Satu obat potensial untuk kebodohan manusia adalah sedosis kerendahan hati.
--- Yuval Noah Harari
Xuebing Du

#extradirty
todays bird
will byers stan first human second
Today's Document

izzy's playlists!
art blog(derogatory)

⁂

Discoholic 🪩

Janaina Medeiros
taylor price
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

if i look back, i am lost

Andulka
hello vonnie
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.
Mike Driver
d e v o n
NASA

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from New Zealand

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Algeria

seen from Brunei

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Finland

seen from Singapore
seen from India

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Brunei
seen from Norway
@kurnia
Satu obat potensial untuk kebodohan manusia adalah sedosis kerendahan hati.
--- Yuval Noah Harari
Tempat sampah.
Pagi-pagi dengar suara tetangga, cukup kencang, minta satpam agar sampah milikku dipindah, jangan ditaruh di samping rumah dia. Sebenarnya tempat sampah kami sudah sejak dulu ada di situ, karena aku ikut-ikut pemilik rumah sebelumnya, yang notabene masih saudara tetangga itu.
Ah sudahlah, aku nurut saja, ya memang hak dia krn itu bagian rumahnya kok. Cuma kecewa kok dia gak ngomong langsung, malah teriak2 nyuruh orang lain. Seperti hubungan tetangga gak ada artinya.
Setelah dia pergi, aku mulai siapkan tempat sampah persis depan gerbang rumahku, terus mindahin tempat sampah dan sampah yang ada. Pas selesai aku pindah, pak satpam kebetulan lewat.
"Iya pak, di situ saja. Emang mulut perempuan suka gak karuan", katanya. Lah, aku aja woles, satpam malah yang sebel hehehe.
Di sebuah warung.
+ : Jamunya ada apa saja, Mas?
- : Beras kencur, temu lawak, kunir asem.
+ : kasiatnya?
- : kunir asem bisa buat menurunkan berat badan juga.
+ : ada gak yang bisa buat menurunkan beban hidup?
- : kalau itu kopi, Mbak.
+ : kopi apa, Mas?
- : KOPI KIR hidup bisa seenak itu tanpa beban 😛😛😛
Nb: gambar hanya ilustrasi 😁
Betapa pentingnya keplok, tepuk tangan itu. Ternyata tepuk tangan adalah candu.
-- Butet Kartaredjasa
Beli makan di warung yang belum lama buka, biar gak penasaran.
"Totalnya jadi 41 ribu", kata kasir.
Aku serahkan selembar 50 ribu dan selembar seribu. Kasirnya bengong.
"Cuma 41 ribu, ini sudah lebih".
"Ya kan biar kembaliannya pas 10 ribu", ngapain juga aku jelasin ya.
"Gak usah", kasir menyerahkan lembaran seribu itu, aku terima, simpan ke dompet.
Mbak kasir buka cash register, terus coba nyari kembalian. Dia ambil selembar 10 ribu, terus agak ragu. Aku nyengir, untung ketutup masker. Kan, dalam hati.
"Boleh minta yang seribuan tadi? " katanya sambil menyerahkan uang sepuluh ribu itu.
Pengen ngakak tapi kok gak tega, aku serahkan lembaran seribu rupiah itu sambil senyum saja.
Ada yang bilang, kopi itu enaknya diminum saat panas. Tapi tak sedikit yang hanya mau minum es kopi. Buatku, kopi hangat atau dingin gak masalah, yang penting masih terasa kopinya.
Yang masalah itu kalau ngaku minum kopi, tapi yang terasa malah sirup, atau susu. 😃☕.
"Wah, hujan lagi", kata seorang tukang ojek online.
"Siap-siap gini terus, Bang, sampai bulan Februari" lanjutnya, terus ngeloyor pergi buru-buru antar pesanan.
Semangat, Bang!
Santai di pantai ... 😬
Orang yang merasa tertindas atau diperlakukan tidak adil, sering bilang "Karma itu ada, biar nanti dia kena balasannya."
Tapi pernahkah mereka berpikir bahwa mungkin yang mereka alami saat ini adalah karma yang harus mereka tanggung?
Kerokan
Nonton film New Turn dari Taiwan, ada adegan kerokan.
Jadi ingat dulu pernah nonton film Hollywood, tentang bule punya istri orang Vietnam. Suatu hari si bule kaget waktu lihat istrinya kerokan, dikira cidera karena badannya merah-merah.
Jadi bukan hanya orang Indonesia yang melestarikan budaya kerokan ini, yang katanya berasal dari Tiongkok sejak abad kelima.
Dulu, saat turun hujan lebat, bapak selalu bergumam "Jangan pakai angin, mudah-mudah rumah gak bocor."
Sekarang, akupun mengucapkan doa serupa.
Berhenti sejenak beli wedang ronde dan kebab buat makan malam.
Penjual: Pulang kerja ya?
Aku: Iya (senyum)
P: Alhamdullilah. Jauh?
A: Enggak, di Menjangan saja.
Lama tidak merasakan obrolan sepele seperti ini.
Bahkan sekedar rutinitas pulang kerja pun, banyak hal yang bisa disyukuri.
Sepatu butut yang minggu lalu lepas sol, hari ini masih sanggup diajak jalan 5km, setelah direkatkan pakai lem 16 ribu 😁.
Pura-pura Tidur
Fe main rumah-rumahan, dan pura-pura waktunya tidur. Aku tiduran sambil membuat suara ngorok.
"Hei.., bapak belum tidur", protesnya.
"Sudah", jawabku.
"Kalau tidur quite, gak bersuara".
"Kan bapak tidurnya ngorok"
"Enggaklah, kalau tidur bersuara itu monyet. Kalau orang ya quite." Fe tetap ngotot.
Lah 🤦♂️😁
#iseng
Ditengah asyiknya makan siang sembari nonton drakor, tetiba anak lanang bilang kalau mau pup.
"Sudah bapak", teriaknya. Oke, stop makan, nyebokin bocah dulu.
Beres, lanjut makan.
---
That's life, shit happens.
Clean up the mess, and continue enjoy your time. Life must go on.
Pertengkaran absurd di suatu Minggu.
Dari kejauhan aku bisa melihat lampu lalu lintas berwarna hijau, langsung mencoba mempercepat laju motor. Sayangnya di depan agak kanan ada motor emak-emak pasang sein ke kiri, terpaksa aku melambat. Sampai di perempatan pas lampu berubah merah.
Di sebelah kanan ada mobil berhenti, disusul sebuah motor yang mendekat, dan langsung terdengar keributan.
+ : @&"*hsh¥¢°π€ (gak jelas ngomor apa si supir mobil)
- : e@*&¥|√×gw*# (gak jelas juga balasan si supir motor)
+ : saya ini sarjana hukum
- : enggak peduli
.... lanjut adu sumpah serapah gak jelas ...
+ : jangan gitu lah, kamu itu dah tua
- : kamu juga dah tua, .... ayo turun kalau berani
+ : ayo...siapa takut ..
Meski mereka pakai masker, aku bisa pastikan memang wajah mereka lebih tua dibanding aku.
Kirain bakal ada perkelahian seru di perempatan itu. Aku cuek saja, menunggu lampu berubah hijau yang sepertinya masih lama.
Mendadak pengendara motor tancap gas, padahal lampu lalin masih merah. Hampir saja tabrakan dengan kendaraan yang melaju dari arah lain.
Pengendara motor di samping kiriku menggerutu dan penasaran. "Apaan sih?", tanyanya. Aku senyum saja, gak kelihatan juga sih, kan pakai masker.
Sifat membenci hanya ada pada orang yang sudah bangkrut secara spiritual.
--- Jely Bandaro