It’s good to want to be a better person! Don’t feel like you have to rush it- real change is often slow and gradual! ✨ Check out my Webtoon if you haven’t- thanks to everyone who already subscribed! :D
Monterey Bay Aquarium
ojovivo

Janaina Medeiros
$LAYYYTER
Cosmic Funnies

祝日 / Permanent Vacation

Andulka
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

No title available
almost home

Product Placement
todays bird
hello vonnie
DEAR READER
h
🪼
Peter Solarz
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
AnasAbdin
wallacepolsom
seen from Spain
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Greece
seen from United States

seen from France
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Indonesia

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Belgium

seen from United States
@menyapahari
It’s good to want to be a better person! Don’t feel like you have to rush it- real change is often slow and gradual! ✨ Check out my Webtoon if you haven’t- thanks to everyone who already subscribed! :D
Percayalah bahwa seburuk apapun hal di belakangmu yang telah terjadi, itu tidak mutlak menjadi nilai yang tertanam padamu. Setiap orang punya kesempatan yang sama, hanya saja ujian setiap orang itu berbeda. Ditakar pada kemampuannya masing-masing. Barangkali apa yang kita alami belum seberapa di banding yang lain. Kalau kita merasa ujian saat ini begitu berat, tandanya kita lebih kuat dari itu. Kalau ada orang yang tak bisa menerimamu karena masa lalu dan hal-hal buruk yang telah terjadi, bersyukurlah. Sebab lebih sulit menjalani suatu hubungan dalam penerimaan yang pura-pura. Kelak, akan ada yang cukup lapang hati dan pikirannya untuk menerimamu. Dan untuk bisa menemukannya, cobalah untuk melapangkan hati dan pikiranmu untuk menerima dirimu sendiri, jujur thdp apapun kondisinya, dan mensyukurinya.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Akan ada titik dimana setiap orang terbentur antara perasaan dan kenyataan. Apa yang ia rasakan, berbeda dengan kenyataan. Seiring waktu, saat usia bertambah, kau akan semakin mengerti bahwa menuruti perasaan bukanlah hal yang selamanya tepat. Seperti perasaanmu kepadanya? Kenyataannya mungkin bertolak belakang dan upayamu untuk menuruti perasaanmu selalu membuahkan kekhawatiran
kurniawangunadi
(via kurniawangunadi)
Hidup yang sesungguhnya kita hadapi tidak seperti apa yang kita lihat di instagram. Di instagram, kita melihat seperti tidak ada orang miskin. Segala sesuatunya tampak pada kondisi idealnya. Nyatanya, tidak. Kita harus bekerja keras dan lebih hati-hati agar tidak terjebak dalam hidup yang semu. Nanti barangkali bila berumah tangga, saat sudah masuk dunia kerja. Baru akan kita rasakan betapa tidak mudahnya berjuang untuk mencari nafkah, sampai-sampai ia menjadi sebuah pahala jihad bagi laki-laki. Barangkali saat kita dihadapkan pada aneka biaya hidup, biaya persalinan jika istri kita melahirkan, biaya untuk mencukupi kebutuhan sandang, pangan, papan, kendaraan, pendidikan, kesehatan, dan segala sesuatunya yang saat ini kita msh menerima dari orang tua. Nanti saat kita harus mencukupinya sendiri, barangkali baru kita sadari kalau pilihan kita atas gaya hidup yg berlebihan ini adlh racun yg bisa lambat laun mematikan kita. Kalau rezeki kita lebih, kalau kebahagiaan kita lebih, kalau kesehatan kita lebih, mari kita belajar untuk menyalurkannya ke tempat-tempat sunyi. Barangkali nanti akan menjadi salah satu amalan rahasia yg hanya kita dengan Allah yang tahu. #ntms #renungan #randomtag
Sebab tidak ada gunanya memperjuangkan seseorang yang tidak mau diperjuangkan. Sebab cinta itu tidak hanya sehari-sebulan. Butuh dua pihak yang sama-sama yakin sejak awal.
Dan bersedia memperjuangkan bersama-sama, tidak hanya salah satu.
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
Hidup yang sesungguhnya kita hadapi tidak seperti apa yang kita lihat di instagram. Di instagram, kita melihat seperti tidak ada orang miskin. Segala sesuatunya tampak pada kondisi idealnya. Nyatanya, tidak. Kita harus bekerja keras dan lebih hati-hati agar tidak terjebak dalam hidup yang semu. Nanti barangkali bila berumah tangga, saat sudah masuk dunia kerja. Baru akan kita rasakan betapa tidak mudahnya berjuang untuk mencari nafkah, sampai-sampai ia menjadi sebuah pahala jihad bagi laki-laki. Barangkali saat kita dihadapkan pada aneka biaya hidup, biaya persalinan jika istri kita melahirkan, biaya untuk mencukupi kebutuhan sandang, pangan, papan, kendaraan, pendidikan, kesehatan, dan segala sesuatunya yang saat ini kita msh menerima dari orang tua. Nanti saat kita harus mencukupinya sendiri, barangkali baru kita sadari kalau pilihan kita atas gaya hidup yg berlebihan ini adlh racun yg bisa lambat laun mematikan kita. Kalau rezeki kita lebih, kalau kebahagiaan kita lebih, kalau kesehatan kita lebih, mari kita belajar untuk menyalurkannya ke tempat-tempat sunyi. Barangkali nanti akan menjadi salah satu amalan rahasia yg hanya kita dengan Allah yang tahu. #ntms #renungan #randomtag
Rasa kagummu kepada seseorang tidak akan mengantarkanmu kepada orang tsb kecuali kamu menjadikan langkahmu bergegas ke arahnya. Menjadi perjuangan-perjuangan kecil yang mungkin akan memantik doa-doa yang besar. Kekaguman yang kamu wujudkan menjadi tindakan baik. Setidaknya, jika kamu tidak bisa bersama orang yang kamu kagumi, ia berhasil menjadi alasanmu untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sebuah Pencitraan
Selamat malam penghuni setia tumblr. Aku ingin menceritakan sebuah kisah nyata, haha. Tapi tenang saja, ini bukan kisah hantu maupun misteri lainnya. Ini kisah pasaran, masalah hati. Namun diriku yang kadang tidak berpengalaman ini kurang bisa menghadapi situasi rumit. Untuk sekarang, dan segala kekeruhan yang ada dalam hidupku, aku ingin beristirahat sejenak, menghirup udara segar, membiarkan sedikit keegoisan menguasai, untuk mempersiapkan segenap hidupku, berjuang di jalan yang sangat terjal, untuk ibu, adik, kakak, serta almarhum bapak.
Ya Tuhan, beberapa hari lalu aku sempat sangat menyesal mempunyai instagram. Meskipun sejujurnya postingan-postinganku tidak berlebihan, tetapi tetap saja, ada orang yang membaca kehidupanku hanya berdasarkan postingan tersebut. Penuh warna, gembira, banyak pengalaman, teman banyak. Ya semua itu benar, hanya diwaktu-waktu yang tepat pula. Kemudian mengabaikan kenyataan yang menimpaku, seseorang bahkan berkata, “aku ingin membuatmu tidak kaku dan riang seperti dulu.” Demi Tuhan, mungkin jika yang mengatakannya orang terdekat ataupun seseorang yang bertemu denganku setiap hari mungkin orang itu tidak perlu berkata demikian. Karena orang itu pasti tahu, bagaimana aku tertawa sesungguhnya di beberapa waktu, dan menangis sejadi-jadinya di beberapa tempat. Tapi tidak, dia tidak termasuk keduanya. Dia adalah orang yang bahkan tidak kukenal dan tidak kutemui, mengobrol sesuatu yang formalitas namun menyatakan sesuatu yang seolah-olah dia begitu paham. Kemudian aku hanya membodoh-bodohkan diriku, ya, sepertinya tidak murni kesalahannya, sepertinya aku sendiri juga salah, terlalu pencitraan.
Orang-orang baik itu (kebanyakan) tidak pernah membahas tentang kebaikannya, apalagi mengumumkannya secara terang-terangan. Untuk itu, kita akan sulit menemukannya di dunia maya. Sementara selama ini (barangkali) kita sibuk mencarinya di linimasa. Dan (mungkin) selama ini kita terpukau pada kebaikan yang sifatnya fana. Yang tampil di linimasa hanya sebagian kecil dari seluruh kebaikan-kebaikan yang tersebar di sekitar kita. Kita mencari dan berharap menemukan kebaikan yang sebenarnya tapi kita mencarinya di tempat yang paling semu. Sudahkah menyadarinya?
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Suatu hari aku sibuk membaca, namun tidak menulis. Aku ingin mencari banyak pengetahuan sebagai dasar untuk menulis. Kemudian sedikit demi sedikit buku-buku yang kubaca sudah mulai menumpuk. Tapi apa ini? Tanyaku dalam benak. Rasa-rasanya otakku masih kosong, ketika ingin kutulis sebuah cerita satu pragraf saja, buntu rasanya. Ampun oh ampun, adakah yang bisa memberitahuku ada apa denganku? Apa yang salah dariku? Kemudian di tumblr ini aku menyadari, aku menulis kesahku hingga satu paragraf
~ Sunyi adalah bunyi yang sejati, di antara semua nada dunia. Harapku cemas gelap datang kembali, hilangkan semua warna, pudarkan segala rona ~
Kereta Api
Ini sebuah perjalanan Mungkin panjang, mungkin tidak Dia pergi, Aku kembali Senyap Sapu tangan sudah basah Ah, lagi-lagi terdengar Derit-derit memoar Tapi ya sudahlah, Kereta tak akan berhenti,
Sayur dan Anak Kost
Sayur mayur dipetik begitu mudah. Kemudian tersaji dalam piring-piring di warung dan restoran. Bagi beberapa anak kost di akhir bulan, sayur adalah lauk terbaik. Alih alih karena ia makanan bergizi, sayur menjadi sahabat baik bagi dompet-dompet yang mulai mengering, diisi dengan debu. Ah, cobalah menjadi anak kost. Beberapa warung menyediakan nasi dan sayur yang sangat murah, tetapi ada pula yang harganya bisa bersanding dengan telur. Tatkala rasanya bercampur dengan rempah-rempah, garam dan cabai, itu tak disarankan disinggahi apabila kantungmu cukup tipis. Bersabarlah, melahap sayur-sayur tak kentara manis asinnya, mereka sayur-sayur yang baik.
Family (time) ?
Hidupmu bukan hanya sekedar tentang gelap dan malam, tetapi akan segera menjelang pagi
Its about blue sky in your life