todays bird
occasionally subtle
Lint Roller? I Barely Know Her
Cookie Run:Kingdom Official!
NASA

shark vs the universe

izzy's playlists!
Color Me Curious
The Bowery Presents
Sweet Seals For You, Always
Monterey Bay Aquarium

PR's Tumblrdome

bliss lane
Keni
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
🪼
Today's Document

tannertan36
noise dept.
d e v o n
seen from Indonesia

seen from Argentina
seen from Japan
seen from Bangladesh
seen from Venezuela
seen from Philippines

seen from Colombia

seen from Germany

seen from Japan
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Colombia
seen from Chile

seen from Italy
seen from Belgium

seen from India
seen from United States
seen from Brazil

seen from Azerbaijan

seen from United Kingdom
@nisaistiqomah
RTM : Untuk Terus Mencintainya, Kamu Harus Berjuang.
Catatan ini mungkin lebih khusus ke laki-laki. Sebab nanti, selepas menikah. Mungkin dalam pandangan matamu, istrimu tidak akan secantik-semanis-sebaik-dan sesempurna sewaktu kamu dulu memperjuangkannya. Saat ini, bisa jadi kamu bisa menyangkal. Tapi, nanti selepas menikah dan menjalaninya, kamu mungkin baru akan memahami maksudku ini.
Kamu harus berupaya untuk bisa terus mencintai istrimu. Perasaan itu tidak tumbuh seperti rerumputan yang terkena hujan. Perasaan itu adalah pohon besar dan kamu menanamnya sejak bibit. Kamu harus merawatnya, menyiraminya, melindunginya dari hama, menyiangi rerumputan disekitarnya, dan juga kamu harus selalu waspada agar ketika nanti ia sudah cukup besar, tidak ada orang lain yang tiba-tiba datang dan menebangnya.
Perempuan yang barangkali adalah temanmu, rekan kerjamu, atau orang yang tiba-tiba kamu temui di jalan. Mereka mungkin tidak melakukan apapun, tapi matamu tidak. Matamu bisa membuat apa yang terlihat menjadi beribu kalilipat lebih baik, lebih cantik, dan segala kelebihan lainnya yang mungkin akan menyulut perasaan lainnya. Tantangan. Seperti kala dulu kamu memperjuangkan perempuan yang menjadi istrimu saat ini.
Untuk itu, ingat-ingatlah selalu kebaikan perempuan yang sedang di rumah menunggumu pulang. Siapa orang yang paling khawatir kala kamu sakit. Siapa orang yang bisa menerimamu apa adanya saat kamu bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa selain kenekatanmu menikahinya dulu. Siapa orang yang rela bersusah payah mengurus segala keperluanmu, juga keperluan anak-anakmu nanti. Ia bersedia bersusah payah mengandung anakmu sembilan bulan dalam kepayahan yang kamu tidak bisa merasakannya. Anak yang mungkin lebih kamu cintai nantinya daripada istrimu.
Sungguh, untuk terus mencintainya, kamu harus berjuang. Bualanmu tentang cinta saat ini, juga bualanmu tentang segala janji itu bisa aku katakan adalah omong kosong. Sebab nanti, jalan yang amat panjang dan mungkin akan membosankanmu telah menanti. Biar tak bosan, kamu perlu menghidupkan setiap ingatanmu mengapa dulu kamu mau memperjuangkannya, setiap rasa syukurmu, dan iman.
Sebab menikah dengan seseorang yang kamu cintai saat ini bukanlah hadiah, melainkan sebagai ujian baru. Ujian yang hanya bisa kamu jawab ketika kamu menjalaninya, bukan dengan lisan, melainkan perbuatan.
©kurniawangunadi | 10 September 2017
Fokus dalam Menggores Pena Kebaikan
“Motivasi pengen gabung di FLP karena aku ingin meneruskan novel yang sudah tertunda hampir 2 tahun. Harapannya setelah masuk FLP, aku punya teman orang-orang yang suka nulis dan aku semangat untuk menyelesaikan novelku”
Itulah yang kutulis saat Pak Ahmad Lamuna meminta kami untuk menuliskan motivasi bergabung di FLP. Tak perlu banyak waktu untukku menuliskannya karena memang itulah alasan terkuatku untuk gabung di keluarga besar FLP. Sengaja aku mengangkat tangan untuk membacakan tulisan singkatku. Ngeksis dikit boleh lah yaa hehehe.
Mungkin karena penasaran, Pak Lamuna pun bertanya tentang tema tulisan novelku yang sedang hibernasi di laptop kesayangan. Dari uraian jawabanku, beliau mendapat kesimpulan kalau Nasionalisme menjadi salah satu tema yang kuangkat. Betul, Nasionalisme memang menjadi salah satu tema novelku, tapi well, sebenarnya aku sendiri juga masih bingung kalau ditanya tema besar novelku apa. Mungkin karena itu juga novelku stuck, hehehe. Karena kata Pak Lamuna, sebagai penulis kita mesti fokus. Kalau terlalu banyak pengen ini itu, yang ada malah nggak dapat semuanya.
Menurut Pak Lamuna, kalau kita fokus, tahapan menulis kita jadi lebih terarah. Misalnya nih, aku mau ngangkat tema nasionalisme di novelku, berarti aku perlu baca-baca referensi seputar nasionalisme. Kalau pun baca novel, ya semacam novelnya Pram atau YB Mangunwijaya. Nggak mungkin kan aku baca Ngenest-nya Ernest Prakasa :D
Fokus bukan hanya untuk jenis dan tema tulisan lho, tetapi juga target market dari tulisan kita. Pak Lamuna mencontohkan, novel-novel Raditya Dika yang laris banget padahal secara teknik penulisan biasa-biasa aja. Kenapa bisa laris? Karena target marketnya spesifik, yaitu para remaja dan ABG labil. Bukan masalah tulisan kita bagus atau nggak, tapi cocok atau tidak dengan target market kita.
Oh iya, dari tadi aku nyebut-nyebut FLP. Barangkali ada yang belum tahu, FLP itu Forum Lingkar Pena, salah satu komunitas penulis terbesar di Indonesia. Tahu Asma Nadia kan? Nah, dia adalah salah satu pendiri FLP. Berhubung sekarang aku tinggal di Jakarta, jadi ikutnya ke FLP Jakarta.
Berbicara tentang FLP, komunitas kepenulisan yang sedang kuikuti ini, punya misi menulis untuk berdakwah. Kalau secara bahasa, dakwah itu artinya menyeru manusia untuk mendekatkan diri pada Allah. Dakwah itu bukan hanya tugasnya ulama, kyai, ataupun guru agama lho, tapi seluruh umat islam. Namanya aja menyeru pada kebaikan, nggak mungkin kan tugas mulia ini hanya untuk segelintir umat manusia.
Duh, kesannya kok berat amat ya, ngomongin dakwah. Apalah arti adek yang hanya butiran jasjus ini?
Sebenarnya dakwah nggak melulu yang diomongin agama, pahala, dosa, surga, dan neraka terus kok. Yang aku tangkap dari Pak Lamuna, coba lihat aja kondisi masyarakat sekarang. Dari berbagai realita di tengah masyarakat, ada beberapa yang bisa kita angkat menjadi tulisan. Di situlah sarana dakwah kita.
Kalau dipikir-pikir, iya sih, dari baca berita-berita Kompas sampai LINE Today aja, kita bisa dapat banyak inspirasi ide tulisan. Apalagi aku berprofesi sebagai tenaga pengajar. Setiap hari aku diperlihatkan pergaulan bebas remaja, bullying, serba instan-nya anak sekarang, dan masalah-masalah lainnya. Banyak juga yaa ternyata yang bisa dieksplor dan ditulis.
Jadi, kapan nih, tulisan selanjutnya? (#talktomyself)
Alhamdulillah, 3 anak lolos ke babak semifinal Olimpiade Sains Kuark. Congratulation for Richard, Nur, and Finland 🙌🙌🙌. . Ini sih nemenin anak-anak aja. Mereka diundang makan siang bersama Bu Veronica Colondam, founder of YCAB. Such an honor, sure, to have a talk with her. . Setelah ini, ayo anak-anak, kita tancap gas untuk persiapan semifinal 💪💪 (di Warung Sunda Jalan Panjang)
Mahasiswa digambarkan seperti berada di sebuah ruang kedap yang membuatnya terpisah dari masyarakat. Mereka nggak sadar kalau ketidakadilan tengah berlangsung. Gelar yang mereka raih, malah digunakan untuk melanggengkan ketidakadilan. Apakah masih ada sekolah seperti itu? *** Well, okay let's face it. Our degree is like a privilege. We can use it to earn more money than anybody with no degree. It's very logic and make sense, because we have knowledge, skill, and experience. . Kata orang bijak, "lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan". Kalau kita nggak bisa menyalakan lilin, seenggaknya jangan memadamkan lilinnya. Kalau nggak bisa mengubah keadaan, seenggaknya nggak memperparah. . Sumber gambar : Buku "Sekolah itu Candu" karya Roem Topatimasang. #books #bookstagram #pendidikan #mahasiswa #education #sekolahitucandu #roemtopatimasang (di Jl. Panjang Arteri Kedoya)
Satu semester bersama anak-anak Paket A kesayangan. Happy Holiday, boys and girls! Jangan lupa bersenang-senang 🙌🙌🙌😀😀 (di Duri Kepa Kedoya Jakarta Barat)
Nggak tahan buat nggak nge-share meme ini 😂😂😂😂 (di Kedoya Duri Raya)
And I know my students have "superhero" inside them (di Jl. Panjang Arteri Kedoya)
a good reminder from @thinkgrowprosper (di Jl. Panjang Arteri Kedoya)
Such an honor to get this. Padahal main game sih hehehe. #hourofcode #atamerica #ycabfoundation
Salah satu favorit saya di pameran karya lukis anak-anak RB Duri Kepa. Created by Achmad Dian a.k.a Paul. #student #school #appreciation #studentart #ycabfoundation #rbdurikepa
Kata Bung Karno, "berilah aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia". Kalau versi sekarang sih, "berilah aku 10 pemuda, maka akan kuubah stigma masyarakat tentang HIV/AIDS". #hiv #aids #school #students #atamerica #ycabfoundation #rbdurikepa (di @America, Pacific Place)
Very Like this story compilation book. Written by my fav author Seno Gumira Ajidarma. Part yang menarik adalah Trilogi Alina dengan 3 cerita yang saling berkaitan yaitu "Sepotong Senja untuk Pacarku", "Jawaban Alina", dan "Tukang Pos dalam Amplop". Very Recommended Book. And this is part i love so much. A piece of words from Sukab to Alina, "sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa" #sastra #novelsastra #senogumiraajidarma #sukab #alina #sepotongsenjauntukpacarku #gramediapustakautama #vsco (di Duri Kepa Kedoya Jakarta Barat)
Selamat Hari Guru. Dari saya dan beberapa siswa-siswi Paket A yang rame, jail, lucu, dan seru-seru. #hariguru #school #students (di Duri Kepa Kedoya Jakarta Barat)
What do I do? (di Duri Kepa Kedoya Jakarta Barat)
Just wrote an article about marijuana. You may know it as ganja. Banyak anak muda yang nyobain ngebaks. Kenapa? ya karena harganya pas di kantong anak muda. 50ribu bisa bikin 12 lintingan, kayak beli rokok aja kan? Emang kenapa kalo ngebaks? Ganja kan nggak bikin ketagihan. Trus ganja kan bisa buat pengobatan kanker. Emang iya? Cek artikel selengkapnya disini. http://www.youthmanual.com/post/sudut-pandang/entah-kamu-pro-atau-kontra-dengan-penggunaannya-berikut-empat-hal-yang-harus-kamu-tahu-sebelum-coba-coba-ganja #ganja #narkoba #youth #nulis #promosidikit (di Kepa Duri)
Expressions