Suatu Hari Nanti
Suatu hari nanti, akan ada seseorang yang memintamu tuk bercerita apa saja yang kau lakukan seharian, kemudian ia kan begitu antusias tuk mendengarkan, begitu peduli tuk memberi tanggapan, dan begitu bijaksana memberi masukan.
Lalu kau tersenyum dengan lega, mengingat betapa sulitnya dahulu menemukan orang yang ingin mendengarkan cerita karena perhatian, bukan hanya karena penasaran.
Suatu hari nanti, akan ada seseorang yang ketika kau melakukan kesalahan, kau tak perlu begitu khawatir menjabarkan alasan. Karena kau tau ia kan menegurmu dengan sopan, tanpa memberimu tekanan, sampai kau merasa nasihatnya justru menenangkan.
Lalu kau tak pernah takut lagi mengambil keputusan, tak pernah lagi dihantui oleh kecemasan-kecemasan, dan tak pernah lagi merasa harus menghadapi semuanya sendirian.
Suatu hari nanti, akan ada seseorang yang menyemangatimu dengan penuh ceria; setiap kali kau menghadapi masalah. Ia terus mendukungmu dengan memberi jaminan bahwa tak ada seorang pun yang kan kecewa, bahkan jika kau gagal pada akhirnya, ia justru kan menenangkanmu dengan berkata, “Yang penting kau sudah berusaha. Kau tetap hebat kok seperti biasa.”
Lalu selanjutnya kau kan melakukan yang terbaik dari setiap hal yang kau hadapi; tanpa merasa ada tekanan agar tidak mengecewakan, tanpa merasa khawatir jika tidak sesuai harapan.
Suatu hari nanti, akan ada seseorang yang lebih dulu memelukmu sebelum kau menjelaskan alasan kesedihanmu. Lebih dulu menggenggam tanganmu sebelum kau meminta dikuatkan atas masalah yang menghampirimu. Dan lebih dulu mencium keningmu sebelum kau mengakui betapa besar kerinduanmu.
Lalu kau kan jadi pribadi paling tegar akan setiap masalah yang menghampiri, sebab kau tau menghadapinya tak perlu lagi dengan meratapi, ada seseorang yang tak akan rela melihatmu berkabung dalam sepi.
Dan kemudian di suatu hari nanti, dari sekian banyaknya orang yang melihatmu sebagai manusia biasa; melihatmu dari latar belakang yang sangat biasa, dari kalangan keluarga biasa, dan penampilan yang sungguh biasa. Akan ada satu orang yang melihatmu berbeda.”
Satu orang yang baginya dirimu begitu istimewa, satu orang yang dapat memahami bahwa kau telah menghadapi banyak hal menyedihkan hingga saat kau bertemu dengannya, dan baginya kau sungguh luar biasa. Saat itulah kau kan menatap dia dengan begitu dalam dan bahagia, lalu dalam lubuk hati kau berkata, “Terima kasih, Tuhan Yang Maha Kuasa, aku telah menemukan seseorang yang tepat untuk hidup bersama, jika boleh biarkan kami bersama lebih lama dari selamanya.”
Salam hangatku, untuk seseorangmu di suatu hari nanti. 😉














