(30/30) Salam-Sereh: Hari Terakhir Alhamdulillah, akhirnya hari ini adalah hari final Dimana @30haribercerita berakhir. Berpacu dengan waktu, meluangkan ide, menceritakan Hal-hal ngaco, hal yang mungkin tak seberapa, agar kholas tiap harinya. Sebagai bagian dari manusia dalam era sejarah, menulis bukan hanya sebagai peninggalan, tapi bisa saja Abadi. Coba lihat saja peradaban-peradaban lama, ranah sains, hingga kisah-kisah teladan kekal dan menginspirasi sampai sekarang. Hari ini, challenge berakhir. Hikmah berharganya adalah konsistensi/Istiqomah itu tidak gampang, namun komitmen bisa melawan kemalasan yang ada, hingga kadang fiksi, ilusi, curhatan hingga kisah nelangsa. Semua anggap saja frame berharga, pembentuk karakter kita sekarang. Salam rindu untuk semua yang berjarak, salam cinta untuk semua yang mengena, salam tempel untuk semua yang mau ngasih, salam semangat untuk hal-hal penyemangat Seperti hutang *eh, salam Sereh untuk bau nasi liwet yang menggoda. Terima kasih atas semua yang mau direpotkan matanya dengan timeline saya yang ngaco, terima kasih juga untuk kisah #sepekanbercerita yang yahud dan keren, terus belajar adalah sebuah keharusan untuk bisa hidup dalam zaman kita. Januari akan berakhir, pertanda semua memang mesti tetap bergulir. Pertanyaan kapan lulus, kapan nikah, kapan punya momongan, kapan punya usaha, kapan makmur, kapan maju, kapan punya cucu, kapan kemana, dan kapan-kapan lainnya. Sebagai sebuah fase, kepenatan, desperate, mengurung diri, depresi, frustasi, semangat serta senyum-senyum sendiri lumrah saja, tenang; kita masih punya penenang, Rabbil izzati. Setiap masa ada momen bahagia, setiap waktu ada batas agar membekas, Setiap pertanyaan tak mengenakan janganlah sampai melapor ke pihak terkait, atas laporan perilaku tidak mengenakan. Kalo ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi, Kalo ada yang meradang, Mungkin ada yang nyangkut di gigi 😂😂 #30haribercerita #30hbc1730 @30haribercerita
















