That 'useless talk' could be a lifelong memory and reward for someone. If you don't say it, they'll never know.
Today's Document

oozey mess
we're not kids anymore.

#extradirty

Love Begins
Cosimo Galluzzi

JVL

if i look back, i am lost
tumblr dot com
No title available
h
occasionally subtle

izzy's playlists!

pixel skylines
Not today Justin
No title available
Three Goblin Art
Sweet Seals For You, Always

No title available
ojovivo
seen from Spain
seen from Spain

seen from Spain
seen from Germany

seen from Spain

seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from Spain
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Japan
@mnafif
That 'useless talk' could be a lifelong memory and reward for someone. If you don't say it, they'll never know.
uda nulis panjang batt, kecancel, gabisa diundo, atuhlah...
Tidak Penasaran Lagi
Her ethereal smile is a grave understatement.
Akhirnya merasa bisa 'relate' dengan Gimli yang ketemu Galadriel atau mungkin ini perasaan abang-abang fotografer pas ketemu foto yang perfectly captured.
Ya Allah ampuni aku..
Ya Allah jangan Engkau jadikan kesalahanku menjadi penghalang kesholihan anak anakku nanti
Diajak Baik
Kalau Bernadya merasa beruntung karena bumi masih berputar dan tidak memilih menyerah, saya merasa beruntung karena masih diajak untuk resah.
Pagi ini sama kucing yang kayaknya belum siap jadi indukan, kemarin sama menkeu yang baru, beberapa hari lalu sama kebijakan yang tidak bijak, dan sampai sekarang masih gatel sama medsos yang sengaja shadow ban konten anti penjajahan khususnya dari negara biru putih.
Kalau resah, terus apa? Ya sesederhana lakukan apa yang bisa kita lakukan. Kalau bisa baik berisik ya bagus, kalaupun engga ya setidaknya kita masih memilih berusaha baik. Prinsipnya sederhana kok. Mulai aja dulu dari pribadi, kemudian keluarga, baru masyarakat, syukur-syukur bisa tembus negara atau bahkan mancanegara.
Coretan Sabtu pagi dari yang masih kerja sampai Sabtu dan masih sering diajak jadi orang bener, dan moga-moga akhir hidupnya termasuk orang bener.
Foto
IMG-20250719-WA0024.JPG
Itu adalah nama file dari wallpaper saat ini. Foto itu adalah favoritku saat ini. Foto yang bisa jadi bernama "screenshoot-dd-mm-yy-jj-mm-ss-instagram.com.jpg". Beruntungnya kamu begitu bermurah hati kepadaku.
Tanpa kebaikan hatimu bisa jadi bentuknya hanya foto sekali lihat ataupun foto berkualitas rendah yang didapatkan dari tangkapan layar. Beruntungnya (lagi) yang kumiliki saat ini adalah foto berkualitas terbaik. Langsung darimu. Meski tetap ada sebal karena fotografernya bukan aku.
I'm cast-iron stomach man
The letter for si teteh (ceritanya, dan pada waktunya)
--
You lie to me sometimes. Maybe I know, maybe I don’t. But either way, I’ll play along. Maybe it’s because I don’t want to make it harder for you. Or I just trust you enough to let it be.
I don't know how well you can at burning the my-close-knitting-wound words, but eventually my words will outlast the fire.
Will I still recognize you, even when things or you change? I think I will. I’ve known you long enough, deeply enough, to feel you—even in different versions of yourself. Whether it was our first meeting, or the second (if we’re counting Tokyo as the second), I recognized you instantly. I still do. And I will again, no matter how the world shifts around us. (At least i will try to, i promise)
So yeah, maybe you feel like a mess sometimes. But you're my mess. But you are the one I choose, without hesitation. I don’t want perfection, we are both human afterall. You are not an angel or demon, are you? Anyway, what i want is you. That being cared for doesn’t have to be earned—it just is.
This road we’re on, it’s not going to be easy. We’ll stumble, we’ll question, we’ll fall short. Or maybe it is just me, it's okay though.
I have my own fears, too. My own doubts and hidden corners I don’t always let you see. Sometimes I wonder—am I enough for you? But in the middle of all that, I keep coming back to this one thing: I want to walk this journey with you.
So whatever’s ahead of us—whatever rough days or growing pains might come—I’m here. Fully. Willingly. Because you are worth it. And we are worth it.
Always.
Ps : I know this maybe sounds too optimistic, but let us do the best.
Mengenalkan yang Baik
"Doclang Jembatan Merah enak tuh"
"Liverpool itu klub bola yang bagus lho"
"Kamu kuliah di IPB aja"
"Cobain lebih sering jalan pagi deh"
Empat contoh, dan tidak pernah ada yang mempermasalahkan tentang pemilihan waktunya. Lantas apa bedanya dengan mengenalkan seseorang yang baik?
Memperkenalkan yang kita anggap baik, apapun bentuknya, kepada siapapun yang kita anggap dekat harusnya tidak memerlukan pertimbangan yang berlapis-lapis.
Lagi liat catatan2 lama, ketemu reminder begini :
Kerja gapapa ga enak, yang penting tidur nyaman
Yeah?
(After doing taxes and washing the strawberry)
Yes and yes. Tbh i can't hear your footsteps, still i always adore how you walk beside me though. dunno, but i hope i hold your more dearly than how you hold me. ofc not.
Yes, you are not just some passerby in my life. Nah the door is quite biq actually, and there should be enough room for us.
You already did.
At the moment? Nope. But will i make time for you? I will. Movies every weekend? Let me think about it, but with you for the rest of our lives? I've told you i want to be with you tho, so yes.
Hell yeah.
Bandung, a day after doing taxes.
Tidak Sendiri dan Bukan Punya Sendiri
Beberapa hari ini terdapat setidaknya dua hal yang baru kusadari, atau kembali kusadari. Yang pertama, saat berjalan sendirian dan tidak memiliki teman berjalan kita memiliki keluwesan dan juga kecepatan yang lebih tinggi. Berbeda dengan perjalanan bersama, tidak ada ruang gerak yang lebih dan juga gerak yang cepat. Meski begitu sebagai gantinnya ada rasa tenang dan aman yang muncul saat berjalan bersama.
Yang kedua, saat menyadari bahwa sesuatu itu bukan miliknya, siapapun yang memiliki rasa tanggung jawab akan jadi lebih berhati-hati dengannya. Ada berbagai pertimbangan yang muncul saat kita menggunakan sesuatu yang bukan milik kita.
yang pertama : disadari saat berdua dan juga ngobrol dengan kolega yang sudah berkeluarga
yang kedua : muncul sekelebat pikiran untuk tabrak mobil yang nyempil seenak udelnya, untung inget ini mobil pinjaman
Cerpen : Kapasitas Kepalaku yang Kecil Sembilan Puluh Persennya Berisikanmu, Sepuluh Persen Sisanya Terpakai Untuk Khawatir Bila Takdirmu Bukan Aku
Weekend menjelang. Karyawan libur. Presiden libur. Kamu sibuk lembur. Di kepalaku
Mati Lampu
Alkisah seorang bibi berkata bahwa pernikahan bisa menjadi jalannya kita untuk memberi kehangatan. Tidak terbatas pada pasangan, melainkan juga pada keluarga besar pasangannya.
"Abis nikah mah malah seneng kalau lagi mati lampu" begitu ujarnya.
Lahir dalam keluarga yang dipaksa untuk selalu bercengkerama, beberapa bulan dalam pernikahannya si bibi merasa kesepian. Hal ini dikarenakan keluarga si paman ini sibuk dan asyik dengan dunianya masing-masing di ruangannya masing-masing.
Mati lampu ternyata menjadi jalan bagi keluarga barunya untuk berkumpul, duduk melingkar dan mendekat kepada cahaya lilin. Sesuatu yang akhirnya menjadi kebiasaan baru di keluarga barunya bibi.
Tidak Sederhana Sekaligus Sederhana
Bahwa alasan yang sama bisa membuat kedua orang memilih pilihan yang berbeda membuktikan bahwa hidup itu tidak sederhana sekaligus sederhana.
Bahwa rencana besar di akhir tahun bisa membuat seseorang menyegerakan niat baiknya dan disampaikan di awal tahun tersebut, rencana yang sama juga membuat seseorang yang lain berencana menyampaikan isi hatinya di penghujung tahun.
Ada hal-hal yang diulangi ribuan kali akan menghasilkan akhir yang sama, tapi di dalam hidup tidak sedikit pula sebab yang sama menghasilkan luaran yang berbeda.
Sayangnya hidup tidak sesederhana percobaan laboratorium. Beruntungnya hidup tidak sesederhana percobaan laboratorium.
Love Life ain't science afterall.
Tentang Sudut Pandang
"Wah, ada milkshake stroberi!"
"Jiwa lu tuh orang tua, tapi selera makannya kayak anak lima tahun dah, pip" ujar seorang sahabat. Kalimat yang sama akan berbeda nuansanya jika diubah menjadi "A wise old soul with the palate of five years old."
Sebagai pribadi yang merasa berbudi luhur nan penuh percaya diri, tentu saja kalimat kedua yang sampai ke sanubari. Sebagai yang disebut tua jiwanya, izinkan saya membagikan nasihat bahwa salah satu sebab kebahagiaan adalah makanan yang baik. Good food, good mood.
Sebagaimana pilihan sadar kita akan makanan bisa memengaruhi suasana hati, begitu juga pilihan kita terhadap apa-apa yang kita hadapi sehari-harinya. Kalimat teguran yang sama bisa membawa hasil yang berbeda, tergantung penyikapan apa yang dipilih dari mereka yang ditegur. Begitu juga dengan matahari pagi yang menyinari seluruh kota, ada yang mengutuk sinarnya juga ada pula yang menyambutnya dengan suka cita.
Pada ujungnya semua yang kita pilih adalah keputusan kita, pertanyaannya apakah dengan sadar dan sepenuh hati kita berani mengambil tanggung jawab dan konsekuensi dari pilihan kita masing-masing?
Akhir kata, ada opsi milkshake stroberi masa ga dipilih sih? Urusan zonk atau engga, itu lain urusan.
Sepuluh Juta
Nilai uang itu relatif.
Barusan ada yang nyebarin loker petani milenialnya kementan. Gajinya 10 juta, meski menurut seorang kawan nilai 10 juta itu adalah potensi pendapatan dengan mengutip perkataan mentan.
Dulu, sewaktu SMA. Satu juta itu besar pake banget. Setara dengan masang 500 baliho bakal calon kepala daerah, setara dengan 5 kali makan bareng di pitza hat, setara dengan 20 hari happy hour di warnet apoy, dan setara hasil dari 3 kali keliling sekolah ngiderin keropak mesjid ke kelas-kelas.
Di kemudian hari, saat bekerja di UMKM ada post it notes yg berisi impian dan target dari para karyawan. Salah satunya adalah punya tabungan 10 juta. Yang berarti setara dengan nabung 4 tahun dari berbagai macam hasil lomba dan pekerjaan serabutan semasa kuliah. Kalau di SMA, itu setara dengan pengajuan proposal dana untuk acara DKM. Kalau di kampus itu setara dengan nginep 1 angkatan di suatu villa di puncak dengan nyaman.
Kalau sekarang? Semisal bisa dapet nilai segitu yaa kita ucapkan syukur aja. Pokoknya mah alhamdulillah lah ya. Meski seiring bertambahnya rezeki maka bertambah tinggi pula standar hidup, semoga pertumbuhan rasa syukur dan cukup jauh melebihi pertambahan rezeki dan standar hidupnya.
Balik ke kalimat pertama, nilai uang itu relatif. Dapetnya berapa ya itu yang kita syukuri ehehe. Jangan sampai lupa.
Gentle reminder.
Pastikan pilihan kita adalah keputusan kita.