Pacaran Islami? Memangnya ada?
Bagi remaja, istilah pacaran adalah topik pembicaraan yang sangat menarik. Sedangkan bagi remaja yang belum pernah berpacaran atau sedang tidak memiliki pacar, cenderung merasa minder dan tidak percaya diri. Hal ini terjadi karena pacaran terkesan sudah menjadi kewajiban bagi remaja saat ini. Virus “wajib pacaran” ini terus merambah hingga tertular pada remaja-remaja muslim sehingga sering kita mendengar dari para remaja muslim istilah “pacaran islami”.
Pacaran islami? Memangnya ada? Bagaimana sih yang namanya pacaran islami itu? Apakah Islam membenarkan melakukan kegiatan pacaran? Yang umumnya melakukan kegiatan pacaran seperti berpandangan, berpegangan tangan, jalan bareng, atau bahkan melakukan perzinaan.
Banyak remaja, baik muslim maupun non-muslim, melakukan kegiatan pacaran dengan berbagai alasan positif seperti dapat meningkatkan semangat untuk belajar atau semangat untuk hidup. Namun kenyataannya, pacaran hanya sebagai pemuas hawa nafsu. Perasaan cinta merupakan hal yang wajar dan alami bagi seorang manusia. Sehingga seorang remaja juga punya rasa cinta dan kasih sayang. Mereka pasti ingin merasakan indahnya rasa mencintai dan dicintai. Namun, tidak seharusnya perasaan cinta itu disalurkan ke dalam kegiatan pacaran. Apalagi menggunakan istilah pacaran islami. Apakah pacaran islami itu ditandai dengan membaca bismillah sebelum sebelum berpegangan tangan, mengucapkan alhamdulillah setelah berciuman serta mengucapkan astaghfirullah setelah berduaan? Sayangnya, setelah mengucapkan astaghfirullah, rutinitas pacaran akan tetap berlanjut seperti sebelumnya.
Jadi, pacaran islami itu tidak ada! Bahkan, Islam tidak pernah menghalalkan pacaran. Mengapa? Karena pacaran adalah gerbang perzinaan. Jika pacaran telah dilakukan, maka terbukalah gerbang perzinaan yang akan mengundang perzinaan lainnya seperti zina hati, zina mata, zina mulut, zina tangan, zina kaki, dan lain sebagainya. Allah SWT. telah berfirman pada QS. Al-Isra’/17: 32 tentang perintah melarang mendekati zina yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”. Dalam firman-Nya, Allah SWT. memerintahkan untuk menjauhi perbuatan zina, apalagi bila kita melakukannya. Jika melakukan aktivitas pacaran, maka secara sadar maupun tidak, kita telah melakukan berbagai bentuk zina lainnya.
Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk Islam pun tak lagi menampakkan citra keislamannya. Salah satu yang menjadi buktinya adalah kegiatan pacaran telah menjadi tontonan setiap harinya bagi masyarakat Indonesia. Disepanjang jalan dapat kita lihat muda-mudi berboncengan dengan sepeda motor sehingga menghilangkan jarak antara mereka. Dan pelecahan seksual adalah salah satu dampak negatif dari pacaran.
Jadi, pacaran islami hanyalah sebutan bagi para remaja yang ingin mempertahankan status pacarannya tanpa kehilangan agamanya. Sungguh, jangan sekali-kali memberikan embel-embel Islam pada pacaran atau kegiatan non-islam lainnya, jika hanya sebagai penghalal. Apakah ada istilah ‘judi islami’? Yaitu judi yang haram dapat menjadi kegiatan halal apabila dimulai dengan membaca al-fatihah? Tentu saja tidak. Oleh karena itu, jangan pernah mencampur-adukkan kegiatan non-islam dengan agama Islam. Jika ingin berpacaran yang tidak menimbulkan dosa, maka menikah saja. Yang dijamin bebas dosa dan berpahala. Itulah kemudahan dalam Islam bagi orang yang saling mencintai. Islam memang mempermudah umat-Nya tapi tidak dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai kemudahan tersebut karena Islam memiliki aturan mainnya.
Dan bagi yang belum pernah berpacaran, menjaga hati serta keimanan untuk berpegang teguh pada Al-Quran adalah salah satu ujian dari Allah SWT. yang akan diberikan pahala yang besar bagi yang dapat mematuhi dan menundukkan hatinya. Jangan takut diberi label ‘kuper’ pada zaman sekarang akibat tidak mencicipi rasanya berpacaran karena kelak Allah SWT. telah menyediakan tempat yang terbaik bagi kalian.
Sebagai remaja muslim yang berperan sebagai khalifah bagi Islam dan negara ini, mari kita lakukan rutinitas islami yang dapat menjauhkan kita dari dosa. Cobalah untuk mengganti waktu yang digunakan untuk berpacaran dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti belajar, olahraga, pengajian, dan banyak hal positif lainnya yang berguna bagi kita untuk masa sekarang dan masa mendatang kelak.
PERINGATAN: HINDARI PACARAN! KARENA PACARAN DAPAT MENYEBABKAN ILMU TERKISIS DAN UANG PUN HABIS!