Semoga kita dimudahkan dari apa yg dirasa sulit, dan dilapangkan dari apa yg dirasa sempit..
seen from Norway
seen from China
seen from Singapore
seen from South Korea
seen from Singapore
seen from Singapore
seen from Singapore
seen from Singapore

seen from Singapore
seen from Singapore
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from Belarus

seen from India

seen from Indonesia
Semoga kita dimudahkan dari apa yg dirasa sulit, dan dilapangkan dari apa yg dirasa sempit..
setelah mastato'tum, aku belajar tentang lapang
Dua tahun ini, mungkin pelajaran paling besar yang aku dapatkan adalah tentang berjuang semaksimal mungkin. Dengan amanah di organisasi, amanah sebagai Pemandu di asrama, membuatku belajar untuk maksimal mengerjakan amal yang menjadi tanggungjawabku. Hari hari berputar dengan dinamika pertemanan, konsepan acara dan daurah, kurikulum pembinaan, program kerja satu ke program kerja ke sepuluh, juga lika-liku kehidupan lain yang membawa banyak makna.
Kemudian tahun ini, peran-peran itu berakhir, berganti ke peran-peran berikutnya. Amanah organisasi baru, amanah sebagai Kakak dari Pemandu di asrama, ternyata membawaku ke pembelajaran baru. Kali ini bukan lagi sekadar mengajarkanku tentang mastato'tum, tapi juga tentang lapang.
Peran kali ini, mengajarkanku untuk lapang. Lapang menerima bahwa adik-adikku punya banyak sekali kelebihan sekaligus kekurangan. Lapang menghadapi mereka yang sedang belajar dan bertumbuh di perannya. Lapang walau harus berhadapan dengan ritme yang lebih lambat, pertanyaan yang lebih banyak, serta kebingungan yang hadir terus menerus padahal jawabannya cukup mudah didapatkan --menurutku.
Ketika tahun lalu aku diajarkan untuk bergerak cepat, berpikir tepat, maka tahun ini aku diajarkan untuk melambat, tapi sambil menggenggam tangan adik-adik untuk menemukan jalan mereka. Beberapa kali sempat terbersit kesombongan "Padahal dulu aku ga sebegininya...", yang pasti berasal dari sisi kotor dan buruk hati.
Aku sadari pasti, berada di titik ini juga karena tangan para kakak yang tidak melepas genggamannya untuk menuntunku mencari jalan. Para kakak yang meminjamkan jejak-jejak langkahnya padaku untuk mencari arah tuju. Maka, kali ini aku teruskan uluran tangan kebaikan mereka ke adik-adikku selanjutnya.
Dan, sekali lagi, setelah belajar mastato'tum, aku belajar lapang.
Pemalang, 27 Januari 2026
Kita menjalani hidup ini dengan tahapan demi tahapan, dimana disetiap tahapannya akan ada campuran rasa; sedih, hampa dan bahagia. Tapi bagi mereka yang pandai mensyukurinya akan selalu terasa lapang di dalam dada.
Takdir Allah datang tanpa perlu menunggu kita siap atau belum. Itulah bentuk kasih sayang-Nya. Allah paling tahu apa-apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
Percaya, bahwa takdir-Nya tidak akan pernah membuatmu kecewa.
Seringkali kita menghadapi takdir dengan kekhawatiran. Padahal takdir-Nya tidak mengkhawatirkan, tidak pula melemahkan.
Hanya hati yang belum siap menerima. Maka, berprasangka baiklah.
Semoga Allah berikan kelapangan hati dan ketentraman jiwa untuk menerima setiap takdir yang telah ditetapkan.
Tangerang | 10 Mei 2023 | 19.14 WIB
[18]
Atas segala penundaan, aku pun tak pernah tau rencana indah mana Allaah akan berikan.
Ya Allah, berilah kelapangan hati atas segala sabar dalam penantian. Aamiin.
Dapatkan waktumu. Rasakan keberkahanmu. Pertahankan senyummu. Lapangkan hatimu. Nikmati prosesnya, mulai dari sekarang. Definisi niat yang selalu ter-refil dengan kesempurnaan tindakan.
Dina and Me
Jangan pernah mencari kesempurnaan dari diri seorang insan, karena kamu tidak akan pernah menemukannya.
Kesempurnaan hanyalah milik Allah, maka dari pada sibuk mencari kesempurnaan, mohonlah kepada Allah untuk diberikan hati yang lapang yang mampu menerima segala bentuk ketidaksempurnaan yang ada.
@penaalmujahidah
Jangan risau.
Tak usah risau, yang Allaah takdirkan: jauh, akan menjauh, dekat akan mendekat.
Yang Allaah tetapkan: pergi akan pergi, kembali akan kembali.
Apa yang kita risaukan, jika tiap pertemuan dan perpisahan telah Allaah tuliskan sebelum langit dan bumi diciptakan.
Ustadz. Roni