Lelah merapuh :'(
Monterey Bay Aquarium

oozey mess
d e v o n
will byers stan first human second
wallacepolsom
Sade Olutola

Discoholic 🪩
NASA
Three Goblin Art

titsay
Lint Roller? I Barely Know Her
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
I'd rather be in outer space 🛸
KIROKAZE
No title available
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Jules of Nature

No title available
seen from Brazil

seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Switzerland

seen from Italy

seen from Ireland
seen from Australia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Singapore
seen from Hong Kong SAR China

seen from United States

seen from Germany
seen from Australia
seen from Cayman Islands
seen from Ireland

seen from Paraguay
@keysurelalala
Lelah merapuh :'(
Jangan usai dulu, aku masih rindu.
Jogja 39/365
Rindu ini, harus ku bawa kemana? Mencintaimu, harus dengan cara apa? Sedang memeluk dalam do'a saja, kini sudah menjadi sebuah dosa.
Jogja , 32/365
Because of you i didn't give up.
Aku mungkin memang perempuan jahat. Tak bisa ku sangkal, aku lega mendengar kabar kegagalanmu. Menyaksikan bahwa ternyata tidak hanya aku yang terseok-seok mencoba berdiri merangkak kembali mengambil langkah demi langkah. Aku lega, keputusan yang kita sepakati bersama pada akhirnya sama-sama kita renungkan kembali juga.
Tak ada yang pasti bukan? Tak ada keputusan yang tak akan benar-benar tak kau sesali dimasa depan. Meskipun begitu bukankah kita sama? Sebanyak apapun bisa mengulang kita pasti membuat keputusan yang sama. Mau jatuh berapa kalipun kita tak punya pilihan lain selain bangun, memulai lagi.
Bukan begitu? Ego yang oranglain anggap menyusahkan ini bukahkah sangat mengagumkan untuk kita? Karena tidak ingin kalah darimulah aku tak menyerah. Karena egomu yang begitu keraslah aku tak pernah goyah.
Jogja, 26 Maret 2022
Sadar dan sabar, jangan ditakar
Mana mungkin aku tidak rindu. Bertahun bersama, tiada hari yang tak kau isi. Canda, gelak tawa mengisi hari hari kita. Namun tiba tiba harus berakhir begitu saja. Bagaimana aku tidak rindu?
Aku membencinya. Sungguh benci kepadanya yang telah merenggutmu dariku. Aku marah. Hatiku sakit. Namun aku bisa bisa apa? Aku sama sekali tak sebanding dengannya. Dia terlampau hebat merenggutmu dariku. Dan aku hanya bisa terpaku, tertunduk melihat kepergianmu. Rasa sakit ini sungguh meyiksa. Aku yang tidak bisa apa apa.
Meskipun kau berharap aku melupakannya dan memulai hidup baru dengan bahagia. Bagaimana aku bisa? Bukankah kita hebat bila bersama? Tak ada yang bisa menggantikanmu. Tak akan pernah ada. Kau akan tetap dan selalu ada dihatiku.
Semesta akan membalasnya. Dia yang merenggutmu akan menerima balasan nya. Sekeras apapun berusaha, ia akan selalu merasa usahanya sia-sia. Kau tak akan berhenti bukan? Kau sebernarnya tak ingin pergi bukan? Kembalilah. Suatu hari nanti entah dengan cara apa semesta menulis ceritanya. Kembalilah.
Agar dia sadar, menghancurkan kebahagian oranglain sama saja menghancurkan kebahagiaan nya sendiri. Dia akan dihantui kekosongan seumur hidupnya. Segala sesuatu yang dia miliki tak akan benar benar menjadi miliknya. Segala sesuatu yang dia kejar tak akan pernah dimiliki seutuhnya. Balasan semesta nyata.
Sekarang aku sedang berjuang. Menjadi lebih kuat. Menjadi lebih hebat. Agar kelak mampu melindungimu. Maka jangan ragu. Kembalilah. Aku disini menunggu mu.
GK, 25 Juni 2021
17 November 2019
Aku bersungguh sungguh ingin menikah denganmu, terlepas bagaimanapun kondisi kamu sekarang. Jangan menyuruhku mencari yang lebih baik. Kamu terbaik sayang. Aku mencintaimu. Karena Allah.
Jangan semaumu mengartikan kebaikan lelaki. Karena pada dasarnya, lelaki baik itu tak pilih-pilih kepada siapa akan berbuat baik. Kau tanya, dia jawab. Kau minta tolong, dia bantu. Kau mengeluh, dia simpati. Kau tampak sulit, dia tawarkan bantuan. Kalau tak mau sakit pada akhirnya, jangan buru-buru menerjemahkan kebaikan seorang lelaki sebagai perlakuan istimewa untukmu seorang.
— Taufik Aulia
Ketika berbicara tentang...
Aku pernah diposisi itu. Begitu mencintai seseorang. Menyayanginya, mempercayainya, menaruh harapan dan mimpi-mimpi bersamanya, menjadikan dia satu-satunya seorang asing yang ingin kubersamai sepanjang hidup. Aku pernah diposisi itu. Di sudut tidak tau menau tentang peristiwa peristiwa kecil yang mengubah segalanya. Tidak pernah tau dan tidak pernah terbayangkan. Membersamai seseorang berbekal yakin dan percaya ternyata tak membuatnya memiliki keberanian. Hingga takdir itu tiba suatu hari. Tak pernah sekalipun terlintas dibenakku, takdir menyakitkan itu. Merenggut segalanya tentangmu. Ragamu, jiwamu, cintamu, sayangmu, yakinmu, percayamu, harapan dan mimpi-mimpimu. Semua hilang dalam satu tarikan nafas. Malam itu, aku sungguh berharap kau berjalan seorang diri. Aku sungguh berharap keputusanmu itu tidak Semesta Ridhoi. Aku sungguh berharap kau menyesal dan kembali. Tanpa pernah tau, tanpa permisi tanpa apapun yang kau sisakan disini. Kau merenggut segala yang kuusahakan dalam diri. Ketulusanku selama ini, berakhir dalam sebuah kalimat basa-basi. Semoga bahagia -sebenarnya itu untuk diriku sendiri. (Sebuah ketidakmungkinan yang selalu ku segerakan).
Aku mungkin tidak pernah mencintaimu dengan perasaan menggebu gebu seperti yang kau terima sekarang. Tapi ingatlah, apa yang sungguh sungguh kujaga dan kurawat dengan cara sederhana itu adalah apa yang kuusahakan tidak pernah pudar dan luruh setiap waktu. Sayangnya kau secepat itu menyerah.
sudah minta maaf tapi masih tak tau diri menyakiti.
mereka bilang cepat atau lambat perpisahan itu pasti akan terjadi,
bagiku kenapa harus sekarang kita berpisah? kenapa harus di saat aku paling menginginkanmu? kenapa disaat kamu jadi satu satunya harapanku? kenapa tidak tahun depan? kenapa tidak tahun lalu saja? kenapa harus sekarang?
tak ada sepatah katapun
kau tulis,
hanya sebuah titik
dan semua berakhir
begitu saja
masih banyak yang belum sempat kukatakan padamu---
maafkan harus ku hapus dirimu dari sini, aku hanya tidak ingin.... ah tebak sendiri
menahan jemariku mengetikkan namamu bukan hal mudah.