Tadi malam seorang penyair mati karena tak bisa lagi patah hati. Syair-syair yang pernah dibuatnya bunuh diri, terjun ke dalam api.
(via aindria)
tumblr dot com

roma★
occasionally subtle
noise dept.
Fieri Frames
🩵 avery cochrane 🩵

#extradirty
sheepfilms

ellievsbear
The Bowery Presents

Love Begins
Show & Tell
Sade Olutola
Keni
taylor price
RMH
d e v o n
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
The Bright Sessions
Mike Driver
seen from Australia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Costa Rica
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Bangladesh
seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany
seen from Canada
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Latvia
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from Indonesia
@katadistorsi-blog
Tadi malam seorang penyair mati karena tak bisa lagi patah hati. Syair-syair yang pernah dibuatnya bunuh diri, terjun ke dalam api.
(via aindria)
memang tak ada namamu yang kutuliskan di sini. tetapi aku percaya, kau selalu tersenyum ketika membaca tulisan-tulisan ini. tenanglah, namamu selalu kulangitkan di dalam doa-doa. biarkan tentangmu, hanya aku dan Tuhan yang mengetahuinya.
S.A (via pena-kecil)
Jika bukan urusan hati, jangan tergesa pergi. Aku akan datang ke tempatmu, agar kau bisa merasakan tenang dan damai di rumah sendiri.
@penagenic (via penagenic)
Menemukanmu adalah cerita yang selalu aku banggakan di depan semua orang. Bahkan mereka yang tak pernah percaya kalau bahagia itu ada.
@penagenic (via penagenic)
Kesekian kalinya aku ingin bertemu.
Selamat malam. Ini kesekian kalinya aku ingin bertemu.Bertemu mungkin perkara mudah, yang sulit adalah menyetarakan waktu. Ada hati yang sedang tidak dalam keadaan baik karena ia tidak mendengar kabar seperti biasanya. Kabar dari penghuninya yang ia cintai selama ini. Ini kesekian kalinya aku ingin bertemu. Mengunjungimu disela sela aktifitasmu. Pergi entah kemana sekedar melakukan basa basi untuk melakukan prolog sebelum kita mulai membicarakan masalah hati. Aku ingat dahulu. Dikota itu aku menyusuri hanya beberapa roda dalam kurang dari satu hari bersama orang yang aku cintai. Hujan turun. Langit saat itu selalu berwarna abu seperti hati kita dahulu. Saling mengatakan yang seharusnya diucapkan. Dengan hati hati. Ini kesekian kalinya aku ingin bertemu. Melihat senyummu yang bak kopi yang aku seduh disetiap pagi. Mendengar suaramu seperti playlist yang aku dengar setiap akan tidur. Memegangmu, merekam jejak dengan sela sela jarimu di antara jari tanganku. Mungkin dua minggu lagi. Tunggu aku.
Aku mungkin mengatakan banyak kebohongan. Tapi percayalah pada satu kebenaran yang terus aku genggam..
Aku mencintaimu, lebih sering dari selalu (via jinggakalasenja)
Aku selalu suka diammu. Sejak pagi dan malam berubah menjadi jawaban atas kehilangan.
…….
Pagi ini aku terbangun dengan bengkak di seluruh wajah. Aku tak ingat sudah menamparinya, atau hanya kelelahan menangis. Mimpiku buruk. Tapi, pagi ini aku sadar, nyataku sedang jauh lebih terkutuk. Benarkah ini yang harus terjadi? Harus begini?
Aku merapal mantra dalam-dalam. Hal yang sangat asing kulakukan. Tapi, demi bisa mencegahmu pergi, aku rela menyembah apapun yang disebut Tuhan.
Seluruh energi tubuh kupusatkan pada keduatanganku. Kuberanikan diri membuka halamanmu. Tak ada yang baru. Sudah kuduga. Sekarang mungkin aku masih baik-baik saja. Esok? Ah. Aku saja tak yakin. Ini kebodohanku yang entah keberapa. Meletakkan bahagiaku dengan porsi terlalu banyak hanya pada satu hal. Lihat, aku kewalahan.
……
@gowithepict
Aku hanya perlu menjadi 1 untuk melengkapimu yang sudah 9. Maka kita sempurna.
kamu (via melisalalalaa)
Bila tak pernah merasa menemukan, mungkin yang kau cari-cari jauh telah ada, pada yang pernah kau sia-siakan.
(via karizunique)
Pengaruh Terhebat
Semestaku, tolong maafkan aku sekali lagi. Datang, lalu pergi, masih saja sesuka hati.
Kau, matahariku. Aku mendekat ketika ragaku rindu disapa pelukmu yang hangat. Lalu kembali menghilang saat sudah cukup mengantongi cahayamu. Aku berdalih takut terbakar sinarmu. Nyatanya, kepala dan dadaku saja yang belum saling setuju.
Kau, hujanku. Aku mendatangimu lagi saat senyumku mengering, saat perasaan tak kunjung kembali menyenangkan, atau saat keadaan berulang kali menjadikanku bahan bercandaan.
Sapamu, gerimis. Sesaat aku lupa bahwa semuanya sedang berantakan. Senyummu, apalagi. Menyejukkan. Tiba-tiba aku merasa mendapat kekuatan. Semengerikan apapun keadaannya, kurasa aku akan bisa baik-baik saja.
Jika ini sama saja seperti aku memanfaatkanmu, tolong ampuni aku. Maaf, karena hingga kini yang mampu mempengaruhiku sehebat itu, masih satu, dirimu.
Perihal dirimu, dada dan kepala berperang setiap hari. Pada pagi, aku bertahan untuk tetap sadar, apa daya jika malam selalu bersekutu dengan rindu tak tahu diri.
(via melisalalala)
Aku, kamu tau; kita adalah dua orang yang tepat tapi bertemu di waktu yang salah.
@cindyjoviand (via kunamaibintangitunamamu)
:)
Merasa kehilangan bahkan sebelum memiliki adalah nasib pecinta sendiri yang paling menyedihkan. Tidak, ini tidak bisa kau hindari.
(via melisalalala)
Aku baru merasakan apa itu yang disebut sebagai ‘manusia normal’ saat sedang bersamamu saja.
(via krisanyuanita)
Menulislah; aku akan membacanya kata per kata. Tentang kamu, tentang dia, tentang mereka, tentang kalian. Meski akhirnya tak kunjung kutemukan kita dalam ceritamu. Menulislah; aku akan membacanya, dan kamu tak perlu tahu cuaca hatiku saat itu.
(via dwsrkh)
Berceritalah, aku akan mendengarkannya tanpa menyela. Berceritalah, tentang kamu, tentang dia, dan tentang kalian berdua. Berceritalah, meski tak ada tentangku di dalamnya. Berceritalah, aku akan mendengarkannya dengan saksama. Berceritalah, dan jangan hiraukan mataku yang mulai berkaca-kaca.
(via katakakiku)
Kuberitahu kau, wanita saat sedang rindu itu bisa jadi sangat merepotkan. Dia betah berlama-lama mengurung diri di kamar. Perhatikanlah matanya sekeluarnya dari sana, kan kau temukan luka lebam pada keduanya; bekas tikaman airmatanya.
(via krisanyuanita)