Life also must have a purposes. Set a plan, great. But don't forget what is in front of you. Nervous and anxiety is a part of the journey. Become a successful takes time. Enjoy the process.
🪼
untitled
Sade Olutola

No title available

pixel skylines
The Bowery Presents
Misplaced Lens Cap
Keni

roma★

#extradirty
Jules of Nature

Origami Around

gracie abrams
RMH

Product Placement
h
Claire Keane
macklin celebrini has autism
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Kiana Khansmith
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Japan
seen from Ecuador

seen from Saudi Arabia

seen from Australia
seen from Ukraine
seen from Peru
seen from United States
seen from Senegal
seen from Australia
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Ecuador
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
@katakusuma
Life also must have a purposes. Set a plan, great. But don't forget what is in front of you. Nervous and anxiety is a part of the journey. Become a successful takes time. Enjoy the process.
Been a lot of thoughts in my head. Stuck and full. But i swear to God that i am so much grateful and bless for what i've had right now. It's really hard you know. Very hard. But i enjoy every part of the journey. It is made me growing and mature.
I hope you guys have a really great journey in life and many more happiness to come.
Xoxo! <3
Check out my very first short-vlog! Enjoy loooove <3
I am Grateful
Finally i did it! Resigned from my comfoooooortable job and begin a new journey in a very very different industry. it's a new challenges for me because the job way more heavier. I trust the process tho that this is a new joyful that i should be grateful. I choose this so i have to be responsible in it.
Hard working now to have a beautiful retireeeee on my 30th. Having a steady business, supportive & loveable hubbie, adorable kids and spend a lot of time with my parents & parents in law.
You're Enough
unknown
Setiap ingin menyerah selalu tertanam dalam benak “sebentar lagi kok, ayo teruskan,kebahagiaanmu telah menunggumu”
25 posts!
:)
Selama ini, mulai dari awal 2020 hingga detik ini aku mempelajari makna kebahagiaan diri sendiri. Awal tahun aku bertekad untuk membuat sebuah resolusi dan komitmen untuk mewujudkannya. Bermula dengan membentuk sebuah plan garis besar saja hingga perlahan semakin spesifik dan detail keinginan yang aku ingin wujudkan.
Benar adanya kalau doa dan minta kepada Tuhan gak boleh setengah-setengah. Harus detail. Karena Tuhan mengabulkan sesuai dengan ucapan kita loh. Tapi jangan Jumawa juga setelah berdoa tidak diimbangi dengan usaha.
Apalagi dimasa pandemi ini juga banyak banget hal-hal yang kusyukuri. Makin erat bonding dengan keluarga, teman-teman lama, bahkan menjalin relasi baru.
Aku juga merasakan kok susahnya dimasa ini, gak melulu yang bahagianya. Cuman aku menyikapinya mau gak mau harus positif. Selama aku positif, ada aja hal baik yang menghampiri ku. Semangat untuk kita yang sedang berjuang! :)
Sudah sedihnya? Mau kapan mulai bahagianya?
Pernah
Pernah berkaca dan terucap “pantas memang?”
Pernah termenung dan terbesit “benar dia yang terbaik?”
Pernah kecewa dan berprinsip “semua tidak akan sama seperti semula”
Pernah memaafkan
Namun tak akan pernah melupakan
2020, Tahun Terbaik
Hampir setahun ternyata udah gak nulis di blog. Hi everyone! Sebenernya absurd banget karena sekalinya balik nulis, 2020 malah nano-nano ya. Pandemi COVID 19 menyerang secara meluas keseluruh dunia. Awalnya gue cuma nyangka bakal stay and stop di Wuhan aja. Loh malah merembet sampe Indonesia pula. Bahkan dihari saat ini gue ngetik di Tumblr, jumlah case di Indonesia masih nambah loh terutama di Jakarta. Tapi kali ini gue bukan mau bahas pandeminya, justru gue mau share pengalaman along 2020 sebelum menuju 2021 yang dimana tinggal 3 bulan lagi.
Quarter life crisis-ku masih berlangsung entah sampai kapan ini berakhir. Bener aja saat gue dan 2 sahabat gue bilang kalau kita sepakat 2020 will be so damn hard for us tapi akan selalu ada kebaikan dan kebahagiaan dibalik segala permasalahan yang dihadapi. Justru adanya sebuah masalah malah membuat pribadi yang jauh lebih dewasa dalam menyikapinya juga jauh lebih bersyukur kepada Allah.
2020 adalah tahun terberat gue. Ada sesuatu yang menimpa gue dalam beberapa bulan terakhir namun Alhamdulillah ketika gue berusaha untuk sabar dan ikhlas ada aja rezekinya dari Allah. Bahkan ini adalah salah satu mimpi yang gue inginkan. Apa itu? Nanti aja belum saatnya gue share haha.
Alhamdulillah Allah maha baik. Aku masih diberikan pekerjaan dan lingkungan pertemanan yang sehat. Keluarga yang sehat walafiat. Bahkan, seseorang dan ia adalah teman lama end up menjadi intens komunikasinya gak sadar hingga dititik “i am look up to him”. Gak gampang awalnya untuk buka hati. Trust issue broooo hahahaha cuman ada satu masa gue lihat dan merasakan bahwa ia worth to keep. Perjanalan kami masih jauh masih saling ingin menggapai impian karir masing-masing. Kalau memang jodoh ya end up di pelaminan dan janji sehidup semati. Nantilah itu. Belum bisa cerita banyak karena memang belum banyak yang bisa diceritakan.
2020, kamu tahun terbaik untuk diriku. Tahun dimana aku membuka dan membuat lembaran baru untuk segala aspek di kehidupanku. Terima kasih yaAllah engkau masih memberikan ku kesempatan untuk bersyukur dan berusaha untuk menggapai kehidupan yang jauh lebih baik. 2020 you’ll be missed.
Cukup Di Rumah Aja, Udah Bisa Nolong Se-Indonesia
Ibu pertiwi sedang berduka. Sudah 14 hari gue mengendap di rumah berharap tindakan gue sama seperti mereka di luar sana yang juga mau gak mau harus working from home, school from home, or called this as liburan dadakan. Apasih harapan gue dengan kita semua benar-benar stay di rumah selama 14 hari? Ya untuk memutus pandemi ini. Please ya, jangan anggap remeh Covid-19. Benci aja gue kalau ada yang nyeletuk “men, cuma virus” ya kalo lo gak cinta keluarga dan sahabat lo gih nongkrong di McD 24 jam asal gak usah balik ke rumah. Badan lo bisa jadi udah bawa tuh Covid-19.
Di Italy contohnya, most of their citizens take this thing not seriously. Akhirnya dalam sehari kasus kematian Covid-19 mencapai angka 919 HANYA DALAM SEHARI pada tanggal 27 Maret 2020 berdasarkan sumber dari livescience.com. Itu tuh akibatnya kalau ngeyel. Jadi, teman-temanku terutama yang tinggal dan memiliki aktivitas di Jakarta dan sekitarnya khususnya yuk saling bergotong royong untuk memutus pandemi ini.
Pemerintah Pusat juga sudah mengupayakan yang terbaik menangani kasus Covid-19 ini. Sebagian orang yang gue lihat argumennya kalau Pemerintah Pusat lelet lah, gak capable buat ngurusin wabah ini, lalala lililili. Chill guys, gue yakin mereka yang berada di PemPus juga pasti sudah / sedang merancang sedemikian rupa mengenai upaya seperti apa yang efektif. Makanya kita sebagai rakyat sipil kudu harus inisiatif juga buat diem aja di rumah karena cuma cara ini yang paling efektif sekaleeeee untuk memutus pandemi ini.
Gue gak yakin juga kalau kita harus di-lockdown se-Indonesia itu gak mungkin banget. Faktor lain yang tidak mendukung antisipasi lockdown keseluruhan di negeri ini banyak banget. Yaaaa you name it lah. Bismillah aja ya guys wabah ini benar-benar berakhir di negeri kita supaya kita bisa kembali beraktivitas dan produktif lagiiii. Tapi di rumah aja juga mesti produktif sih, jangan di-shut down tuh otak lo wkwk. Apakek masak kek ngapain kek.
Ciaooooo!
Keep Fashionable While Avoid Covid-19
Here in Indonesia Mr. President has declare about lockdown system for schools, offices, and public agency services. However my office didn’t give any policy to join the lockdown system buttttt i take it as no a big deal. Because i still can do the mix and match my outfit and keep it safe from distancing by people (since everyday i use public transportation, i need to more keep my self being safe). Here i gotta share how to choose your comfort yet fashionable outfit while keep yourself safe from Corona Virus.
*and a bonus how to properly wash your hands, and another things to stay away from Corona Virus*
First thing first, mask please!
A friend of mine who working as a doctor said that mask is unnecessary. But, we must to prepare it inside of our bag. Since everyday i use public transportation to go to the office, i need to wear a mask whenever i am sick or not.
Choose a longwear outfit
From head to toe either its a hijab, long shirt, long pants and long skirt, a socks. Choose the long one. We need to keep distancing from crowd places and give a 1m distance between you and the next person. One attempt to avoid the Covid-19 is wear a longwear outfit. It will protect you. I think will be a good idea if using a handglove also.
Properly wash your hands
Use a hand sanitizer is good but its only dissapear a bacteria on your hands, not a virus. Bacteria and a virus is different. In the middle of the Pandemic Circumtances, better you prepare a soap inside of your bag. I do wash my hands every 30 minutes while i’m at office.
Protect others from getting sick
You know, is not only about you. Is about you and your enviroment. We need to care each other. Distancing from people, avoid crowd places, no shake hands with our friends it doesn’t make you look meaner. It prove that you care. If you already get cough, flu, fever, please take a medical treatment and stay at home.
Blazer, sneakers, pants,sandals, shirt and a cup of tea never fails me.
Tidak ada kata GAGAL jika kamu masih terus berupaya.
Ayo berjuang sedikit lagi. Kamu hanya akan benar-benar GAGAL ketika kamu memilih untuk MENYERAH.
TULISAN MENARIK LAINNYA KLIK DI SINI YA!
Quarter Life Crisis, Gak Serem
Photo by Unsplash
Quarter life crisis adalah puncak kedewasaan yang melanda para manusia dengan berbagai macam pertanyaan di otaknya (simple-nya setelah gue rangkum dari IDN Times). Banyak yang mengetahui kalau hal ini terjadi ketika sudah menginjak usia 25 tahun.
Gue baru usia 21 tahun tapi kok......... gue resah seolah-olah gue sedang menghadapi QLC ini. Ternyata QLC terjadi tidak melulu seperempat abad lo hidup di dunia. Lumrahnya yaaa umur 20-an awal hingga penghujung 20. Bisa saja berlanjut hingga usia 30-an (gue baca di Tirto.id).
Fase ini lagi gue hadapi nih dan kayaknya gue harus sharing mengenai perspektif gue apa yang terjadi dengan tahapan quarter life crisis.
Resah dengan jenjang karir
Saat gue lagi menjalankan skripsi karena waktunya sangat luang akhirnya gue cari-cari tempat magang. Alhamdulillah dapet di salah satu e-commerce di Indonesia. Sudah berjalan hampir 1 tahun dan status nya masih magang even gua sudah lulus menjadi sarjana. Keraguan terbesar tentang karir dimulai.
“ah udah sarjana, gue harus perjuangin nih biar bisa naik jadi pegawai tetap. Tapi mau cari-cari di tempat lain juga deh” itu kata-kata gue dan mulai untuk bikin CV, apply kesana kemari, interview, dan belom pernah sampai ke tahap offering. No offence ya, gue cerita begini karena gue anggap perjuangan dan kegagalan adalah seni dalam mencari sebuah pekerjaan sampai dapet.
Gue sangat senang dan passion di pekerjaan gue saat ini. Asli seneng banget. Banyak banget hal-hal yang gue pelajari dan tentunya gak gabut setelah lulus.Tapi gue mulai resah karena gue pengen banget dapet pekerjaan tetap supaya gue bisa nabung lebih banyak dan mewujudkan satu per satu mimpi gue. Gue yakin akan indah pada waktunya dan berjuang lalu berdoa kepada YME gak boleh terputus.
Financial oh financial.............
Gokheeeeel! Selalu merasa kekurangan dan gak pernah cukup. Tujuan hidup semakin realistis dan membutuhkan segepok uang yang cukup untuk mewujudkan itu semua. Biaya operasional apalagi, beuuuuh ojek online sekarang bisa jadi kebutuhan primer. Mulai mikir harus apa ya biar ada saving.
Akhirnya gue memulai investasi yang harus bisa gua kelola sendiri biar belajar gimana caranya mengontrol emosi untuk mengeluarkan uang. Gue coba bikin rekening reksadana dari sebuah aplikasi yaitu Tanamduit (woi jangan mikir ini endorse ya gua belom terkenal) soalnya bisa beli dari paling kecil setidaknya 100ribu rupiah. Mendisiplikan diri untuk menyisihkan sebagian uang untuk membeli reksadana. Satu-satunya yang bisa gue lakukan demi kemakmuran masa depan yang harus dibentuk mulai sekarang :’) Aku ingin pensiun dengan damai dan menjadi 30 before 30 geng.
Adanya perasaan “gue berguna gaksi selama idup”
21 tahun menjalani hari-hari dan gue pun berfikir apakah yang gue jalani akan menjadi sesuatu yang baik di masa depan? Rasa takut akan sebuah kegagalan kerasa banget. Terkadang takut untuk memulai. Lalu gue sadar yang bisa menenangkan gue adalah diri gue sendiri. Di mindset gue adalah sebentar lagi 2020 maka gue optimis 2020 menjadi awal mula kebahagiaan yang akan gue alami.Aamiin.
Faktor terbesarnya itu geng. Kenapa gue sebut kalau QLC ini gak serem? Ternyata selama kita bisa menyeimbangkan dengan akal sehat dan kemauan untuk maju, semuanya dimudahkan kok. Gue memang belum selesai fase QLC ini tapi gue merasakan semuanya bisa dihandle dengan sangat baik. Teman seperjuangan jangan nyerah ya! Gue yakin kita bisa dan berhasil! CEMANGAT.
Intip tulisan gue yang lain di Instagram-nya @katakusuma ya!