhir dari rasa perihal perpisahan ialah tangisan Tak tahu pasti apa yang sudah hilang Yang jelas hanya tinggal ikhlas Tanpa balas, lalu merelakan perlahan.
@Milkyway Tak apa jika pada akhirnya akan seperti ini selamanya, biar kali ini aku hidup dengan cinta yang lain. Cinta pada ibadah, cinta pada ilmu, cinta pada keluarga dan cinta pada kebermamfaatan pada banyak org. Jika memang bukan disini. Di dunia ini Allah berikan cinta kepada pasangan. Mungkin Di surga kelak Allah sudah siapkan 1 orang dengan sebaik baik penjagaan. Allah hindarkan aku dari rasa patah hati dan kehilangan, jika untuk kesekian kalinya Dia takdirkan perpisahan itu dengan orang yang aku sayang.
Maha baik Allah, atas setiap ketetapan-Nya
Nubar 30 | Surat kepada seseorang
@ermaerica
Salam hormat, untukmu yang masih terus melisankan ayat-ayat Al-Qur'an meski hati dirundung kepiluan.
@sitijubaedahputrimanguntur
Terima kasih sudah mampu membuatku menjaga hati hanya untukmu. Menutup hati pada siapapun selain dirimu. Semoga kelak, kamu tidak memberikan rasa kecewa yang membuatku lumpuh.
@el-haneen
Hei, terima kasih. Terima kasih karena sepertinya kau sempat mengisi ruang kecil di dalam sana. Tapi, kenapa kau seperti jelangkung?
@hujanrinduu
Kepada yang terkasih, terima kasih sudah sudi meminang wanita seperti diriku ini. Mari terus mengeratkan jawatan hingga bahtera kita berlabuh di dermaga surga-Nya.
@penaalmujahidah
Aku cuma mau bilang, semangat ya. Jangan putus asa. Kamu harus yakin pada dirimu bahwa kamu bisa melewati masa-masa kritis dalam hidup. Kalo kamu gak yakin sama diri sendiri, siapa lagi yang bisa diajak berjuang buat hadapi semuanya?
@memorlies
Maaf untuk goresan luka dan kecewa yang ku buat. Semoga keadaan lekas membaik ya.
@alvianalisti
Kepada yang telah memberi warna, terima kasih meski hanya sementara. Walau yang tersisa hanyalah bercak luka, bukan bahagia yang pernah kau janjikan.
@midnight-thought-and-daydreaming
Halo, Kamu. Esok hari langit masih akan biru, surya masih akan tetap terbit. Meskipun nantinya akan ada awan hitam dan badai yang menerjang, ingatlah bahwa selalu ada pelangi. Semesta selalu adil. Ya, kehadiranmu selalu bermakna bagi orang lain tanpa kau sadari.
@peres_arin
Sejenak mari menutup lembaran perjalanan 2021 bersama kami. Penuhi halaman belakang jurnalmu dengan ribuan rasa syukur. Jika tahun ini merubah sebagian besar hidupmu, maka sesekali usap lembut kepalamu, katakan terima kasih karena telah berani dan mampu melewatinya dengan kuat. Kami percaya kamu yang membaca ini adalah orang hebat di tahun-tahun berikutnya. Entah tantangan apa lagi yang akan kamu temui nanti,_“But please remember, you’ve done such a great job this year, promise me to keep moving forward no matter how hard it is.”_
@radhiyatara
Teruntukmu, selalulah percaya bahwa Allah tak akan pernah jauh selama kau pun tak menjauh.
Mendekatlah, wahai hati.
@tuanpoetry
Untuk kamu yang pernah membuat hembusan napasku lebih berarti setiap hari, kurasa aku tidak perlu mengatakan banyak hal lagi kepadamu, namun biar kuingatkan sekali lagi, perihal mencintaimu, masih aku juaranya.
@desyumi
Dengan ini izinkan kungkapkan sesuatu untukmu. Dengan rasa tulusku dari hati. Sebelum jiwa ini pergi dari dunia aku ingin minta maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan yang tak disengaja maupun disengaja. Maaf jika ada janji yang belum sempat ku penuhi dan mungkin ku ingkari. Aku harap ketika pergi nanti kita saling mengikhlaskan perihal dunia yang fana. Terimakasih sudah membaca tulisan sederhanaku.
Memang melelahkan jika hidup kita hanya dihabiskan dengan memantau kehidupan orang lain. Alih-alih merasa bahagia, yang ada timbul berbagai macam penyakit di jiwa.
Hidup di dunia ini harus disertai dengan kehati-hatian.
NuBar (Nulis Bareng) #1
@nonaabuabu
Lisanku sering tak mampu terbuka, karenanya pena a.ku jadikan teman beraksara. Bersama untaian katanya, aku sembuh dan baik-baik saja.
@kaktusits
Teruntuk diriku yang tak pandai bersuara, tak apa bila tak bisa. Masih ada tempat untuk mengekspresikan rasa. Menulislah. Tuangkan segala kesah, hingga hati merasa lega.
@hujanrinduu
Saat isi kepala penuh dengan carut-marut, saat kondisi hati tidak mampu terkendali, saat semuanya terlihat memuakkan, menulis mampu meredamnya.
@nana2201
Barangkali lukanya belum mereda, maka sejenak menepi dari pusat lara. Menorehkan seuntai kata di atas kertas menggunakan pena, merangkai bait aksara yang nantinya menjadi kalimat paling mudah diterima jiwa.
@rarawoo0rlds
Aku ingin diterima seadanya aku, yang tidak selalu baik namun bahagia menantang hidup. Aku ingin pulang bersama seadanya aku, dalam keadaan paling jujur sakit dan kecewa. Lalu dimana rumah bagi segala peluh dan keadaan paling hancur dalam hidup? Adakah sudi menerima yang buruk itu kecuali pena dan kertas? Nyaris pun tak akan pernah ada, akan tetap aku untai dalam sebentuk aksara.
@seorangtemanokay
Bukannya terlalu andal menulis, tapi karena terlanjur jatuh sekaligus saja menyelam, diterpa ombak juga badai terima saja dengan lapang. Moga-moga bisa meredakan lara.
@chairandessi
Aku kira kau penawar, ternyata kau pemberi luka tak tertawar. Perih yang kau beri seperti tinta yang tak pudar. Menjelma aksara dan menyatu berlembar-lembar.
@tuanpoetry
Direndam tak jua bersih, dituai tak jua merdeka. Diredam tak jua tentram, disorai tak jua lega. Jika memahat aksara adalah jalan yang paling damai untuk riuh yang tak pernah usai, akan ku emban hingga usiaku terhenti.
@dalarisa
Aku tak pernah pandai bicara perihal rasa. Aku selalu manjadi yang paling kalah, diseret paksa oleh realita. Mungkin tulisan, adalah kamu kesekian kalinya. Betapa luka itu masih menganga begitu hebatnya.
@ameliaqurota
Pikiran dan hati terkadang tak seimbang, saling bertolak belakang dan dipenuhi oleh bimbang. Menautkan raga serta jiwa terambang, aku berdamai dengan diri, mencoba mencurahkannya di secarik kertas. Dengan harap, gelisah lekas mereda.
@laannisa
Diksi membuatku menjadi liar tanpa beban. Bebas menentukan arah yang tak bisa ku dapat dalam nyata. Menjadi apapun yang ku mau tanpa merasa malu. Diksi membuatku hidup yang lebih hidup. Cari aku dalam setiap kata-kata yang ku torehkan. Bukan dalam senyum mengembang dalam tatapan
@mengejalaut
Bukan terlanjur karam atau tak pintar menyelam, rasanya menjelajah lautan kata bukan hanya perihal kisah belaka. Namun juga langkah yang seharusnya beriring jutaan asa dengan kisah nyata, meski sampai nanti masih mati rasa.
@irapurwitas
Gemericik hujan menemani pena memenuhi ruang tak berpenghuni. Menguntai kata bermakna yang lahir dari nurani. Ia begitu lihai menyampaikan isi hati, dari si pemilik jemari yang menjadi kendali. Meski tak didengar dan dirasa, tulisan ini tetap tercipta sebagai suara.
@gadis-dandelion
Pada hitam yang tergeletak di atas meja, aku izin menjadikanmu napas yang kuhembus dalam bentuk aksara. Menjelma menjadi sebuah kata yang tak mampu aku lisankan pada dia. Dan hanya akan melebur ketika semesta hancur.
@pilauakara
Suatu hari, aku merasa tersiksa tentang kata yang menari di kepala, namun sulit sampai muara. Akhirnya, tak ada yang bisa kulakukan selain munulis aksara. Hingga lekat jiwa dengan luka, suka dan bahagia. Kini aku menjadi si pecinta puisi, berharap segala puisi dicinta dan diterima. Seterusnya, aku akan selalu mencintai puisi, jika suatu hari kau menemukanku masih melautkan kata, kuharap kau bisa lapang menerima tanpa ingin mengubahnya.
@liash
Diamku merajalela, sepatah dua kata kadang sulit untuk bersuara. Lantas pada bait, akan aku ungkap semua atas apa-apa yang kurasa.
@senjarundu
Beberapa kata yang sulit diucap terlanjur terpendam di hati, hanya mampu terlepas pada selembar kertas kosong, layaknya sebuah cerita di bawah kertas putih dengan pena hitam. Aku hanya bisa menuliskan tanpa mampu mengucapkan.
@desyumi
Lisanku diam dan membisu pada lara lama, nyaris tak peduli dengan jalan cerita semesta, bukan aku tak memberontak dari segala drama, bukan pula tak bisa membalas segala hal yang disebabkan semesta. Aku memilih tuk menuangnya dalam secarik kertas dan pena. Tak berharap dipahami semesta apalagi tuk dipuja. Hanya sebagai istirahat sejenak, bersama coretan sederhana dari ruang kata yang hampir penuh dalam kepala. Dan bersamanya biarkan aku sembuh dari lara.
Lets Khatam al-Quran at Least Once in Ramadhan!
1 Juz = 20 Pages
20 Pages : 5 waktu solat = 4 Pages : 1 waktu solat
Jom sama2 kita tingkatkan amalan kita.
Jadikan Ramadhan kali ini sebagai garis permulaan untuk kita sentiasa berdamping bersama AlQuran :)
taken from Permata Mumtahanah in FB. Thanks!
Jika anda baru mahu mulakan membaca AlQuran, tingkatkan pembacaan ke 4 muka per waktu.The key of accomplishing this is istiqamah, Cayok2, Ganbatte!
Kadangkala kita cuma berjodoh tempat, tapi tidak berjodoh jumpa.
Mungkin nanti bertemu pada keadaan yang berbeza atau di lain masa. Insya-Allah