Friendship needs no reason
Persahabatan gak selalu logika, keterikatan pertemanan itu hadir karena rasa. Hadirnya rasa bahagia, nyaman, kemudian rasa kesal, marah, sedih, dan berulang, itu menjadi jalan untuk mengenal satu sama lain.
Jujur tidak mudah melewati konflik demi konflik, karena udah saling terbuka, rasanya lebih apa adanya. Lagi mode egois beneran egois, lagi mode tantrum beneran tantrum.
Tapi tanpa disadari, keterikatan itulah mulai terjalin. Kita tidak lagi di tahapan saling mengenal. Kita memasuki tahap saling memaklumi dan saling memahami. Kita belajar untuk saling mengingatkan saling menerima tanpa saling gak enakan atau saling tersinggung. Kita belajar untuk tidak menyimpan tapi mengutarakan. Kita belajar untuk memberi ruang satu sama lain. Untuk apa? memenangkan hati satu sama lain dan memenangkan pertemanan itu sendiri
Pasti sering denger ini "kalau kamu gak menemukan aku di syurga, cari aku yaa... "
Kita buat pertemanan ini sampe syurga, yuk. Tapi sebelum itu, boleh banget ya Allah barengin kita di Madinah dan Masjidil haram yaaaa














