Perhatian! Pria dan Wanita Muslims dalam Berkomunikasi via Social Networks 2
Alhamdulillahi wassalaatu wassalaam 'ala rasulillahi wa 'ala Aalihi wa sahbihi 'ajmain.
Bab III: Ketahuilah Allah menjaga wanita dari kehinaan!
Maka Allah Subhaana wa Ta'ala memerintahkan mereka untuk tetap dirumah-rumah mereka.
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” [Surah Al-Ahzab: 33]
Ditafsirkan oleh Qatadah: “Yaitu dengan KELUAR RUMAH; kemudian berlenggak-lenggok, bersikap manja, dan bertingkah..”; berkata Mujahid: “Yaitu KELUAR RUMAH, kemudian berjalan diantara laki-laki (tanpa ada rasa malu)..” berkata Muqatil ibn Hayyan: “Yaitu Meletakkan kerudung dikepalanya, tapi tidak diikatnya (yaitu TIDAK BERHIJAB DENGAN SEMPURNA), terlihat anting, kalung, dan lehernya.. semuanya nampak”
[lihat tafsir ibn katsir]
Perintah Allah Ta'ala kepada mereka untuk menutup aurah dengan sempurna apabila keluar rumah.
Hanyalah mahram mereka saja yang dapat melihat mereka (itupun hanya yang biasa tampak), dan hanya suami mereka yang dapat melihat diri mereka seutuhnya!
:ياَ أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أدْنَى أنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu’.” [Surah Al-Ahzab: 59]
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إنَّ اللهَ حَيِيٌّ سَتِيرٌ يُحِبُّ الحَيَاءَ وَالسِّتْرَ
“Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan.”
[HR. Abu Daud no. 4014, di sahihkan oleh Syaikh Al Albani]
أيَّمَا اِمْرَأَةٍ نَزَعَتْ ثِيَابَهَا في غَيْرِ بَيْتِهَا خَرَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا سِتْرَهُ
“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.” [HR Ahmad dan lainnya; dishahiihkan oleh Syaikh Al Albaani dalam Shahiihul Jaami']
Perintah Allah untuk menjaga komunikasi mereka dengan yang bukan mahramnya.
Perlunya TABIR/HIJAB antara diri mereka dengan ajnabiy.
وَإذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” [Surah Al-Ahzab: 53]
Allahu Ta'ala memerintahkan mereka untuk TIDAK MELEMBUTKAN SUARA mereka kepada yang bukan mahramnya, agar tidak timbul keinginan buruk dari orang yang BERPENYAKIT DIHATINYA! (siapapun orangnya)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ
“Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan hingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit.” [Surah Al-Azhab: 32]
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullahu berkata:
“Pertama: seorang wanita tidak boleh berbicara dengan lelaki yang bukan mahramnya (ajnabi) kecuali bila dibutuhkan dan dengan suara yang tidak membangkitkan syahwat lelaki. Juga si wanita tidak boleh memperluas pembicaraan dengan lelaki ajnabi melebihi kebutuhan.
Kedua: Melembutkan suara yang dilarang dalam Al-Qur’an adalah melunakkan suara dan membaguskannya sehingga dapat membangkitkan fitnah. Oleh karena itu, seorang wanita tidak boleh mengajak bicara lelaki ajnabi dengan suara yang lembut. Ia tidak boleh pula berbicara dengan lelaki ajnabi sebagaimana berbicara dengan suaminya, karena hal tersebut dapat menggoda, menggerakkan syahwat, dan terkadang menyeret kepada perbuatan keji. Sementara itu, telah dimaklumi bahwa syariat yang penuh hikmah ini datang untuk menutup segala jalan/perantara yang mengantarkan kepada hal yang dilarang. Adapun perubahan suara si wanita karena malu tidaklah termasuk melembutkan suara. Wallahu a’lam.”
(Jaridah al-Muslimun no. 68, sebagaimana dinukil dalam Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hal. 689-690; dari artikel majalah akhwat)
Tapi apa yang kita dapati dengan mereka terutama di dunia maya ini !!!?
Perintah Allah 'Azza wa Jalla untuk MENUNDUKKAN PANDANGAN serta MENJAGA KEMALUAN MEREKA.
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” [Surah An-Nur: 31]
Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan Atho’ bin Abi Robbah bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan. (Lihat Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, Amr Abdul Mun’im Salim; dari rumaysho)
Tidakkah engkau ingin kemuliaan ini wahai wanita muslimah?
Ketahuilah bahwa Allah berfirman:
مَن كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا
"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya." [Surah Faatir: 10]
Sehingga tidak ada jalan lain untuk mulia, melainkan dengan meniti jalanNya yang lurus ataukah engkau malah hendak mengikuti kehinaan orang-orang kaafir dengan label “kebebasan”?!
Ketahuilah Allah berfirman tentang orang-orang kaafir:
إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَٰئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ
"Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina." [Surah Al-Mujaadila: 20]
Maka akankah engkau memilih jalan kemuliaan (yaitu Jalan yang telah Allah tetapkan)? ataukah malah engkau memilih jalan kehinaan (yaitu jalannya orang-orang kaafir)?
Tidak ada satupun orang berakal yang akan memilih jalan kehinaan kecuali orang-orang yang telah hilang akalnya, atau orang-orang yang hawa nafsunya menguasai akalnya, sehingga ia seperti layaknya orang yang hilang akal, bahkan lebih jelek daripada orang yang hilang akalnya!
Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang berakal!
To be continued> silahkan lihat selanjutnya...