09:00 - 17:00 wib aku bekerja.
Menghabiskan waktu untuk bekerja meskipun tak ada yang di kerjakan.
Di rumah tak ada yang ku lakukan.
Tak ada yang menarik untuk di ajak bicara.
Tak ada yang bersedia di ajak chatting.
Aku hanya duduk memegang handphone lantas membuka instagram.
1 menit, 5 menit, 10 menit instagram menarik, tapi kemudian postingan kebahagiaan warganet terpampang jelas di feeds, stories, explore.
Aku muak. Dan menutup instagram.
Beralih ke aps musik. Isi dalamnya hanya lagu rohani.
Buka zepeto, baterainya bisa cepat drop.
Apa lagi yang harus ku lakukan.
Yaa. Duduk saja di teras depan rumah dengan segelas kopi dan merenung.
Tapi merenung terkadang juga tidak baik. Karena akan membuat kenangan-kenangan menyeruak keluar.
Kenapa tidak mengubungi pacar?
Hmmm.. Entahlah. Sebetulnya aku bisa saja menghubungi nya. Tapi aku sudah terlalu banyak membuang-buang waktunya untuk meladeni ku yang tidak jelas keinginannya.
Aku mulai menjaga jarak dengan nya karena aku tidak mau membebani nya terlalu banyak. Dia sudah punya banyak masalah, kalau di tambah dengan curhatan ku yang itu itu saja dia akan bosan.
Oh ya, ngomongin soal bosan. Dia juga dulu sempat bosan sama hubungan ini. Hampir 1 bulan aku seperti manusia yang berjalan, tertawa tapi hambar. Aku tersiksa. Tapi untuk dia mungkin saat itu dengan menjauh dariku hidupnya akan bahagia.
Mulai saat itu aku jadi lebih tau diri.
Tau diri kalau dia tidak bisa berlama-lama denganku.
Tau diri jika dia tidak harus selalu memberikan kabar padaku.
Tau diri bahwa dia butuh bernapas lega tanpa ada aku di dekatnya.
Meskipun seringkali egoku tinggi dan tidak mau mengalah, selalu ingin menang, selalu ingin di turuti.
Aku perempuan dengan ego yang sangat tinggi. Tapi aku juga selalu berusaha untuk mengalah meskipun sesak rasanya.
Yang aku tanamkan dalam benakku hanyalah "tidak semua orang harus menuruti, mendegar, dan memahami yang kamu inginkan. Semua orang punya hak untuk berkata tidak padamu. Semua orang berhak untuk bernapas bebas tanpa harus ada di dekatmu. Semua orang berhak untuk tidak memperdulikan keberadaanmu. Semua orang berhak untuk tidak memberikan perhatian padamu. Kau hanya perlu tau diri. Tak apa jika kau selalu mengatakan 'ya' 'gpp' pada orang lain meskipun itu berat, asalkan orang tersebut tidak menderita karena hadirmu".
Aku akan menemukan kebahagiaan ku walaupun sedikit dalam setiap kesunyian dan kesepian ini. Aku hanya perlu percaya saja.
Selamat malam. Kopiku sudah mulai dingin, sakit perut jika masih tetap meminumnya.