Ada
...
Ada orang-orang yang ketika kita bersamanya, kita akan berusaha berpenampilan dan berperilaku sebaik mungkin. Menjaga apa-apa yang tampak dari diri kita, mulai dari kata-kata, pakaian, langkah kaki, cara tertawa, buku yang kita baca, hingga apa yang sebaiknya kita unggah di sosial media. Sebisa mungkin menjadi versi terbaik dari diri kita. Tujuannya, beraneka ragam. Ingin diterima, menjadi orang yang nyaman, bahkan tak jarang agar bisa menjadi sosok yang paling dicari atau bisa diandalkan. Kalau kamu pernah di posisi ini, terkadang melelahkan bukan? Dengan terus menahan diri sepanjang waktu untuk tetap tampil performa agar jadi sempurna.
...
Ada juga orang-orang yang kalau kita menghabiskan waktu dengannya, rasanya tidak ingin lama-lama. Kayak nggak nyaman aja bawannya. Sesekali kita tak menghiraukannya, bahkan berungkali sering menghindarinya. Beragam alasan, bisa karena tidak suka, tidak cocok, atau tidak ingin saja bersamanya. Ada juga yang sampai-sampai kita rela mengeluarkan sisi termembosankan dari diri kita, agar dia pergi, tidak mencari, bahkan sampai agar tidak menyukai kita lagi. Kadang aneh jikalau dulu kamu juga pernah di posisi ini. Ya kalau dipikir-pikir, kenapa sih sampai harus begini?
...
Dan... ada orang-orang yang ketika kita bersamanya, gak perlu tuh yang gimana-gimana, jadi siapa-siapa, yaudah aja gitu, apa adanya. Mau lagi capek, ya capek aja. Mau lagi moody, ya moody aja. Mau ketawa sampai cekikikan, ya ketawa aja. Lepas rasanya. Menghabiskan waktu bersamanya, kita benar-benar bisa merasakan jadi manusia seutuhnya. Nggak hanya boleh bahagia, tapi juga boleh sedih dan terluka. Ngga hanya harus jadi mandiri berdikari, tapi gapapa kok sesekali menggantungkan diri sembari istirahat sejenak meluruskan kaki. Nggak harus terus jadi sempurna, adakalanya kita diberikan jatah untuk salah, lupa, dan bangkit lagi untuk mencoba.
Sayangnya, orang-orang seperti ini yang sering kita lupa, sering tidak kita sadari dan apresiasi atas dukungan dan penerimaan penuhnya terhadap diri kita.
Coba ingat-ingat, siapakah mereka? Jangan-jangan, kita benar-benar lupa, belum berterima kasih padanya…














