will byers stan first human second
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

ellievsbear
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
KIROKAZE
AnasAbdin
hello vonnie

blake kathryn
Claire Keane
I'd rather be in outer space 🛸

@theartofmadeline
occasionally subtle

祝日 / Permanent Vacation
Lint Roller? I Barely Know Her
Misplaced Lens Cap

Andulka
🪼
Sweet Seals For You, Always
DEAR READER
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@limabelaslimabelas
By Maysoon Masalha , Abu Dhabi’s airport art hub 👌
holy … .WHOA.
Beautiful.
Wow…just wow!
Er...
Well... Sebetulnya saya udah nyoba nulis dari kemaren biar pas momennya. Tapi ternyata takdir berkata lain. Baru bisa klik sekarang dan ... voila! Happy birthday, Arsa. I don't paint, I don't sing, but I write quite decent. A bit decent. So... I hope it suits your likings. Enjoy. _____________________________________ ANGKA Sayang, angka hanya sebatas angka, bila kau tanya padaku Serupa delapan tahun yg kita habiskan dalam ragam rentang jarak Serupa frasa yang kita jalin saat mulut tak bisa saling ucap Namun angka bukan hal yang tanpa arti; yang mampu berkelebat lalu, kemudian hilang bagai asap. Tidak Ia ada. Kekal dan sekal. Menutup rongga menganga, utamanya bersebelahan dengan bilangan detik, bilangan menit, bilangan jam Bilangan kapan kau lulus SMP Bilangan pertama kali kau kecap seragam putih abu-abu Bilangan saat segala seragam kau tanggalkan untuk berganti rupa menjadi seorang maha di antara siswa Tetapi bukan pula, lantas angka menjadi sedemikian dewa Disembah puja lewat segala hitungan yang ia bawa Sebab, Sayang, delapan tahun hanyalah delapan Hanya delapan yang dari sana terbentang cerita yang saling berkelindan; Sementara sudah paham benar kah kau mengenai apa yang terlewat dalam kesilang-sengkarutan waktu di dalam yang delapan itu? Sama pahamnya kah dirimu dengan angka dua dan nol yang kini akan berjejeran tiap kali penamu mengisi biodata bertitik-titik? Dua puluh hanya dua dan nol, sejatinya Hanya dua karakter dan tidak lebih Sebab di antara dua dan nol tak ada sepotong kue cokelat yang mampu menggarislugas lapangnya hatimu Dua dan nol sebatas angka yang tidak lebih baik dari sekadar satu, atau lima Atau tiga Sebab, Sayang, adalah kita yang menentukan dengan angka sebanyak apa diri ini sanggup ditakar
Birthday
Today is only going to be another a bunch of emails day, thesis day, chats day, books day and course day. Udah. Dan semua itu berubah akibat WA dari Neno, Isti, email dari Periplus dan LINE Bapak-Ibu. Saya ultah ternyata...
Udah lama ulang tahun jadi sekadar tanggal dan bilangan buat saya. Di keluarga sendiri juga ultah bukan suatu hal yang dipandang perlu untuk diselebrasikan. Hampir nggak pernah ada kado. Paling cuma ucapan selamat, pas lagi jauh ya ditelepon (sebelum, mungkin, orang tua tahu kalo saya punya tendensi nggak suka ditelepon karena “risih”), atau lewat chat media semacam LINE. Terus diajak makan di luar kalo lagi di rumah. Udah. No present whatsoever, nothing. That is our way to show our love to the birthday person.
Makanya, maaaaffff banget kalo saya suka lupa sama ultah orang. Bukan cuma temen, tenang aja, tapi juga sodara, sepupu paling deket aja saya lupa. Ya ga usah gitu deh. Ultah sendiri aja nyaris ga ngeh. Demi kucing, saya bahkan baru inget if yesterday was JongDae’s bday as well as my uncle’s. Dan saya ga ngucapin apapun. Belum. Ha!
If I remember your bday, you must be someone sooo special and close to my heart as much as my parents-lil bro to me.
Seriusan sori banget. Ini entri dibuat bukan buat koar-koar kalo saya lagi ultah hari ini. Nggak. Justru, saya lagi ngerasa kurang ajar. Orang lain inget ultah saya, kenapa saya ga bisa inget ultah mereka. Kurang baik, kurang perhatian apa mereka sama saya coba. I love each of you guys, ga peduli lo deket/ga sama gw. Seriusan ya, diucapin ultah aja gw udah seneng banget. Ga perlu lah pake kado-kadoan. Meski, kalopun dikasih, saya ga nolak kok huahahaha.
Yeah, that’s the problem, man. Saya minta maaf ya buat yang mungkin ultahnya saya lupain, kelewatan atau gimana. Lalu, makasih udah sudi nyempetin, ngeluangin waktu dan pulsa/kuota buat ngetweet/chat/sms saya hari ini. Semoga doanya dikabulkan Allah SWT. Amin... Dan doanya yang baik juga balik ke kalian. Amin...
Kalian baik banget sumpah. And sweet. Saya sampe malu, terus terharu banget. Sorry if I don’t talk much. I’m a girl of few words. But, this I’m telling you guys: “Thank you. I love you all.”
Me: Since when he (my brother) masters English this well?
Bapak: Since you left.
M: Good. Makes him doesn't live under shadow anymore.
B: But you still do.
M: (pause) (sigh) I do. Under /your/ shadow.
How can people write so many bullshits on their thesis? I wrote it bluntly, straightforwardly and I just get some pages. Like ... what?
... Atau dia sekadar berganti-ganti keyakinan, tidak mencintai Tuhan ataupun ateisme, tapi mencintai ideologi itu sendiri---seperti bagaimana dia tidak mencintai wanita, tapi konsep mengenai wanita.
Helene Wecker, The Golem and The Jinni
(deleted scene)
kenapaa kenapa adegan ini malah masuk deleted scene uuuuhh >___<
Kencan sama lelaki yang bisa berkisah tentang Alice Munro hingga George Soros, bedanya eureka sama voila, hipster dan gotik, co dan com, dan tentu saja tletek di Black Canyon bukan melulu Kali Code, jelas menjadi bagian integral dari level kualitas kesejatian-kewanitaan ---- Di atas ada cuplikan tulisan Edi AH Iyubenu pada suatu artikel yang mengusung kejombloan khas Nyai Ontosoroh. Saya tertarik, saya baca, lalu PLAK! Rasanya tertampar.
Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai.
Nyai Ontosoroh
Saya habis ketemu Agus Noor! Alhamdulillah sudah pernah ketemu Dewi Lestari. Berikutnya niat ketemu Puthut EA, lalu SDD dan disusul Seno Gumira. Syukur-syukur ada Eka Kurniawan di sela-selanya. Atau Laksmi Pamuntjak bersama Benny Arnas. Tapi saya paling mau ketemu Djenar Maesa.
Hidup itu pendek. Gagasan 'ada' itulah yang abadi.
Agus Noor
Perempuan
Prakata: Tulisan ini dibuat ketika mengikuti sesi Agus Noor dalam kelas menulis fiksi di Kampus Fiksi, DIVA Press, besutan Edi AHIyubenu. ------------------------------------------ Adalah birahi yang membawaku ke tempatnya. Lewat payudara serta betisnya yang mulus, aku terbawa. Terhanyut. Luluh lantak tanpa pertahanan. Tapi kami bukan pasangan, meski jelas cinta terbentang menyelimuti hati. Bukan dan barangkali tidak akan pernah. Aku perempuan. Dia juga perempuan. Halo, kenalkan. Namaku Lisa, seorang biseksual. Terlahir sebagai pria dengan Sutanto tertera pada akta lahir. Ayahku brengsek. Pemabuk akut. Kerjanya memukuli tanpa sudi menuangkan kasih sayang. Ibuku wanita lemah. Mati di tangan ayah. Setelah ia dibui, aku hidup dan besar bersama empat kakak perempuanku. Mereka yang menjadikanku perempuan. Perempuan bernama Lisa.
Introvert & Ekstrovert
Waktu itu saya pernah baca di subreddit orang introvert, ada anak psikologi yang ekstrovert dan penasaran mau tau isi pikiran orang introvert. Sebut saja namanya Barbie. Barbie mencontohkan kalo misalnya dia di lift, terus dateng cowok yang pake t-shirt yang menurut dia bagus, jalan pikirannya akan jadi begini:
"WOW, t-shirtnya cool banget. Aku harus kasih tau dia!" lalu batinnya berkecamuk sesaat, "ayo bilang, ayo bilang, ayo bilang… " sampe akhirnya dia bilang, "Nice t-shirt!" ke cowok itu.
Lalu Barbie bertanya ke kumpulan orang introvert di subreddit itu, gimana thought process mereka. Begini jawabannya:
1. Introvert pemalu
"Wah, bajunya mbak ini bagus. Ayo bilang, ayo bilang, ayo bilang… (ulangi 182738 kali)." (3 menit kemudian, lift terbuka dan mbaknya pergi)
2. Introvert apatis
"Oh ada orang masuk. Aku harus geser ke pinggiran. Hm, lantai 9 masih 4 lantai lagi…" (nggak nyadar soal bajunya)
3. Introvert mudah terdistraksi
"Wah, baju mbaknya bagus, gambar bunga tulip. Oh, tulip, bunga dari Belanda. Belanda nanti malem main nih, lawan Uruguay. Kira-kira berapa ya skornya, lumayan tebak skor LINE tanding ini berhadiah motor."
4. Introvert minderan
"Wah bajunya bagus. Ayo bilang, ayo bil—tunggu, emangnya dia butuh saya, seorang stranger, buat memuji dia? Siapalah saya dan buat apa? Orang lain nggak butuh pengakuan dari selera fashion saya. Nanti saya malah dikira creepy atau sotoy."
5. Introvert purist
"…." (mengeluarkan aura ‘jangan ngomong sama saya, mz, mb’).
Masih banyak lagi sih. Tapi sudah, saya lelah.
Read More
Lagipula ujung-ujungnya, apa sih tujuanmu menulis? Ingin mencatat atau dicatat?
Eka Kurniawan
Kadang-kadang saya ngerasa retweetan orang soal zodiak, golongan darah, ramalan apalah, kayak minta pemakluman. “Sifat saya yang ngeselin udah begini dari sananya, deal with it.”
Misalnya liat temen retweet soal Capricorn: “Capricorn orangnya gak peduli perasaan orang lain.”
Di otak saya, tweet itu kebaca: “Saya suka ga peduli perasaan situ, jadi kalo nyebelin maklum aja, namanya juga capricorn.”
Reaksi saya: “Bodo amat capricorn mau peduli perasaan saya apa nggak. Emang kalo mbak-mbak nyelak antrian di indomaret sambil bilang ‘saya capricorn’ bakal saya ikhlasin? Enak aja!”
Read More
A nihilist is a person who does not bow down to any authority, who does not accept any principle on faith, however much that principle may be revered.
Ivan Turgenev, Father & Sons