(cerita pagi ini...)
Kangen ayah...
Ini hari Sabtu dan rasanya enggan beranjak dari tempat tidur. Banyak rencana untuk hari Sabtu ini tapi hanya satu yang benar - benar membuatku akhirnya harus segera beranjak dari tempat tidur. Aku harus berangkat kerja! Tidak, bekerja di hari Sabtu ini padahal bukanlah salah satu dari rencanaku. Tapi aku harus bersiap dan segera berangkat.
Tibalah di gedung kantor dan aku sendirian menunggu lift. Di dalam lift yang membawaku naik ke lantai 24, perutku yang kosong belum diisi terdengar berkruyuk-kruyuk lebih "menggema". Aku lapar :D
Beruntung ada mini market yang ternyata buka juga di hari Sabtu. Akhirnya aku turun lagi untuk mencari makanan. Mini market pun sepi, hanya ada satu orang pelayan, aku dan suara penyiar radio di pengeras suara. Aku mulai mencari sesuatu yang menarik untuk dimakan. Denting intro sebuah lagu lokal membuatku terdiam dan menyimaknya lebih lama hingga lirik-lirik lagu terdengar...
Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik
*
Kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah
Reff:
Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu
Terasa air mata menitik di pipi. Lirik dan musik lagu ini menyentuhku... Aku kangen ayah... Aku rindu ayah...
Bergegas aku memilih makanan dan membayarnya. Sambil mengetik sms, aku kembali naik dan duduk dimeja kerjaku. Masih terngiang-ngiang alunan musik dan lirik lagu tadi. Aku ingat beberapa kali aku mendengarnya sepintas di televisi tapi aku tidak mendapati emosi seperti sekarang ini ketika mendengarnya.
"Alhamdulillah bapa sehat. Bapa lagi kemping 3 hari, pulang hari Minggu. May yang sehat ya. Sukses bersama Allah dunia wal akhirat. Aamiin"
Begitulah sms balasan dari ayah. Kata-katanya selalu memberikan semangat dan dukungan. Aku tersenyum sambil mengamini kata-kata ayah barusan dan membalas lagi smsnya. Tapi masih, kangen ini masih... dan lebih dalam... Dan air mata kembali menitik...
Sambil bekerja, aku buka youtube, pasang headset dan mendengarkan lagi lagu tadi. Fikiranku melayang mengingat semua tentang ayah...
Aku berujar dalam hatiku sendiri... "Aku hari ini kerja, ayah. Aku duduk di kursi bagus, ruangan ber-AC, laptop, internet, dan pekerjaan-pekerjaan ini. Dan ayah pun bekerja sejak dulu, dan masih... hingga sekarang. Dan aku tahu pekerjaan ayah tidak semudah pekerjaanku sekarang. Tapi aku tidak pernah mendapati ayah mengeja kesulitan demi kesulitan dalam pekerjaan dan perjuanganmu. Sementara aku..."
Tak henti mengingat semua tentang ayah. Aku mungkin tak akan sanggup membalas semua pengorbanan ayah, tapi aku yakin do'a - do'aku kepada Sang Maha Membalas untuk membalas ayah dengan balasan-NYA yang tertinggi pasti didengar oleh-NYA. Balasan yang tidak ada balasan yang lebih baik daripadanya, yaitu Surga Firdaus kelak. Aamiin.
Eh lagunya berhenti... aku click tombol "replay" dan iseng-iseng baca beberapa komentar dibawahnya. Tak sedikit yang mengungkapkan bahwa ayah mereka telah tiada. Aku semakin bersyukur aku masih bisa mendekap dan memeluk ayah. Tunggu aku pulang ke kampung halaman segera, ayah...
*dan terus nangis... :'( :'(








