Ambivert after Introvert. Whoops!
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
we're not kids anymore.
he wasn't even looking at me and he found me

if i look back, i am lost

No title available
hello vonnie
art blog(derogatory)
h

tannertan36
Three Goblin Art
almost home
Peter Solarz
Not today Justin
🪼
Noah Kahan

Kaledo Art

izzy's playlists!
cherry valley forever

oozey mess

#extradirty
seen from Venezuela
seen from Hungary

seen from India

seen from Romania
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Canada
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from South Korea
seen from Hungary

seen from Canada
seen from United States
@hujanpagi
Ambivert after Introvert. Whoops!
Ternyata cuaca yang sedang labil punya korelasi dengan labilnya perasaan manusia pula 🤔
Tidak ada kebersamaan yang lebih menenangkan melebihi saat-saat kau bisa menjadi dirimu yang seutuhnya saat bersama seseorang. Ia tak harus selalu baik padamu, setidaknya ia tak berkeberatan perihal bagaimana kau ingin menjadi.
(via jalansaja)
Teruntuk lelaki pemberani yang telah bertamu dan bertemu ayah, semoga dimudahkan dan dilancarkan niatnya dalam mengupayakan 'kita'.
Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?
(Al-Kahfi 68)
Terimakasih wahai diri 💕
Sebenar-benarnya dirimu, adalah yang bersembunyi dalam kata hati. Suaranya lirih tak terdengar siapapun. Kecuali kau dan Tuhan.
dan aku kagum pada caranya memperjuangkan. semoga Allah senantiasa meridhoi, memudahkan, melancarkan niat baiknya ❣
perfection in simplicity ❣ (at Surakarta)
Kalau ada yang memperjuangkan, beranikah untuk ikut berjuang? Kalau ada yang diperjuangkan, mampukah untuk mengikhlaskan waktu yang akan hilang sepanjang perjalanan? Kalau ada yang berjuang, maukah untuk bersabar untuk tidak menilai?
Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi.
Ali bin Abi Thalib
“Bersyukur dan bersabarlah seakan-akan kamu adalah hamba yang paling disayang Allah. Bersyukurlah seakan-akan kamulah hamba yang mendapat nikmat paling besar, dan bersabarlah seakan-akan kamulah hamba yang mendapat ujian paling ringan.”
— Taufik Aulia
meski menggantung, tak bisa diraih, digenggam, bahkan dimiliki sekalipun keindahannya tetap bisa dinikmati ☂
Perjalanan kita sangat panjang, kita belum bertemu, masih sibuk menyelesaikan urusan kita sendiri-sendiri, sibuk menata banyak hal. menyelesaikan masa lalu, menghidupkan hari ini dan merencanakan masa depan.perjalanan kita masih jauh, setiap langkah kaki kita akan mendekatkan kita, jangan berhenti.
Jangan Berhenti Melangkah, (via aminahanna20)
Terjebak di antara dua kesedihan antara aku yang masih merindukanmu atau kau yang tak pernah merindukan aku.
(via mbeeer)
Aku kamu Dua ragu Menanti temu
Kita melangkah susuri hutan berdua Melarikan diri dari penatnya kota Sang senja mengintip dari balik dedaunan Tersipu malu sebab kau lebih elok darinya
Tak usah ragu mengajakku melangkah lebih jauh Tak usah khawatir bila aku akan menolak Selama bersamamu, kupastikan aku selalu siap
Tak terasa temaram menggerayangi letih Desiran angin menggoda kita agar berhenti Api menari di antara binar matamu Seolah memberanikanku untuk menyatakan
Seringkali ingin terjaga hanya untuk memastikan dirimu baik-baik saja Tapi ternyata aku masih sering kalah denganmu perihal terjaga itu Seringkali berusaha bangun lebih awal untuk bisa memperhatikanmu diam-diam Nyatanya ketika membuka mata, justru kamu yang sudah lebih dulu tersenyum
Di bawah bintang, kita merebah Saling berpandangan dan tersipu malu Aku tak bisa, merangkai kata Namun kau seakan membaca hatiku Yang ingin jadi kompasmu Ketika kau hilang arah Yang ingin jadi sentermu Menuntunmu dalam gelap Yang ingin jadi tendamu Melindungimu dari badai
Pernah ada tanya di benak tentang bagaimana aku padamu Sebab tak ada gejolak menggebu seperti yang sudah-sudah Tak ada rasa berlebihan seperti yang sering ucap sebagai pertanda cinta Ini jauh lebih menenangkan dan menyenangkan Bersamamu aku merasa cukup, tak perlu apapun, tak perlu siapapun
Lalu kunyalakan api unggun untuk hangatkan, diammu
Pernah ada tanya yang ingin kusampaikan mengenai bagaimana kamu padaku Nyatanya tak jua pernah kuutarakan Menggantung saja di ujung lidah Sebab untukku, tak semua tanya membutuhkan jawaban, aku hanya perlu mengerti mana tanya yang patut diutarakan
Api menari di antara binar matamu Seolah memberanikanku untuk menyatakan
Adamu saja sudah begitu mencukupi segalaku Lantas apa harus aku bertanya perihal ini dan itu? Aku tak ingin bertanya apalagi meminta penjelasan Bagiku adamu saja sudah cukup untuk kunikmati selama waktu masih mengijinkan
Di bawah bintang, kita merebah Saling berpandangan dan tersipu malu Aku tak bisa, merangkai kata Namun kau seakan membaca hatiku Yang ingin mendampingi hatimu