Mimpinya besar tapi usahanya kecil, ya percuma. Mimpi besar harus dibarengi dengan usaha yang bersungguh-sungguh dan doa kepada Tuhan.
official daine visual archive

@theartofmadeline

PR's Tumblrdome

if i look back, i am lost

#extradirty
One Nice Bug Per Day
trying on a metaphor
art blog(derogatory)

roma★
almost home
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
cherry valley forever
Lint Roller? I Barely Know Her
Cosmic Funnies

★

No title available
No title available
No title available
Mike Driver
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Venezuela
seen from France
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Singapore
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Argentina
seen from United States
seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States
@pelataransenja
Mimpinya besar tapi usahanya kecil, ya percuma. Mimpi besar harus dibarengi dengan usaha yang bersungguh-sungguh dan doa kepada Tuhan.
Dari nilai hasil yang saya dapatkan, saya sadar kalau saya harus memperbaiki diri, masih banyak yang kurang dalam diri saya.
🪷
“Apa yang sudah aku miliki hari ini adalah ribuan doa-doa yang Allah dengarkan terdahulu. Rezekiku hari ini adalah kesabaran yang Allah gantikan di sela penantian. Serta yang bersamaku hari ini adalah kehilangan yang pernah Allah hadirkan untuk melihat sejauh apa aku bertahan. ”
Maha Baik Allah yang menakar batas kemampuan diriku.
⸺di Bandung, September.
Beberapa anak lain khawatir IP-nya jelek karena takut orang tuanya akan marah atau kecewa ke mereka. Saya punya orang tua tapi tidak pernah menanyakan bagaimana kuliah, nilai, dan lain-lain. Tetapi saya menerima dua beasiswa, dua beasiswa itu bagaikan kedua orang tua bagi saya. Saya harus selalu membuat laporan kegiatan setiap bulan, saya wajib ikut pembinaan setiap bulan, saya juga dikasih uang bulanan dan kuliah saya dibiayai, mungkin seperti melaporkan kegiatan ke orang tua. Baru-baru ini semua nilai sudah keluar, yang artinya IP semester 1 ku sudah fix. Saya mendapat IP yang menurut saya itu jelek dan di luar target saya, saya kecewa dengan diri sendiri, saya merasa gagal dengan diri sendiri karena tidak bisa memenuhi target, saya juga takut akan mengecewakan orang tua saya (pemberi beasiswa). semoga saya bisa mempertahankan beasiswa saya dengan tidak mengecewakan orang tua saya
Netesin air mata waktu curhat ngejelasin sesuatu sama Allah is another level of sadness
Lega, meski mata sembab udahannya
He Knows, He Understans, He Provides, He Heals🤍
🪷
“Apa yang sudah aku miliki hari ini adalah ribuan doa-doa yang Allah dengarkan terdahulu. Rezekiku hari ini adalah kesabaran yang Allah gantikan di sela penantian. Serta yang bersamaku hari ini adalah kehilangan yang pernah Allah hadirkan untuk melihat sejauh apa aku bertahan. ”
Maha Baik Allah yang menakar batas kemampuan diriku.
⸺di Bandung, September.
Hingga hari ini tiba, sejatinya aku tahu bahwa telah banyak hal yang kita usahakan. Kita menjadi sejujurnya manusia. Mengerahkan semua tenaga, menjelaskan dengan sejelas-jelasnya. Melakukan apa-apa yang dirasa pantas dan tepat untuk dilakukan.
Maka setelahnya, biarlah waktu mengambil peran, mendewasakan, menuntun pada jalan-jalan takdir yang sudah ditetapkan.
Karena untuk semua kekhawatiran yang tertangkup di dalam dada, yakinlah bahwa selepas ini akan ada hadiah paling menarik dari-Nya.
Karena untuk semua sesak yang hadir dari ribuan kesulitan dan hambatan, tidak apa-apa bukan?
Untuk tetap berjalan meski tengah menanggung beban. Untuk terus berlari dengan sekotak kepercayaan. Sebelum akhirnya berhenti pada kerelaan yang luar biasa. Lalu kembali melanjutkan dengan hati yang telah berbalut penerimaan.
12:21 a.m || 14 April 2022
Maaf Tuhan, aku hampir menyerah 😔
Hingga hari ini tiba, sejatinya aku tahu bahwa telah banyak hal yang kita usahakan. Kita menjadi sejujurnya manusia. Mengerahkan semua tenaga, menjelaskan dengan sejelas-jelasnya. Melakukan apa-apa yang dirasa pantas dan tepat untuk dilakukan.
Maka setelahnya, biarlah waktu mengambil peran, mendewasakan, menuntun pada jalan-jalan takdir yang sudah ditetapkan.
Karena untuk semua kekhawatiran yang tertangkup di dalam dada, yakinlah bahwa selepas ini akan ada hadiah paling menarik dari-Nya.
Karena untuk semua sesak yang hadir dari ribuan kesulitan dan hambatan, tidak apa-apa bukan?
Untuk tetap berjalan meski tengah menanggung beban. Untuk terus berlari dengan sekotak kepercayaan. Sebelum akhirnya berhenti pada kerelaan yang luar biasa. Lalu kembali melanjutkan dengan hati yang telah berbalut penerimaan.
12:21 a.m || 14 April 2022
Jeda.
“Selama kau ada di sini, hidup kan baik-baik saja.”
Nyatanya takkan pernah ada yang baik-baik saja bila rasa diubah cemas. Bila peduli juga diabaikan.
Hidup saja sesukamu, bawa seluruh rahasia, haturkan pada langit untuk mereka yang dianggap dekat. Limpahkan semuanya hingga kamu takkan tahu, milikmu tak bisa lagi sendirian.
Pada mereka yang sekadar kenal dan sengaja dibaikkan entah untuk apa, terus saja toreh hahahihi sampai lelah semua jiwa. Dan esok kembali pada dia yang kau anggap dekat. Berikan rasa yang mereka tak kuasa genggamnya tanpa diutarakan.
Lelah agungkan itu pada dunia, curahkan lewat tangis, tumpahkan tanpa bersuara. Lalu tak lupa, sebut mereka yang merasa sebagai berlebihan juga sedang menggarap drama kanak-kanak.
Itu kan jeda yang kamu butuh dan kelak kembali diteriakkan?
Intinya mah jangan berhenti. Sesulit apapun itu, seberat apapun itu tetep aja kerjain. Lama-lama juga kelar :) daripada ditunda-tunda trs tapi, rasanya engga nyaman dan selalu dihantui dengan ketidaknyamanan itu. Mending sambil nangis nangis ngerjainnya tapi kelar dan rasa gak nyaman itu akhirnya mengikis dan hilang :) dan di akhir kamu akan merasakan kebahagiaan tersendiri :)
Support
Perdana menorehkan tulisan di tumblr careerclass. Selama ini hanya menjadi pembaca setia. Terima kasih kawan, sudah berbagi banyak hal, banyak perspektif.
Kelas CC family and parenting yang kuikuti hari ini temanya hangat sekali, "Ibu, beristirahatlah jika lelah". Mendengar narasumber bercerita tentang kondisi Ibu yang sangat mungkin mengalami burnout dengan segala peran yang dijalankan, membuat aku merasa 'dipeluk erat'. Selama ini aku berpikir menjadi ibu adalah peran luar biasa yang perlu punya banyak bekal, lengkap dengan hati sekuat baja, dan usus yang sepanjang jalan kenangan (re: panjang banget sampai sabarnya tak bertepi). Ternyata yang sebenarnya bukan seperti itu. Semua emosi itu valid, jadi emosi seorang ibu yang capek, ingin ini ingin itu tapi terbentur dengan berbagai hal, itu juga valid. Ibu yang merasa gagal karena belum memberi yang terbaik buat anak dan suaminya pun juga emosi yang valid. Terima aja dulu, obati kemudian. Obati dengan mengisi tangki cinta diri sendiri, agar bisa mengalirkan cinta lebih jauh ke anak-anak dan suaminya.
Aku sendiri belum jadi seorang ibu. Sungguh, sebelum ikut CC dan memperluas sudut pandangku tentang wanita dan peranannya, termasuk ketika sudah berstatus sebagai istri dan ibu, kekhawatiran itu begitu membayangi. Kekhawatiran tentang diriku yang rasa-rasanya jauh dari kata hebat kalau melihat ibuku yang bisa menjalani banyak peran sekaligus. Kekhawatiran tentang tidak mampu membahagiakan suami dan anak-anak kelak. Rasanya, se-mengerikan itu.
Tapi ceritanya berbeda ketika aku membuka berbagai sudut pandang lewat narasumber-narasumber yang dihadirkan CC. Ada kekuatan sendiri. Semacam... perlahan-lahan meletakkan kekhawatiran itu dan menggantikannya dengan energi untuk memperbaiki diri. Menggantikannya dengan keyakinan bahwa aku perlu mengisi tangki cintaku, menyelami diriku lagi, agar aku bisa menjalankan sebaik-baik peran yang diamanahkan Tuhan kelak padaku.
Selama 8 bulan tumbuh di CC, aku belajar bahwa support, sekecil apapun, akan menjadi pelukan yang memberi energi besar bagi langkah-langkah kecilku. Aku belajar bahwa se-kecil apapun progress akan tetap jadi progress, dan itu lebih baik dari tidak berprogress. Kalau lelah? Istirahat. Kalau merasa lemah semangat? Minta semangat dari teman-teman CC tidak pernah membuat kecewa. Teman-teman CC akan dengan tulus memberikan support, mendorong lewat doa-doa yang mengalir baik secara lisan, tulisan, atau bahkan diam-diam.
Dan itu luar biasa dampaknya bagiku.
Hari ini, aku menjadi bagian dari orang-orang yang berbahagia langkahnya disupport oleh ekosistem ini. Aku pun belajar untuk memberi setulus support, bagi segelintir orang, walau mungkin terlihat remeh, receh, dan "cuma gitu aja". Hari esok, semoga aku bisa menjadi orang yang bisa memberi support untuk lebih banyak orang, dalam bentuk yang lebih besar lagi.
Kebaikan itu menular. Semangatmu pun menular
-A-
semakin ingin childfree karena kehidupan sehari-hari yang buruk
Ada hal yang memang tidak bisa dilupakan. Sesuatu yang jika teringat membuat rasa bersalah dan penyesalan rasanya sulit untuk diobati.
Tapi ketika melihat lagi kenyataan, semenyakitkan apa-apapun itu. Ternyata hidup ini begitu berharga, hidup layak diperjuangkan.
Seindah dan sebaik apa pun sebuah kenangan, itu hanya sebuah bayangan yang tinggal dalam otak bawah sadar kita.
Bukan di masa depan, atau hidup yang tengah kita perjuangkan saat ini.
—ibnufir
untuk hari ini:
ngga apa-apa kalau merasa ngga semua orang suka padamu, ngga apa-apa kalau diperlakukan sedikit berbeda. tiap orang memang berbeda.
i am not responsible for how other people act towards me. i am responsible for my own act.
that's okay.
day 1: personality
long time noooooooo nulis-nulis sesuka hati.
mungkin ya mungkin, udah kangen jadi janpi lagi. hingga akhirnya ya kembali ke sini. lihat-lihat lagi tulisan lama dan lalu berpikir, wah udah banyak banget ternyata hal yang dilalui selama hidup.
iya, dilalui.
sedihnya. senangnya. beratnya. bertahannya. kuatnya. lelahnya. capeknya. tawanya. sampai kemudian ada lagi di titik-titik terendah hidup. dan lalu bangun lagi untuk bangkit, karena ya satu-satunya cara untuk bertahan adalah ikut jadi keras kepala dengan masalah yang nggak berhenti datang.
sejak mulai bisa membaca dan berhitung--atau bahkan sebelum bisa melakukan keduanya itu--anak-anak lain tahu, bagaimana caranya meminta sesuatu dan berujung tangis untuk diiyakan. walau nggak semua, tapi sedikit banyaknya pasti mengalami. yang mana untuk saya, hal itu jadi sesuatu yang langka untuk dirasakan.
karena ya...saya lebih dulu dikenalkan jika hidup harus berdiri di atas kaki sendiri. harus berusaha untuk berjuang dan melawan keras dunia. harus jadi pribadi baik dan tidak menyusahkan. harus menjadi pengasih, namun tidak merugikan. harus tampil kuat, meski sejatinya berantakan jadi pengisi waktu di antara lelap.
tidak secara langsung, tapi diharuskan oleh kenyataan yang dihadapi. maka jawabannya memang mau tidak mau. bukan pertanyaan mengenai kesediaan ingin atau tidak.
banyak orang bersembunyi di balik tawa dan cerianya. tapi bukan berarti saya juga berusaha untuk menjadi demikian. karena ya, lagi-lagi ini bukan soal topeng yang ingin dipakai. tapi tentang bagaimana belajar melihat dunia dari sisi yang lain.
sisi yang berkebalikan dari apa yang sedang dialami. sisi yang katanya punya pelajaran lebih jika mau diterima.
hidup buat saya adalah soal pilihan.
untuk tetap bertahan atau berhenti. untuk menjadi baik atau tak peduli. untuk dipertaruhkan atau sekadar ikut arus. untuk bertemu lalu melepaskan atau bertahan tapi menyakitkan.
hidup itu nggak pernah mudah. manusianya harus punya seribu satu jurus untuk tetap menjadi waras. sesekali menangis di ujung malam juga bisa jadi jawaban. untuk apa-apa yang dirasa tidak kunjung tiba dan melelahkan.
besar di antara orangtua yang sudah tidak lagi utuh rasanya membuat saya agak pilih-pilih soal menjalin hubungan. apalagi ternyata, beberapa kali dipatahkan oleh kebaikan yang tulus ingin diberikan. ya gapapa, belajar untuk memaafkan diri sendiri mungkin sesuatu yang ingin Tuhan tunjukkan, ketika lagi-lagi manusia suka berbuat tidak semestinya.
hidup sudah keras. kalau kitanya nggak keras berjuang dan berusaha, mungkin kita yang akan jadi kalah. hidup sudah banyak menghantam kita dengan masalah, kalau kitanya ikut pusing karena tidak melihat jalan keluar, mungkin kita yang akan berujung membuat masalah lagi.
lagi-lagi. saya belajar keras kepala untuk diri sendiri, karena ya memang itu yang kemudian diajarkan hidup. entah eksekusinya bisa dengan baik atau buruk. intinya, keras kepala untuk niat baik, setidaknya tetap harus dijaga sampai akhir. pengasih dan berkasih juga harus dan semestinya sejalan.
gitu kan, ya?
10 agustus 2021 -hujanmimpi-
day 3: a memory
bicara soal memori berarti bicara soal kenangan. yang beberapanya tersimpan rapi, dan sebagiannya juga ada yang entah menghilang dengan cara apa.
kalau boleh jujur, saya justru tidak terlalu ingat dengan masa kanak-kanak. ada hal-hal yang entah bagaimana caranya bisa pudar begitu saja. tanpa diusahakan, tanpa diminta, atau mungkin tanpa saya sadari justru saya sendiri yang memblokirnya.
memangnya manusia bisa memblokir ingatan? jawabannya sih bisa. itu juga kalau saya tidak salah ingat. karena rasa-rasanya, sudah sangat lama saya berbincang soal ini dengan salah seorang sahabat baik yang mengenyam pendidikan psikologi.
singkat cerita, dari obrolan itu saya menyadari bahwa mungkin ada sedikit banyak hal yang tidak bisa saya terima hingga kemudian saya memaksa diri untuk melupakannya.
apakah salah?
tentu tidak. karena sepertinya, hidup masih memiliki pilihan untuk manusianya. karena semestinya, urusan masa lalu, tidak selalu harus diingat jika memang tidak mau.
tapi...sebagai seorang taurus garis keras yang hobinya mengingat setiap detail kejadian tanpa sengaja untuk mengingat, sejujurnya saya masih cukup aneh karena tidak bisa mengingat banyak hal tentang masa kecil.
saya jadi sering bertanya-tanya, kenangan semenyakitkan apa yang pernah saya alami? masa lalu semenyebalkan apa yang pernah saya lalui? sebab aneh saja rasanya jika kemudian lupa tentang apa yang pernah dilewati~
ah tapi namanya juga hidup ya sudah saja.
memori singgah, hadir untuk dinikmati, dikenang, lalu memang mungkin waktunya untuk digantikan.
gitu, kan?
12 Agustus 2021 - hujanmimpi -