strange / streɪn(d)ʒ/ (adj) unusual or surprising; difficult to understand or explain.
stranger / ˈstreɪn(d)ʒə/ (noun) a person whom one does not know or with whom one is not familiar.
Teman semasa sekolah, teman semasa kuliah, teman berorganisasi, teman nongkrong, dan lain-lain. Semua mengharapkan berteman menimbulkan efek yang baik ke diri sendiri, seperti mendapatkan kesenangan, menambah wawasan, menjadi “gaul”, membuat hidup lebih ringan, dan sejumlah alasan lainnya. Hampir semua orang menerapkan take & gift dalam berteman. Secara sadar atau tidak sadar kebanyakan dalam konsep pertemanan seseorang akan merasa punya pendukung, yaitu teman-temannya. Kebanyakan teman-temannya ini akan turut serta mendukung seseorang itu tanpa pandang benar, salah, maupun pemikiran diri mereka masing-masing. Empati yang berlebih akan muncul bahkan sampai menggerus jati diri. Meski tidak semua demikian dan lebih memilih bersimpati, namun tetap akan segan menentang kawannya sendiri.
Lalu apa yang harus dilakukan ketika memiliki pendapat berbeda?
Baiknya tentu diutarakan. Idealnya ketika kita mengutarakan pendapat kita yang bertentangan dengan seorang kawan, respon dari kawan kita tersebut akan defensif. Namun karena ikatan persahabatan, idealnya sang kawan mencerna dan mempertimbangkan pendapat yang lain.
Namun manusia memiliki sifat yang egois dan arogan.
Hanya yang kuat melawan dirinya sendirilah yang akan mencapai kondisi damai.
Perbedaan pendapat maklum terjadi dalam setiap hubungan. Namun cara menerima hal tersebut lah yang paling penting dalam mempertahankan suatu hubungan.
Hubungan akan berakhir ketika salah satu memandang rendah yang lain dan menganggapnya menjadi musuh, bahakan invisible.
Sebenarnya tidak terlalu invisible sih. Ketika sebuah kumpulan pertemanan mendepak salah satu bagiannya karena dianggap berbeda, mereka akan menjadikan yang didepak itu sebagai olok-olok. Terlepas apapun itu bahkan meski waktu sudah berlalu cukup lama, yang didepak itu terus mereka perhatikan hingga menemukan olok-olok baru dengan tema yang sama, yang didepak itu.
Disisi lain, ketika bertemu seseorang dalam kumpulan yang bermasalah dengan yang didepak ini, tentu tegur sapa sulit terjadi. Meski demikian sebagian teman-teman yang lain dalam kelompok itu tetap menyapa dan berusaha baik. Mereka seolah tidak bermasalah dan ingin menjaga hubungan baik. Nyatanya, masih banyak pula yang membicarakan, mengolok-ngolok dibelakang.
Fase itu tentunya akan berlangsung dalam beberapa bulan.
Jikalau sekumpulan orang tersebut bijak tentu tidak akan berlama-lama.
Lalu, bagaimana dengan yang didepak.
Kebanyakan sedih, orang yang dianggap teman ternyata bukan teman.
Namun seiring berjalannya waktu, kebanyakan dari orang-orang yang didepak tersebut akan melangkah kedepan dan melupakan yang hal itu. Tak jarang yang menjadi musuh, namun juga tak jarang yang menganggap tidak perlu berteman dengan orang-orang semacam itu. Adapun yang tetap menjaga hubungan baik bila bertemu. Orang itu akan mengerti statusnya yang invisible.
Namun, hal positif tentu akan diambil. Pertemanan semacam itu hanyalah palsu. Mereka akan tetap baik dan datang ketika butuh. Aneh. Berbeda dengan pemahaman sewaktu kita kecil tentunya.
Kebanyakan orang-orang seperti itu tidak akan memilih ketika bergaul, ia akan bergaul dengan siapa saja, namun tidak akan dengan mudahnya mempercayai seseorang. Mencari orang yang menerima diri kita apa adanya sungguh sulit. Apalagi yang bisa memahami semua sikap kita dan mampu mengatasi pertanyaan-pertanyaan kita.
Ketika dewasa, pertemanan-pertemanan semasa sekolah terhapus sudah. Adabaiknya disebut pergaulan. Karena sangat tidak bertahan lama. Meski demikian jika ada yang bertahan lama kita akan menjaganya dengan baik. Karena semakin tua kita, semakin sulit menemukan yang memahami.
Meski demikian, ada kalanya terasa seperti palsu. Bahkan seorang yang tidak dikenal saja bisa lebih baik dibandingkan yang dikenal. Aneh.
Namun apadaya waktu terus berjalan, meninggalkan yang usang dan berkarat.
Ada disatu titik kita merasa tidak ada yang mengerti, namun suatu saat tentu akan ada yang menggenggam erat tangan kita dan memahami.
Ketika melihat kebelakang, melihat mereka yang pernah bersama-sama dalam kebahagiaan lalu mendepak itu... terima kasih atas salah satu pelajaran hidupnya sepertinya layak untuk disampaikan.
Kemudian berjalan kedepan sendiri terasa lebih ringan..
..hingga menemukan yang sejati.