If You Love Someone, Tell Them.
Suara dari potongan adegan Grey’s Anatomy, Sex Education, How I Met Your Mother, Meet joe Black, The Perks of Being a Wallflower.
Musik latar oleh Eskmo - I Love You And I Let You Go, dari 13 Reasons Why.

izzy's playlists!
art blog(derogatory)
TVSTRANGERTHINGS
No title available
Keni

★
No title available
noise dept.
will byers stan first human second
𓃗
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Discoholic 🪩
sheepfilms
I'd rather be in outer space 🛸
Jules of Nature
h

No title available
No title available
Game of Thrones Daily
Sweet Seals For You, Always
seen from Germany
seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Serbia
seen from Malaysia
seen from Austria

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from China

seen from France
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Mozambique
seen from United States

seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
@kutipananya
If You Love Someone, Tell Them.
Suara dari potongan adegan Grey’s Anatomy, Sex Education, How I Met Your Mother, Meet joe Black, The Perks of Being a Wallflower.
Musik latar oleh Eskmo - I Love You And I Let You Go, dari 13 Reasons Why.
28 Februari
Hai Tumblr, let me write something here. Tulisan untuk seseorang yang mungkin tidak akan pernah baca. Karena ya siapa juga yang masih main Tumblr tahun 2021 gini. Seperti anak muda lainnya, post ini akan dihapus mungkin dalam beberapa hari ke depan.
Hari ini tepat 2 Maret 2021, gue menulis ini di sebuah kafe dekat rumah yang cukup ramai. Tulisannya kali ini gue harap tidak terlalu panjang, karena ya lebih enak simple aja ya.
Bulan lalu kan bulan Februari ya, bulan cinta katanya. Ya gatau sih, tapi 1 thing for sure, i got my closure, one from you.
Hi F, di awal bulan kamu tiba-tiba hubungi aku untuk minta maaf. Jujur aja, bukan maafnya yang sedikit bikin bingung, tapi kenapa tiba-tiba hubunginnya itu. Dan, hal tersebut membuat aku panik dan bingung. Iya, bingung apa harus balas, dan kalo pun harus balas ya balas apa.
Setelah mencoba berpikir santai, akhirnya aku balas kamu. Dan lahirnya beberapa percakapan kita yang berakhir, kayaknya, aku yang marah sama kamu.
Yes, aku marah. Bertahun-tahun aku marah, berusaha meredam sendiri, berusaha nenangin diri sendiri tanpa tau alasan pastinya, dan baru tahu setelah sekian tahun. Dan aku marah.
Tapi apa lantas aku enggak memaafkan kamu? Saat itu jawaban aku : enggak tahu.
So. i took my time.
Aku buka lagi semua foto-foto kita. Yes, enggak usah kaget karena aku masih simpen foto kita, tentunya ketika lagi bersama dengan teman-teman kamu. Aku bahkan masih mencatut nama kamu di foto lama di laman instagramku.
Aku pandangi nama kamu. Aku pandangi setiap ekspresi yang kita tampilkan dalam foto itu. Dan, semuanya kembali lagi. Memorynya.
Dan apa yang aku rasa? Nothing. I feel nothing. Bukan marah, bukan kecewa, nothing aja. Aku hanya ngerasa: ya memorynya menyenangkan. Kita berdua tampak bahagia. Lalu? Semua tampak biasa aja yang aku rasa.
Dan semua aku diamkan hingga ulang tahunmu kemarin. 28 Februari.
Kamu kini sudah menginjak usia 29 tahun. Sudah menikah dan memiliki seorang anak yang wajahnya mirip banget sama kamu.
28 Februari memang ulang tahun kamu, tapi 28 Februari tahun ini pun menjadi hari aku.
Hari dimana aku benar-benar bisa melepas kamu.
Aku buka Instagramku, aku buka profilmu, aku liat storymu.
Dan tanpa aku sadar, senyum bahagia merekah di hatiku.
Aku memaafkanmu. Tanpa syarat. Tanpa tapi.
Doakan aku bahagia seperti kamu yang telah menemukan seseorang tempat kamu pulang.
Karena kini, tepat di tanggal 28 februari kemarin, aku sudah menemukan rumah untuk aku pulang.
Ceritanya lucu. Awal selalu teringat tapi akhirnya belum keliatan.
Padahal baru di hari ke 3 di tahun baru.
Temani Aku Jatuh Cinta
Kita yang pernah bersama ketika senja, saat hanya aku yang jatuh cinta. Kita yang pernah membicarakan banyak kata, saat hanya aku yang ingin bicara cinta.
Aku ingin membuatmu jatuh cinta sekali lagi, atau beberapa kali lagi. Selama waktu tidak pernah memberi tahu, kapan harus berhenti.
Malam ini tidak terlalu aku. Ia ramai tak sunyi, banyak suara lantang di sana-sini. Di ujung jalan sana ada yang bernyanyi, lagu yang ingin sekali kau nyanyikan bila aku temani. Tapi tak pernah lagi.
Musim penghujan, senja jarang ada membawa kenangan. Tapi hujan selalu menjatuhkan banyak kerinduan. Bulan Desember telah berganti, Januari aku ingin menari bersama suara lolongan anjing-anjing liar di jalan. Hingga rambutku terurai tertiup angin pasai.
Aku bosan. Aku ingin kau tegur walau kau enggan. Temani aku, malam terlalu ramai. Aku ingin sepi, biar hanya suaramu yang terdengar, seperti sebelum kau pergi.
Temani aku menari. Meski aku tak pandai, tapi aku berusaha untuk tak menginjak kaki. Temani aku jatuh cinta, meski aku tak istimewa, tapi aku berusaha untuk tak menuai luka.
Tidak mampu jatuh cinta lagi apakah selalu berarti seseorang belum move on dari masalalunya? Kurasa tidak selalu begitu. Sama seperti ketidakmampuan seseorang untuk percaya setelah dikhianati oleh orang yang paling dipercayainya. Ia bukannya masih mencintai atau berharap pada orang tersebut dan tidak mau menerima orang baru. Semua ini hanya menyangkut satu kata; trauma.
(via krisanyuanita)
Berjuang atau Menyerahlah
Aku mau jatuh cinta yang baik. Jatuh cinta yang tidak membuatku merasa terusik. Aku mau jatuh yang tidak sendirian, penuh kepastian dan jelas segala tujuan. Aku tidak mau (lagi) jatuh cinta sembarangan.
Kalau kau begitu ingin membuatku jatuh cinta dengan segala cara, aku tetap tak bisa. Kalau caramu masih sama dengan laki-laki lainnya. Kalau masih kau ganggu aku dengan segala rayu dan goda. Kalau masih tidak kau jaga diri dan hatimu dari perempuan di luar sana. Kalau masih tidak kau ketahui bagaimana cara mencintai yang sebenarnya. Kalau bukan Dia yang kau jadikan cinta di atas segala cinta.
Kau hanya perlu datang dan mengetuk dengan benar. Kau hanya perlu menemukan kunci yang bisa membuka hatiku dengan lebar. Pun niatmu tidak hanya sekadar melihat-lihat. Sebab aku tidak sedang menjual rumah atau menyewakan sebuah tempat.
Kalau kau ingin menyerah, menyerahlah setelah berjuang. Kalau kau ingin berjuang, berjuanglah dengan elegan. Aku tidak sedang mempersulitmu, justru aku ingin membuatnya menjadi mudah. Sebab kau sudah kuberi tahu dengan jalan apa harus menujuku. Berjuanglah dulu, barangkali nanti aku menyerah padamu.
Kalau memang ternyata bukan aku, maka pulanglah dengan gagah tanpa tertunduk lesu. Berjuanglah lagi dan temukan bidadari yang tepat untuk kau bersamai. Seperti itulah yang aku ketahui bagaimana seharusnya seorang lelaki.
Kalau tak mau berjuang, kalau hanya ingin menikmati permainan yang kau ciptakan, pergilah dari pandangan. Aku tidak ingin lelah menghadapi seseorang yang membuat dekat pada kesia-siaan. Selamat memutuskan; memperbaiki dan melanjutkan perjuangan atau menyerah dan mengaku kalah sebelum menghadapi peperangan.
Malang, 27 April 2017.
Before I fall in love again 1. I want us to be friends. Which means, I want to be able to eat my favourite cheese crust pizza with you, while having cheese all over my face and even in my hair, without feeling embarrassed or concerned about it. I want to be comfortable with you, I want to be okay about being messy, irritating, embarrassing, disgusting, petty while with you. Because I will be petty when I see my ex best friend post a happy picture and I will be messy during my finals and I will be embarrassing when I meet your parents for I suck at meeting parents. I want to be okay with being the way I am and the only way to be okay is to know that you’re okay with me being things other than beautiful, graceful and composed at all times. 2. I want to be able to have long and passionate conversations with you not just about existential things but also about what went wrong in the ending of that book and how kids are affected by media and how tomato basil combination always works. I want to have conversations where we may not always have the same views but our fundamental values always fall in place. I want to talk to you about the beauty of the stars but I also want to talk to you about the disgusting mentality behind certain societal norms. 3. I want to see how consistent your actions are with your words. I don’t want to fall for love letters or poems, for sweet Instagram captions or long birthday texts, I want to fall in love with you showing up on time and keeping your promises. 4. I want to take it slow. I want our story to work out in years, not months. I want to respect time and space this time. 5. I want to make sure I am not seeking love from you for the lack of love I have for myself. I want to make sure you aren’t a void I am filling in, you are not an alternative to the things I can’t give myself. I want to make sure you are not doing the same. 6. I want to work out with my insecurities and fears from the past. I don’t want to project them on you, I don’t want to subject you to the doubts, suspicion and anger I carry from the people I have known in the past. 7. Before I fall in love again, I want to make a mattress with you. Of understanding and respect and trust. So when we fall, it doesn’t hurt.
creatingnikki (via wordsnquotes)
I needed to be somewhere different. Maybe I needed to be someone different, too.
Heather Davis; The Clearing (via sunsetquotes)
لا أبحث عن نصفي الأخر لأنني لستُ نصفًا. -I’m not searching for my other half because I’m not a half.
Realizing this is one of the things that made the biggest difference in my life, not just in my relationships. (via twentyonepunkens)
Salaryman vibes
He is nearer to you than yourself Why look outside?
Rumi (via rumiposts)
If you want the moon, do not hide at night. If you want a rose, do not run from the thorns. If you want love, do not hide from yourself.
Rumi (via asking-jude)
Jalan
Ada yang setelah sekian lama menunggu, akhirnya berujung temu. Ada pula yang sebaliknya, menunggu seseorang sekian tahun, ternyata digantikan dengan seseorang yang lebih baik. Yang lebih siap. Meski tak terduga sebelumnya.
Ada yang diam-diam mendoakan, menyodorkan proposal di tiap sujud panjangnya pada Allah, ternyata entah bagaimana cara Tuhan mempertemukan, doa-doa itu dikabulkan. Ada yang sudah demikian gigihnya mencintai dalam diam, mendoakan di sepanjang malam, tapi Allah punya suratan lain. Meski takseindah milik Fatimah yang dalam senyap mengagumi Ali, tapi menurutNya–garis ini sudah yang terbaik.
Ada yang sedang menggugu, hatinya baru saja patah. Tapi tetiba, Allah kirim obat merah. Yang perlahan menyembuhkan, yang mau dengan sabar membangun lagi kepercayaan.
Ada yang butuh bertahun-tahun untuk kembali menata serpihan, tak apa, pada akhirnya dia menemukan jalannya. Mungkin romansa bukan genrenya. Tapi tak pernah ada prasangka buruk padaNya. Barangkali, nanti di akhirat Allah simpankan satu yang paling baik untuknya. Biar kali ini ia hidup dengan cinta yang lain; cinta pada ilmu pengetahuan, cinta pada pengabdian, cinta pada kebermanfaatan, cinta pada keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Ada yang sedang menata diri. Biarkanlah, jangan dipanas-panasi.
Ada banyak jalan, ada banyak kisah. Ada banyak yang bisa diambil pelajaran, ada banyak pula yang bisa kita petik hikmah. Setiap kisah, punya air matanya masing-masing, punya tawanya masing-masing.
Selamat menata prasangka baik, selamat menjalani jalanmu dengan sebaik-baiknya! Perdengarkanlah kisahmu nanti, untukku. Agar aku bisa belajar juga dari situ.