d e v o n

No title available
🪼
macklin celebrini has autism
trying on a metaphor
Cosmic Funnies

titsay
styofa doing anything
h
hello vonnie
occasionally subtle
taylor price

#extradirty
he wasn't even looking at me and he found me
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
AnasAbdin
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.

seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Ecuador
seen from China
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from South Africa

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@mu714r4k474
goodnight :)
Áo dài. Credit to lanthy.pham (Instagram).
Kuala Lumpur Malaysia, 1990 Photography by Michitaka Kurata
Source: Unknown
May Allah subhanahu wa ta'ala cure all those who are suffering from any mental or physical illness.
Allahumma Ameen
Sahabat dan layanan yang baik juga rezeki. Untuk semua yang masih di sisi, kita bersyukur dan kita hargai.
Alhamdulillah. 🌸
“Terimakasih Allah, ketika aku dalam posisi jatuh saat itu, saat hati aku penuh kesedihan. Tapi Engkau selalu tau saja caranya, yaitu menghadirkan teman - teman yang selalu memberi semangat dan mendengarkan apa yang aku keluhkan. Sampai akhirnya aku bisa melanjutkan Tugas Akhir itu yang tadinya terbengkalai menjadi selesai”
— Terimakasih teman-teman
teruntuk, matahari.
terima kasih atas semua yang pernah kamu lakukan. dari mulai keputusanmu untuk berteman dengan ku hingga tetap percaya disaat semua menyalahkan. maaf karena aku tidak pernah bersikap dewasa. aku menyebalkan ya hehe.
yang perlu kamu tahu, aku bahagia karena kamu pernah ada didalam cerita hidupku.
@naadep
untuk sahabat; ambilah baik buruk perjalanan hidupku sebagai pelajaran hidupmu.
To The One Who I Miss The Most
to the one who i miss the most, sampai kapan kita akan selalu seperti ini. menjarak diri dari hal-hal yang semestinya kita selesaikan dengan benar. kita berdua seolah menarik diri dan membelenggu jiwa satu sama lain, memelihara sesak yang semestinya harus kita kikis bersama.
jika dulu, kita adalah satu jiwa yang berbeda raga, lantas mengapa sekarang seolah tak pernah ada titik yang menyamai diri kita. kita tumbuh remaja bersama, lantas mengapa dewasa sekarang kau dan aku malah saling melupa.
aku ingin lepas dari sesak semua ini, akupun tahu kau juga ingin, hanya saja baik aku maupun dirimu tak pernah tahu bagaimana caranya untuk mendekap satu sama lain.
semasa itu, terimaksih karena telah hadir dengan baik dalam hidup ku, walaupun pada nyatanya kita saling pergi dengan mendekap sesak satu sama lain.
Lusi, terimakasih karena telah hadir dan tumbuh remaja bersama ku. terimakasih karena telah menjadi cembung saudaranya cekung, terimakasih karena telah mengajarkan bagaimana caranya untuk tersenyum, terimakasih karena masih sesekali merinduiku
untuk waktu yang telah berjalan selama tak ada laagi kita, semoga semesta akan mengusaikannya dengan pasti. tolong tetap rindui aku sesekali, karena dengan begitu, aku bisa tahu jika bukan hanya aku yang terluka
tatjtiyah
“Bersedih dengan orang yang tepat adalah lebih baik daripada berbahagia dengan orang yang salah, karna itu bijaklah dalam memilih sahabat..”
— (Trizkim)
Teman
Teman itu terbagi pada masanya, mereka hadir dan mengisi hari-hari kita pada saat tertentu tanpa kita sadari akan tiba saatnya hubungan pertemanan yang erat itu renggang entah karena circle pertemanan kita yang semakin luas, atau bertemu teman baru atau bahkan karena jarang bertemu karena kesibukan kita masing-masing, sibuk mencari jati diri dan sibuk meraih cita-cita. Kadang lucu setelah lama tidak bertemu mengapa timbul rasa canggung untuk menyapa dan memulai percakapan padahal dulu kita sering menghabiskan waktu bersama sepanjang hari menciptakan moment dalam hidup yang berkesan untuk diingat.
Tapi.. tak apa memang sudah seharusnya demikian, roda kehidupan terus berputar kita berteman sesuai porsi dan sesuai waktunya.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang pernah hadir dalam hidupku, kalian terukir dalam setiap peristiwa dimana aku tumbuh. Meskipun kini kita sejauh matahari, jangan lupa bahwa kita pernah sedekat nadi.
Terkadang tanpa kita sedar, Allah telah/sedang menghantar seseorang untuk menjadikan kita lebih baik.
Alhamdulillah. :)
“Aku memang tak pernah berjanji akan selalu ada. Namun, ketika kau kesepian dan butuh seorang yang mau mendengarkan. Setidaknya kau tahu kepada siapa kau akan menghubungi.”
— Ris sutanto
“Berterima kasihlah kepada orang-orang yang selalu meluangkan waktu untuk sekadar duduk dan mendengarkan ceritamu tentang seseorang yang itu-itu saja. Mungkin sebenarnya teling mereka lelah karena kau masih saja membahasnya, tetapi mereka paham sekali bahwa kau hanya perlu diberi kesempatan untuk bercerita agar lebih lega.”
— Tulisan ini khusus untuk @catatanpengingat dan @jeritan-pulpen . terima kasih untuk waktu dan telinga yang selalu diluangkan 😊
“Kehilangan”
—
Surely, kehilangan sahabat itu jauh lebih menyakitkan daripada kehilangan kekasih.
Apabila sahabatmu mulai berubah sikapnya, lalu perlahan menjauh darimu semenjak ia dipertemukan oleh lelaki yang (katanya) ia cintai, jangan jauhi dia, jangan cibir dia. Tetaplah berprasangka baik, kamu cukup doakan saja, bahwa sebaik-baik cinta dua manusia adalah yang diikat dengan ikatan pernikahan.
Tak ada seorangpun yang bisa terhindar dari perasaan semu sekalipun ia adalah seseorang yang baik perangai dan agamanya. Sebab, cinta tak pernah salah, yang seringkali salah ialah bagaimana pelakunya menyikapi perasaan tersebut.
Itulah pentingnya ilmu agama. Kadangkala, kita menilai benar tidaknya sesuatu, dilihat dari apa yang sudah dilakukan oleh ‘kebanyakan orang’, padahal Allah telah memperingatkan kita lewat ayatNya,
“Dan apabila kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah” (QS. Al-An’am: 116)
Semoga ayat ini selalu penjadi pengingat bagi kita, menguatkan langkah kita di dunia. Ohhh, i’m on tears~~
Pena Imaji