jaremu kon ngenteni, bareng saiki lha kok lali?

❣ Chile in a Photography ❣
tumblr dot com
AnasAbdin
styofa doing anything

#extradirty
KIROKAZE
Xuebing Du

JBB: An Artblog!
🪼
taylor price
dirt enthusiast
cherry valley forever

pixel skylines
Claire Keane
$LAYYYTER
Stranger Things
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
h

Janaina Medeiros
Show & Tell

seen from United States

seen from France
seen from Russia
seen from Argentina

seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Slovakia
seen from France
seen from Taiwan

seen from South Africa
@nguda-rasa
jaremu kon ngenteni, bareng saiki lha kok lali?
Sama halnya dengan batu bara dan intan. Sama-sama terbuat dari karbon tetapi berbeda kelas dan nilai jual. Kamu tahu kenapa?
Semua karena proses pembentukannya. Intan terbentuk pada suhu yang amat sangat tinggi, tekanan yang amat sangat besar, dan dalam waktu yang amat sangat lama. Sedangkan batubara? hanya terbentuk pada suhu yang rendah, tekanan sedang, dan dalam waktu yang lebih cepat.
Intinya ketika hidupmu penuh dengan cobaan, masalah, bahkan tekanan, kamu hanya perlu menghadapinya. Itu adalah salah satu proses untuk menjadikan kamu layaknya Intan. Capek boleh, menyerah jangan!
Nikmati semua prosesnya :)
Apakah tidak ada hal lain yang lebih berharga dan layak untuk diperjuangkan selain ingin menjadi seperti orang lain?
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Teruntuk Aku
From: Me
To: My Self
Subject: Teruntuk Aku
Compose email:
Rasa-rasanya ingin menghadiahi diri dengan mengirimkan surat kepada aku pribadi. Tak perlu basa-basi, jelas kutahu kau benci segala hal yang terlalu bertele-tele, kan?
Alinea pertama akan kusampaikan terima kasih. Untuk segala hal. Terima kasih telah menjadi pribadi yang berusaha asyik, walau ujungnya justru asyik sendiri, walau pada akhirnya menjadi membosankan tidak bisa dielakkan. Terima kasih telah menjadi pendengar yang baik, walau bukan untuk semua yang bicara, setidaknya untuk hatimu dulu saja. Terima kasih sudah sewaras ini, mengelakkan apa-apa yang tidak menentu, tidak terlalu mudah diperbudak angan yang akan terkabul saja belum barang tentu. Terima kasih sudah sekuat ini. Terima kasih sudah setegar ini. Terima kasih sudah belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Terima kasih selalu menyempatkan untuk mengoreksi diri, entah dari pengalaman sendiri, entah dari pengalaman teman-temanmu sendiri, entah dari pengalaman orang lain yang kau temui saja belum pernah barang sekali dua kali.
Terima kasih untuk diriku sendiri.
Alinea kedua akan kuutarakan beberapa harap. Setelah ini, jadilah lebih baik dari sebelumnya. Setelah ini, lebih jujurlah pada diri sendiri. Setelah semua ini, lemah hanya boleh berdiam satu kali dua puluh empat jam saja, lebih dari itu suruh ia hengkang. Setelah ini, berusahalah menjadi seseorang yang tiadamu akan selalu dikenang, jadilah pribadi yang menyenangkan. Setelah ini, lakukan beribu, ah tidak berjuta, ah bukan sebanyak-banyaknya hingga tak terhingga kebaikan. Setelah ini, berbahagialah. Setelah ini, lapanglah dalam menerima segala yang sudah ditakdirkan, bersyukurlah banyak-banyak. Setelah ini, rajinlah meminta maaf jika melakukan salah, jika merugikan orang lain. Jangan lupa untuk terima kasih atas apa pun yang telah orang lain berikan, walau hanya seujung kuku, percayalah mereka memberimu dengan disertakan keikhlasan.
Setelah menuliskan ini, beberapa waktu ke depan akan aku baca kembali untuk berkaca lagi. Sudah sejauh mana harap-harap yang aku realisasikan.
Dariku,
Yang berbahagia karena diriku sendiri.
p.s: aku cinta aku.
Siklus
Kau butuh waktu untuk pulih. Aku butuh waktu untuk memilih. Garis waktu memainkan peran, sebagaimana hilir mudik kendaraan; mundur teratur atau maju terstruktur.
Selanjutnya, kau butuh waktu untuk menentukan. Sedangkan aku butuh waktu untuk menyiapkan. Garis waktu menyisihkan keyakinan, serupa lebah dan nektar bunga saling menemukan.
©Abthal Zulwaqar
View On WordPress
Tips dan Trik Membaca Cerdas Ala Pemimpin Dunia
TIPS
1. Pergilah ke tempat yang nyaman untukmu, dan jangan terlalu ramai. Silent-kan smartphone kamu dan juga gadget lainnya.
2. Lengkapi perangkat membacamu dengan note kecil yang akan membantumu untuk menulis respon kamu terhadap apa yang baru saja kamu baca.
3. Jadikan membaca sebagai jadwal khususmu, “as something you make time for.”
4. Pilihlah buku yang dicetak, walaupun itu adalah dari e-book sekalipun. Sebab akan menjaga matamu dan menambah kenyamanan, plus kamu akan ingat karena posisi paragraf dan halaman akan masuk ke alam bawah sadarmu.
5. Dedikasikan 30-45 menit sehari untuk melakukannya. Jangan biasakan untuk menunda atau meliburkan diri.
MANFAAT
1. Memperdalam empatimu dalam membaca seakan menerima langsung dari penulisnya, dan juga mendatangkan perhatian lebih.
2. Konsentrasi kita bisa meningkat tajam.
3. Jika biasanya kamu hanya menerima informasi general dari yang kamu baca, dengan cara di atas kamu bisa mengetahui isi buku secara komplek dan mendetail.
4. Kemampuanmu untuk mendengarkan juga akan meningkat.
5. Memperbanyak kosakata.
6. Mengurangi stress
@edgarhamas | disaripatikan dari Buku “Mereka Besar Karena Membaca” dan artikel “9 of the most successful people share their reading habits” di World Economic Forum.
Kita sering menulis kalimat kalimat bijak. Berbicara kata kata bijak. Meski kita sendiri tahu, kita tak selalu bijak, kita tak selalu kuat. Tapi kita juga tahu, bahwa pemberian terbaik untuk orang lain adalah pikiran positif, senyum bahagia di wajah, dan nasihat nasihat baik untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Karena itulah kita sadar, untuk menjadi orang yang memiliki daya lenting lebih besar dari sebelumnya, memiliki kecepatan sembuh lebih cepat dari sebelumnya, dan kekuatan bertahan lebih lama dan kokoh dari sebelumnya. Mari menguat! :)
Alizeti
Bertahan atau melepaskan
Semua adalah pilihan
tabiat manusia tentang keluhan dan kepuasan
benarkah mengembangkan potensi diri adalah alasan yang tepat?
Atau hanya ego kita yang tidak pandai bersyukur?
Kembali lagi semua adalah pilihan
Antara bertahan atau melepaskan
akhir-akhir ini saya sedang merasa bingung, dimana bercerita lewat suara tak lagi sepuas dulu
kenapa kenapa kenapa?
Karenamu Aku Kuat
Banyak pelajaran yang datangnya dari pengalaman yang kurang mengenakan.
Darinya kita belajar bahwa hidup itu banyak rasanya. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Banyak yang berlarut-larut dalam kekecewaan, dan tidak sedikit yang lebih memilih untuk bangkit dan berjalan kembali.
Salah satu kunci yang mampu untuk memperkuat diri adalah rasa Syukur.
Bagaimana aku bisa marah, sementara dia datang dengan sejuta pelajaran yang dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik?
Bagaimana aku bisa kecewa, sementara dengan adanya dia bisa memperkuat hubunganku dengan Allah?
Tidak ada sedikitpun alasan yang patut dilontarkan kepada takdir Allah yang kurang sesuai dengan apa yang kita mau dan rencanakan. Karena Allah lebih tau apa yang hambanya butuhkan.
Allah tau kamu bukan Cuma butuh kebahagiaan, tapi juga kekuatan.
Buat Sahabat Aku
Terima kasih karena selalu mengingatkan akan hal kebaikan. Terima kasih karena pernah berjuang bersama. Terima kasih buat pelajaran sabar, jujur, dan tanggungjawab menepati sebuah janji. Walaupun aku masih remidi, tapi aku masih mau berjuang lagi. Capek remidi terus :(
Gelas yang pecah memang tidak akan kembali sama walaupun sudah di perbaiki sedemikian rupa
Alhasil aku mencari gelas baru dan menjaganya agar tidak pecah lagi
Apapun yang pernah terjadi di masa lampau, aku harap bisa menjadi penguat persahabatan kita kedepannya
Mungkin diantara kita banyak sekali perbedaan. Tapi aku yakin dengan yang namanya konsep saling melengkapi. Seperti motor, kenapa ada rem dan gas. Biar gak cuma jalan aja atau cuma berhenti doang. Tp bisa melengkapi satu sama lain kapan saatnya jalan dan kapan waktunya berhenti. Hiyaaaaa
Kadang suka kangen jaman-jaman diskusi, ngerjain sesuatu bareng atau untuk sekedar makan malam
Terima kasih sudah mengenalkan dan mengajarkan bahwa persahabatan bisa kekal sampe di Syurga. Semoga kita salah satunya. Aamiin
Terima kasih untuk tetap berjuang bersama walaupun beda arah dan tujuan. Semoga kamu di kuatkan, dimudahkan, dan dilancarkan dalam segala urusan-urusanmu. Aamiin
Dan tetap saling mendo'akan, menguatkan, belajar, dan mengingatkan dalam hal apapun
Semangat buat salah satu ujian untuk menuju proses hidup selanjutnya. Aku yakin si kamu bisa. Wkwkw
Kita bisa menentukan dengan siapa kita akan bergaul, dengan siapa kita akan mengenal seseorang lebih dekat
SYUKUR
Setiap hari adalah proses belajar berbagai hal yang tujuannya agar menjadi lebih baik lagi
Terkadang kita merasa orang lain lebih bahagia, orang lain lebih beruntung, dan lain sebagainya
Pernahkah kita sadari bahwa hal-hal tersebut menjadi salah satu hambatan kita untuk maju kedepan?
Kita selalu melihat pencapaian orang lain. Betul bagus, agar kita lebih termotivasi, lebih semangat, lebih giat lagi. Ya kalo niatnya Cuma mau ngambil pelajrannya aja. Kalo tiba-tiba jadi iri, dengki, dan lainnya? Hmm kok menurutku kaya kurang tepat gitu yaa (menurutku looh)
Boleh sekali kita melihat orang lain agar kita termotivasi, tentunya harus diimbangi dengan rasa syukur atas semua pencapaian yang telah kita dapatkan.
Pernahkah kita melihat bahwa diri ini sering sekali lebih beruntung daripada orang lain diluar sana? Yang bahkan untuk sekedar menikmati hidup saja mereka tidak mampu. Misalnya orang-orang yang berada di daerah konflik dimana keselamatan mereka selalu terancam.
Atau beda lagi dengan orang-orang yang sering kita jumpai dijalan. Dimana mereka harus berusaha lebih giat dan keras lagi secara fisik untuk mendapatkan suatu kebahagiaan.
Atau orang-orang yang sedang berjuang untuk mencapai posisi yang sedang kita jalani.
Sepakat dengan pepatah jawa yang mengatakan “Sejatine urip kuwi mung sawang sinawang” artinya “Hakekat hidup itu hanyalah persoalan bagaimana seseorang memandang/melihat sebuah kehidupan" kita selalu melihat hidup orang lain lebih menyenangkan dari pada hidup kita.
Jawabannya belum tentu! Mungkin mereka terlihat lebih bagaia daripada kita karena mereka pandai bersyukur sedangkan kita?
Mungkin usaha mereka jauh lebih keras, doa mereka jauh lebih intens, amalan-amalan mereka jauh lebih istiqomah, sedangkan kita?
Mungkin banyak pengorbanan yang harus mereka lakukan, sedangkan kita masih memilih untuk menjalani hidup Instan. Hidup enak, gak mau berusaha lebih, tapi bisa mendapatkan semua apa yang kita inginkan. Kok menurut saya kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa adanya suatu usaha dan doa ya? Hehehe
Semangat pagi kita, yang sedang belajar besyukur untuk menjalani hidup agar berkah dan bahagia :)
Flash Back
Sedikit mengingt sekitar tahun 1999
Buat gambaran aja. Aku anak ke 3 dari 3 bersaudara, adek cowok dari kedua kakak perempuan. Setiap pagi aku dititipin ke rumah nenek aku karena ibu harus bekerja di pasar. bapak merantau di Jakarta, kakak pertama di rumah, dan kakak kedua tinggal di luar kota.
Setiap hari di bawain uang saku 4 koin Rp 50,- (Dua Ratus Perak) wkwkw tapi jaman dulu udah bisa tuh buat beli siomay dan dapet banyak. Kayaknya bisa dapet sekitar delapan biji, dimana uang yang paling besar menurutku pada saat itu adalah pecahan kertas Rp 500,- yang bergambar kera. Tau ga?
Ceritanya waktu itu aku umur 4 tahun. Tapi udah pengen banget buat sekolah TK, dan untungnya karena rumah nenek dedek sama TK jadi bisa tuh tiap hari main ke TK. Liat baris, main ayunan, plosotan, kejar-kejaran, dan lain sebagainya. Ya tentunya Cuma bisa liat dari pagar luar TK. Kalo dipikir-pikir sekarang kok kaya kasian gitu ya. Hehe
Tapi pada saat itu sama sekali tidak terbesit di pikiranku kalo aku kasian, malu, atau apapun itu. Ya namanya juga anak-anak. Gitu mungkin ya pikirannya.
Sering dulu diledekin sama anak-anak TKnya, atau bahkan ditanya ngapain nonton-nonton? Atau pertanyan ayo TK seneng tau, bahkan sampe pernah gak boleh nonton TK sama anak-anak yang udah TK huhuhu trus pergi tapi sambal nangis, dan pulang ke rumah nenek tapi udah gak dalam keadaan nangis kok.
Dari situ mulai pengen banget yang namanya masuk TK apalagi kalo mereka main drumband bisa kali di tongkrongin dari mulai sampai kelar.
Jadi bisa diambil kesimpulan tertarik masuk TK karena bisa main plosotan, ayunan, main kejar-kejaran (re: penculik-penculikan), dan bisa ikut drumband.
Sampai akhirnya di tahun 2000 bisa masuk TK
Tiap pagi di bawain bekal wafer superman (dulu aku ngomongnya wafer nabati) sebanyak 5 buah setiap hari dan gak pernah bosan. Gak pernah bawa ciki-cikian semacam taro dan kawan-kawannya. Kenapa? Karena harganya lebih mahal jelas, terus emang di siapin sama ibu jajanannya itu. Ibu emang the best!
Sampe pada titik dimana untuk ukuran anak TK sudah bisa baca tulis tapi belum bisa ngomong R, mewarnai sesuka hati, berantakan, dan sukanya nakalin temen sampe nangis. Sering di samperin ke rumah sama temen TK dan ibunya. Cuma buat ngaduin kalo aku nakal di sekolahan. Tapi jujur emang aku nakal banget si waktu itu, ditambah temen yang cengeng. Gimana si nonton anak yang cengeng sebel kan, dan ada kepuasan sendiri kalo anak itu nangis. Hahaha salah yaa dan jangan di tiru
Oh ya dulu ceritanya kenapa masuk TK udah bisa baca tulis, karena pada saat itu sudah pengen banget sekolah TK sedangkan umur belum 5 tahun. Ya itu alasan yang diberikan oleh ibu, bapak, kakak, nenek, dan tante ke aku. Akhirnya kakak mengajari pelan-pelan tentang baca tulis gitu. Puncaknya saat aku udah bener-bener masuk TK. Dibuatinlah papan tulis kapur warna hitam oleh bapak dan di cantolin di dinding dekat dengan mesin jahit kakak. Setiap pulang sekolah sudah ada beberapa kalimat yang harus dibaca dan di hafalkan. Yang buat tulisan kakak waktu itu. Begini kira-kira kalimatnya “Nina beli buku, ini bapak budi, ibu pergi ke pasar” kalo udah lancar bacanya baru deh boleh main.
Ahhhh suka seneng mengingat masa-masa itu. Seneng lagi karena udah di ajarin baca tulis, itungan dan lain sebagainya di rumah, jadi kalo di sekolah di ajarin baca tulis sama bu guru jelas dong udah lancar dan temen-temen langsung nyamperin gitu buat liat dan nyontek. Kalo dulu bahasanya di kerubutin semut. Hehehe
Ada tapinya sih, walaupun udah bisa baca tulis tapi karena nakal dan kalo mewarnai berantakan alhasil jarang banget di tunjuk buat ikut lomba. Cuma pernah dua kali ikut lomba. Lomba nyanyi sama lomba qiroah itupun gak menang wkwkwk Cuma menang pede aja mungkin ya?
Kalo yang lain mah lomba di anterin orang tua. Aku dong enggak hehe Cuma di bawain bekal biskuit superman sama Taro. Jadi bekal Taro/ ciki-ciki lain Cuma di waktu-waktu tertentu aja. Tapi kok dulu gak protes ya? Hahaha
Karena dulu aku gak rajin mewarnai, setiap pembagian majalah mewarnaiku banyaak banget yang masih kosong atau bahkan Cuma setengah yang di warnai dan gak kelar gitu. Ada untungnya juga si, jadi gak perlu beli majalah mewarnai lagi pas SD dan setiap bikin kerajinan tangan menempel selalu bawa dari rumah dengan majalah sisa TK. Tentu saja dibantuin kakak buat guntingnya biar rapi.
Bahkan sampai sekarang rapor, ijasah TK masih ada dan tersimpan dengan baik looh. Kalo majalah-majalah TK udah ilang dan sebagian rusak pas aku kelas 3 karena waktu itu rumah di renovasi dan buku-buku TK kehujanan :(
Sampai pada akhirnya TK selesai, masih inget banget proses perpisahannya aku pake baju warna pink kotak-kota dan celana jeans gitu wkwkw lucu si kalo di inget-inget, sayang gak ada fotonya :(
Mungkin tujuannya bukan untuk di abadikan tapi untuk selalu di kenang dan bisa di ceritakan gitu kali yaa. Hehehe
Sekian cerita singkatnya, karena setelah TK aku masuk SD wkwkwkw :D
Ibu Aku
Ibuku setiap hari bangun sebelum subuh
Selalu masak untuk sarapan aku, bapak, keponakan2 aku
Selalu mengerjakan pekerjaan rumah dengan telaten
Selalu mengajarkan kedisiplinan, tanggungjawab, dan perjuangan
Selalu mengajarkan apa arti dari kesederhanaan dan rendah hati
Ibuku orangnya kalem, lemah lembut, super penyang ke semua orang
Ibuku masakannya enak
Ibuku selalu masak makanan kesukaan anggota keluarga setiap hari
Ibuku ibuku ibuku i love you banyaaak banget dan sampe kapanpun!!!
Dear Aku
Hanya ingin mengingatkan kepada diri sendiri
Bahwa semua orang memiliki peran dan tanggungjawab yang penting dimanapun kita berada.
Kurang tepat jika berfikir kamu tidak berguna, tidak ada andil, bahkan berpikir tanpa adanya kamu akan baik-baik saja.
Pernahkah kamu berpikir kepada siapa tanggungjawab yang seharusnya kamu kerjakan di limpahkan?
Pernahkah berfikir kalau itu tidak mengenakan?
Ya kalo beres, kalo tidak, atau bahkan berantakan?
Pernah berpikir ada orang yang akan bekerja dua kali lipat untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya kamu selesaikan?
Pernah berpikir akan ada berapa orang yang akan tertunda pekerjaannya hanya karena kamu?
Pernah berpikir berapa kerugian, waktu, tenaga, atau bahkan materi yan terbuang sia-sia hanya untuk menunggu kamu?
Dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
Ayolah kamu itu penting, peran kamu sangat di butuhkan. Tanpamu kita tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Jangan pernah menyesal dengan suatu hal apapun
Karena semua ada campur tangan Tuhan!
Kamu tidak salah, bukan juga keliru
Hanya perlu belajar lebih giat lagi