Tepat hari ini, 92 tahun yang lalu, perkumpulan pemuda-pemuda yang berlandaskan daerah, agama, etnis berkumpul di Jakarta. Dibutukan 2 kali pertemuan kolosal sampai mereka sepakat bahwa tidak peduli darimana asalmu, apa bahasamu, apa agamamu, dan apa warna kulitmu, kita semua harus bersatu jika kita mau maju. Mengapa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sangat penting? Mereka semua sepakat menjadi bagian dari entitas yang belum ada saat itu: Indonesia. Tidak hanya membayangkan, tapi mereka bersumpah kalau tempat tinggal mereka hanyalah suatu daerah besar bernama Indonesia, bukan yang lain. Mereka akan menjadi bagian dari bangsa bernama Indonesia, bukan yang lain. Mereka menggunakan satu bahasa bernama bahasa Indonesia yang memiliki akar dari bahasa Melayu, yang bagi kebanyakan orang, bukan bahasa ibu mereka sendiri. Dampaknya bisa saya rasakan sekarang. Tanah Papua terdiri dari berbagai macam suku dengan bahasa masing-masing (komunitas yang terpisah oleh sungai saja bisa berbeda bahasa). Namun mereka dapat menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dengan fasih, tanpa melupakan bahasa ibu mereka sendiri. Bahkan lebih mudah berbicara dengan orang-orang tua disini daripada di Pulau Jawa karena penguasaan bahasa mereka sangat baik. Bahasa Indonesia benar-benar menjadi pemersatu bangsa. Tema persatuan tidak akan lebih relevan dibandingkan saat ini. 92 tahun mereka telah membuka jalan, bersatu dan mengimajinasikan hal besar yang mengubah sejarah. Kita juga bisa. (at Pantai Kastela Ternate) https://www.instagram.com/p/CG3yAdmsQar/?igshid=12ohuzbwaxogl










