Tuhan, saya sangat sedih hari ini.. sangaaaat.

PR's Tumblrdome

#extradirty
Today's Document

@theartofmadeline

No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Monterey Bay Aquarium
I'd rather be in outer space 🛸
dirt enthusiast
NASA

JVL
taylor price
AnasAbdin
DEAR READER
art blog(derogatory)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
No title available

Discoholic 🪩
wallacepolsom
seen from Russia

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from New Zealand

seen from United States

seen from Argentina
@hybridvygor
Tuhan, saya sangat sedih hari ini.. sangaaaat.
Hari ini, 14 Oktober 2013, saya benar-benar merasa kesepian.
Tak perlu jenius untuk memahami keindahanmu..
(via ohsopictures)
SemiFinal
Besok harus bermain gembira...! Abaikan rasa canggung, hadapi kekuatan lawan, hadapi ego sendiri.. ini adalah permainan tim, pertandingan milik tim. Bukan pribadi. Cukup lakukan saja yang terbaik. Tunjukkan semua kemampuan. Oke.
Si Aman aduuh... meni ga semangat..! semangat ayoo..!
Inspiration? Here x
I don't know, I just feel compatible when standing next to her. She wasn't too beauty for me, neither too bad .. - (with Radityas)
..Sometimes i cry so hard from pleading, so sick and tired of all the needless beating...
My Chemical Romance - I Don't Love You
Sungguh-sungguh menjalani pekerjaan dimanapun berada. Cari celah-celah atau keahlian yang tidak dimiliki orang banyak.
Dr. Agr. Ir. Asep Anang, M.Phil
Relationship Quotes click for more quotes: http://bit.ly/1cFdZDi
Heterosis Efek
Dia memang lebih unggul dari saya. Dia lahir dengan keberuntungan, sedangkan saya.. beruntung telah dilahirkan.
Dia memiliki keunggulan genetik, karena kedua orang tuanya.
Sepengetahuan saya, dia memiliki komposisi gen yang dominan tidak sempurna. Barangkali ayahnya mewariskan gen yang homozigot padanya, dan ibunya mewariskan gen heterozigot. Yah, saya bisa melihat dan merasakannya saat pertama bertemu dengannya. Karena saya kenal ayahnya.
Saya tidak menganggap serius tentang perasaan ini. Saya merasa kagum kepadanya. Dia lebih baik dari apa yang saya bayangkan sebelumnya, sebelum bertemu secara langsung atau saat hanya mengenalnya melalui media internet. Dia membuat saya merasa ingin diam saja saat bersamanya. Dia baik.
Saya hanya takut perasaan ini hanya akan menyakiti hati saya, atau mungkin dia.
Saya..
berbeda dengan dia.
Saya hanya merasa beruntung telah dilahirkan dengan kondisi saat ini. Bahkan saya berbeda dengan kedua orang tua saya, hanya sedikit saja kesamaan. Barangkali keberuntungan tersebut saya dapatkan dari gen-gen resesif yang ada pada orang tua saya. Yang bertemu menjadi heterosis efek…
Bandung, 10 Agustus 2013.
Gefühl
"..Bahwa hidup ini adalah tentang bagaimana dirimu memilih.", saya dapati kalimat itu dari dosen pembimbing skripsi saya ketika tengah berdiskusi di ruangannya mengenai proposal penelitian yang sedang saya garap. Kemudian saya merenung mengingat apa saja yang telah saya lewati selama 4 tahun kuliah, sedikit rasa sesal timbul dalam benak. Terlalu banyak waktu yang sudah saya sia-siakan sebagai seorang mahasiswa (peternakan) sehingga mengabaikan banyak materi kuliah, totalitas belajar, tanggung jawab, profesionalisme serta keunggulan mengenai kuliah peternakan dibanding kuliah di jurusan lain. Kadang saya memandang sebelah mata tentang fakultas saya sendiri sehingga saya tidak peduli tentang apa yang diajarkan/diberikan fakultas kepada saya. Sungguh saya sudah terlampau keliru.
Lalu pikiran saya berpindah kepada teman-teman seangkatan saya, yang hampir setengahnya sudah menyelesaikan tugas akhir dan telah lulus sarjana. Sebagian berwirausaha, sebaian sudah bekerja, sebagiannya lagi melanjutkan ke jenjang pascasarjana dan sebagiannya lagi entah kemana. Setidaknya mereka sudah "care" pada diri mereka sendiri. Dan saya baru merasakan kekhawatiran tersebut. Mau jadi apa kedepannya?
Bicara tentang "care", saya jadi teringat saat saya menghadiri sebuah seminar usulan penelitian teman, tepatnya di ruang seminar 1 fakultas peternakan unpad. Salah satu dosen statistika (sebagai pembahas analisis) mengungkapkan bahwa mahasiswa-mahasiswa yang sedang atau akan melakukan penelitian, kebanyakan tidak "care" terhadap apa yang mereka teliti. Mereka mengerjakan skripsi hanya sebagai tuntutan untuk dapat lulus menjadi sarjana. Sebagai contoh, beberapa mahasiswa ada yang tidak mengerti tentang judul skripsi yang sudah mereka tulis. Tidak dapat menjelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian mereka masing-masing. Mungkin itu sangat mengecewakan bagi staf pengajar yang telah mengorbankan waktu untuk memberikan materi kuliah kepada mahasiswa. Ternyata hasilnya jarang sesuai dengan harapan para dosen.
Kemudian pada kegiatan yang sama, dosen lain (profesor) berkata pula, "..ya memang bahwa sebagai seorang peneliti seharusnya mahasiswa memiliki "Gefühl" (dalam bahasa jerman; berarti perasaan) ketika khendak melakukan penelitian. Harus mendalami dengan penuh rasa keingintahuan sehingga pelaksanaan serta penulisan skripsi memang benar-benar merupakan proses pembuatan karya ilmiah yang dihasilkan berasal dari nurani dan ide berfikir sendiri. Dengan demikian jika ada orang lain yang membaca karya ilmiah/skripsi mahasiswa tersebut, dapat memahami, begitu pula ketika mempertanggung jawabkannya dihadapan dosen-dosen penguji. Pasti akan sangat mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar saat ujian sarjana."
Pelajaran tentang "care" juga saya dapatkan dari pertanyaan, "Jika kamu dihadapkan dengan seekor domba, bagian mana yang akan kamu pegang? Apakah kakinya, apakah ekornya, apakah tanduknya atau apakah langsung menerkam tubuhnya lalu mengangkatnya..?", sederhana sekali pertanyaan ini. Namun dari setiap jawaban yang dipilih memiliki makna tersendiri. Seseorang yang "care" akan memilih untuk memegang tanduk ketimbang bagian tubuh domba yang lain, dan itu adalah bagian yang berbahaya dari ternak domba. "Care" ternyata berarti bukan hanya khawatir akan keselamatan sendiri, namun juga peduli akan keselamatan orang-orang yang ada di sekitar. Sebagai seorang peneliti, kita dianjurkan untuk tidak melakukan penelitian dengan asal-asalan (misal, memanipulasi data dsb, agar bisa cepat menyelesaikan skripsi dan lulus). Karena hasil dari yang kita teliti itu akan ditulis dan dibaca oleh orang lain dikemudian hari. Mungkin sebagian akan menjadikan hasil karya ilmiah kita sebagai acuan penelitian selanjutnya atau sebagai sumber pustaka.
***
Kembali ke ruangan dosen pembimbing, saat saya diskusi...
Selain ada dosen pembimbing saya di ruangan tersebut, ada juga dosen lain (seorang doctor, ahli genetika kuantitatif, seorang konsultan perusahaan udang terbesar dunia yang berada di Florida, Hawaii) yang menyimak perbincangan saya dengan dosen pembimbing saya. Kemudian di sela-sela diskusi, saya melontarkan pertanyaan pada dosen bergelar doctor tersebut mengenai bagaimana dan apa saja persyaratan untuk bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri seperti dia. Dia menjawab dengan nada canda bahwa sebenarnya hanya perlu kesungguhan dalam menekuni dan untuk menggapai segala sesuatu, itu saja.
Saya juga mengingat beberapa artikel yang membahas tentang biografinya di beberapa situs di internet. Beliau pernah menegaskan dalam wawancara tentang rahasia kesuksesannya, “Sungguh-sungguh menjalani pekerjaan dimanapun berada. Cari celah-celah atau keahlian yang tidak dimiliki orang banyak,”..
Begitu saya menyadari bahwa sebagai seorang manusia harus memiliki harapan dan cita-cita serta tujuan hidup. Jangan mengandalkan ego diri sendiri. Mengurangi aktifitas-aktifitas yang dirasa kurang bermanfaat untuk masa depan dan fokus menjalani apa yang bisa dijalani saat ini. Dengan menanam kebaikan kita akan memetik kebaikan pula di akhir...
Bandung, 28 Juli 2013.
.puisi bagus ini mah.
.piksi.
.aku sedang berada di langit kecil lapis keenam.
.menjadi malaikat gadungan.
.hm.. masih di lingkup lingkar Atmosfer.
.di atas Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer dan Termosfer..
yah, di sini, di Ionosfer.
di bawah Eksosfer.
.mendengarkan milyaran suara yang terpancar dari daratan bumi, dari mulut cucu cucu Adam&Hawa atau segala jenis makhluk lainnya yang ada di bawah sana.
.aku menyimak ada kegembiraan, ada pula kesedihan.
.pasti mereka semua di bawah sedang lelah bekerja, sedikit bersenang-senang. kasihan..
.aku sudah tahu bahwa hidup di bumi itu penuh resiko.
.makanya aku tidak ingin.
.harus sekolah, harus kuliah.
.harus jatuh cinta, itu penaaaat..!
.harus merindu. itu beraaaat..!
.harus cemburu. ga kuaaat lah..
.harus makan untuk tetap hidup.
.makan itu perlu gigi.
.tapi gigi tidak selamanya utuh, kadang bisa menimbulkan sakit.
.sakit gigi namanya.
.itu sama sekali tidak enak.
.makanya aku lebih suka di sini, di langit.
.berseluncuran bersama bidadari setiap hujan reda di sekitar pelangi, yang punya banyak warna.
.warna yang bagus semua.
#Jatinangor, 22 Maret 2013, sekre voli.. oh,
Jangan merepotkan diri sendiri dengan standar orang lain.
Your meat addiction is destroying the planet (but we can fix it)