Muslimah dan Make Up
Perempuan dan kecantikan. Rasanya dua hal itu memang tidak bisa dipisahkan. Meski tidak semua perempuan mementingkan penampilan, namun sebagian besar perempuan akan banyak mempertimbangkan mengenai penampilan fisik.
Islam sendiri telah mengatur bagaimana cara perempuan berpenampilan. Menutup aurat sesuai syariat, tidak berlebihan, berbicara dengan suara yang tidak mendayu-dayu, menjaga pandangan, dan lain sebagainya. Rasanya luar biasa bersyukur terlahir sebagai seorang perempuan muslim, yang segala adabnya telah diatur dalam Al-Quran dan sunnah.
Suatu waktu muncullah pertanyaan dari seorang adik, “Apakah muslimah tidak boleh memakai make up sama sekali?”
Lalu terbayang bagaimana muslimah berwajah polos menghiasi televisi, mengisi ta’lim, menghadiri pertemuan, dan aktivitas dakwah lainnya.
Wallahu a’lam. Saya sendiri pernah bertanya pada seorang ustazah ahli fiqh wanita, bagaimana hukumnya seorang muslimah berdandan.
Jawaban yang saya dapati adalah, bahwa perempuan boleh berdandan, boleh ber-make up. Tapi… (nah ini yang super penting dicatat!) selama sesuai dengan syariat Islam. Muslimah tidak boleh tabarruj (berlebih-lebihan) dalam berpenampilan.
Jika ingin memakai bedak, silakan gunakan bedak yang sesuai dengan warna kulit dan tidak perlu tebal-tebal. Jika ingin memakai eye shadow silakan pilih warna natural yang tidak mencolok dan secukupnya. Jika ingin memakai lipstik silakan pilih warna yang senada dengan bibir agar tidak menarik perhatian siapa pun yang melihat. Dan yang terpenting, pastikan produk yang kita gunakan halal.
Kadang saya berpikir, jika ada perempuan yang berpenampilan “wah” di luar rumah, make up menutupi sempurna, pakaian serba mewah, dan sebagainya. Semua orang melihat semua “kesempurnaan” di balik ketidaksempurnaannya yang sesungguhnya. Lalu, apa yang perempuan tersebut persembahkan di rumah bagi suami dan keluarganya?
Dan sebenarnya, ada yang lebih penting daripada kita sibuk menutupi diri di balik make up, yaitu dengan melakukan perawatan. Bersyukurlah dengan apa yang telah Allah karuniakan kepada kita dengan cara merawatnya. Bersihkan wajah, tubuh, dan manjakanlah anggota tubuh kita sesekali. Bukankah setiap anggota tubuh juga memiliki hak untuh beristirahat?
Bagi saya pribadi, perawatan semacam ini jauh lebih penting ketimbang make up. Sebab dengan melakukan perawatan, berarti kita menjaga penampilan tanpa perlu “menutupi” wajah kita. Ya, ada kalanya memang make up (yang sesuai syariat) itu memang perlu, namun perawatan ini super perlu.
Ah, ya, perlu kita catat pula bahwa seberapa pun kita berdandan dan melakukan perawatan, itu semua tidak akan mengubah derajat kita di sisi Allah. Sebab Allah menilai kita dari ketaqwaan, bukan dari penampilan. Maka jadilah muslimah sebaik-baiknya perhiasan di dunia dan juga di akhirat :)
***
Rumah, Maret 2016





