"Shalat 5 waktu itu bukan cuma kewajiban, tapi juga tempat beristirahat yang paling menenangkan"

No title available
One Nice Bug Per Day
No title available

Product Placement

pixel skylines

blake kathryn

ellievsbear
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Kaledo Art

Discoholic 🪩
wallacepolsom
Sweet Seals For You, Always
taylor price
DEAR READER

Kiana Khansmith
Today's Document

tannertan36
Jules of Nature
I'd rather be in outer space 🛸
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from France
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Poland
@perempuans-posts
"Shalat 5 waktu itu bukan cuma kewajiban, tapi juga tempat beristirahat yang paling menenangkan"
Smg Allaah sampaikan kita pada apa-apa yang kita doakan.
Kita tidak punya hak untuk meminta orang lain membahagiakan kita, sebab bahagia adalah tanggung jawab diri sendiri, bagaimanapun caranya.
- ca
Lelah, Tapi Masih Ingin Percaya
Tuhan, aku menyerah. Di mana “yang terbaik” yang selama ini kuucapkan dalam doa, di antara malam-malam yang tak lagi punya nama? Di mana “yang terbaik” yang pernah kumohonkan pada-Mu tiga, lima tahun belakangan, sampai kata-kata itu sendiri terasa seperti batu yang habis digosok dan jadi tumpul?
Kalimat itu menggantung berulang-ulang di kepalaku. Beratus kali aku mengucapkannya dalam hati, beratus kali pula aku menelannya lagi sebelum sempat menjadi suara. Aku menipu pikiranku sendiri dengan kata sabar, dengan kata yakin, padahal di dalamnya ada ruang kosong yang minta diisi.
Aku pernah berada di satu masa ketika doa menjadi satu-satunya bahasa yang kumiliki. Aku menggumamkan “yang terbaik” dengan sisa napas yang bahkan tak sempat kuberi tanda tanya. Aku mengulangnya seperti mantra, berharap Tuhan mengerti yang tidak bisa kujelaskan.
Tapi di titik-titik tertentu, aku mulai ragu. Apakah aku benar-benar mendapat yang terbaik, atau hanya sedang belajar menelan kenyataan? Apakah doa ini masih berjalan, atau hanya memantul kembali ke diriku sendiri, tanpa ada yang menangkapnya?
Aku tidak kapok. Sekali lagi, Tuhan, aku mohonkan “yang terbaik” dari-Mu untukku. Aku mohon, meski tak tahu seperti apa rupa “terbaik” itu, meski aku tak tahu kapan akan datangnya. Aku mohon, dengan sisa yang masih ada pada diriku—napas, luka, dan sedikit keberanian untuk percaya lagi.
Seiring berjalannya waktu, kita akan menyadari bahwa beban itu tak berubah bentuk, bahu kita lah yang kini menjadi jauh lebih kuat untuk memikulnya.
Manusia adalah sebuah buku yang terus direvisi oleh waktu.
Menertawakan diri sendiri itu penting. Anggap aja pemanasan. Biar nanti nggak terlalu sakit kalo diketawain orang lain.
Kita tuh kadang sok paling bijak. Padahal dulu pernah chat “P” doang tanpa konteks.
Sadar nggak sih, banyak 'dosa sosial' kita yang kalo di-screenshot, reputasi kita tamat?
Makanya santai aja. Kalo kamu pernah melakukan "kekonyolan"... selamat, kamu masih manusia.
Yang bahaya itu yang merasa nggak pernah konyol. Biasanya yang begini paling drama kalo dikritik.
~~~~~~~~~~
Tapi liat² tempat dulu. Jangan pas lagi jogging sendirian. Nanti orang-orang ngeliatin kamu dengan 'tatapan kasihan'.
Awal Ramadan kita mungkin berbeda, tapi mudah-mudahan berujung dengan hasil yang sama yakni mendapat predikat takwa; gelar termulia yang diberikan Allah kepada hambaNya.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (QS. Al-Baqarah: 183)
©Fajar Sidiq Bahari (@fajarsbahh)
Kebaikanmu pada orang lain itu tdk butuh diungkit ataupun diperhitungkan, rasanya percuma jika masih menjadi tolak ukur agar kamu dianggap orang baik
Dunia tidak seramah itu untuk orang yang selalu merasa kuat dan tersenyum
Kadang, kenyamanan bukan tentang di mana kaki berpijak, tapi tentang bagaimana pikiran menetap.
Sejauh apa pun pencarian, tempat ternyaman itu tetaplah prasangka yang baik. Ia adalah jeda dari segala hiruk-pikuk, sebuah ruang hening yang memberikan rasa aman tanpa perlu alasan.
Ketika hati dipenuhi dengan prasangka yang baik, dunia yang luas ini terasa cukup. Tidak ada lagi lelah karena curiga, tidak ada lagi sesak karena cemas. Cukup tenang, cukup lapang, dan selalu terasa seperti sedang pulang.
"Usahamu pastilah terbatas, sedangkan doa-doamu tidak ada batas. Ia bebas dengan bagaimanapun kondisimu, sebanyak apapun kekuranganmu, dan sebesar apapun ketakutanmu. Selagi kamu ada keinginan dan keyakinan, berdoalah, jangan takut."
- repost tumblr jndmmsyhd
Pernah nggak, habis salat Subuh lalu hati tiba-tiba terasa berat, merasa proses hidup kita kok jauh tertinggal dibanding teman-teman? merasa seolah orang tua nggak benar-benar peduli? dan lelahnya sampai bikin ingin berhenti, karena jalan yang kita lalui terasa lebih sulit dari milik orang lain.
Kalau iya, tenang… kamu manusia. Perasaan itu wajar.
Tapi ingat, Allah nggak pernah lalai menghitung setiap langkah kecil yang kamu tempuh. Proses yang sunyi bukan berarti sia-sia. Bisa jadi justru di saat paling sepi itu, Allah sedang paling dekat. Allah nggak pernah menilai hidup dengan perbandingan. Setiap orang punya timeline sendiri, punya ujian yang beda, dan punya jalan yang Allah tahu paling kuat untuk dia lewati.
Allah berfirman:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Kalau prosesmu terasa lebih berat, itu bukan karena kamu lemah tapi karena Allah percaya kamu mampu.
Jangan nyerah. Pelan nggak apa-apa, asal tetap melangkah. Allah melihat setiap air mata, setiap sabar, dan setiap usaha yang mungkin tak dilihat siapa pun. 🤍
Memang sebaiknya kita tidak perlu menggunakan "penggaris" milik kita sendiri untuk mengukur kehidupan orang lain. Begitu pun sebaliknya.
Jangan gunakan "penggaris" milik orang lain untuk mengukur kehidupan kita.
Buat orang lain mungkin sah² aja segera memiliki mobil dan rumah meski harus mencicil. Tapi buat kita, boleh saja kalau kita berpikir bahwa 'jika belum sanggup membayar secara cash artinya kita belum benar² mampu'.
Bertahan dengan pilihan; tetap sewa rumah dulu dan kemana-mana motoran dan naik transum itu, gapapa banget.
Orang lain baru merasa benar² liburan ketika pergi ke tempat² fancy, luar pulau bahkan luar negeri. Sementara kita seringnya ke taman kota, mentok² keluar kota mengunjungi keluarga, gapapa banget.
Setiap orang punya beragam pilihan dan standarnya masing².
"Aku tahu hari-harimu berat, maka kamu butuh energi yang luar biasa 'tuk menguatkanmu. Maka, bangunlah di setengah malam atau lebihnya.
- Allah swt kepada Nabi Muhammad saw dalam QS. Al Muzzammil -
Semakin kita berumur, hidup sebenarnya sedang mengajak kita untuk beres-beres.
Kita mulai sadar bahwa tangan kita terlalu kecil untuk menggenggam semua hal. Maka, kita mulai belajar melepaskan beban yang berat di hati dan pikiran, seperti ambisi yang melelahkan atau urusan yang tidak perlu.
Tujuannya sederhana, agar tangan kita cukup luang untuk memeluk hal-hal yang benar-benar berharga.
Dan untukmu yang sebentar lagi akan bertambah usia, semoga bertambahnya angka ini menjadi awal yang lebih ringan untuk melangkah, serta lebih lapang untuk mensyukuri apa yang telah ada.
Negasi
Jika tahun ini pencapaianmu adalah terpaksa menjalani peran, kamu hebat.
Jika tahun ini pencapaianmu adalah bertahan, kamu keren.
Jika tahun ini pencapaianmu adalah menepi, kamu hebat.
Jika tahun ini pencapaianmu adalah pelan-pelan, no energy to keep going, kamu berani.
Jika tahun ini pencapaianmu adalah bangun dengan perasaan berat, itu juga prestasi.
Jika tahun ini pencapaianmu hanya mampu berdoa sambil menangis, kamu tulus.
Jika tahun ini pencapaianmu hanya rindu, kamu kuat,
sebab tak semua bisa mencintai tanpa kehadiran.
Jika tahun ini pencapaianmu adalah membenci 2025,
kamu sah, kamu sedang jujur pada luka.
Jika tahun ini kamu belum sampai ke mana-mana,
percayalah… kamu sudah sangat jauh.
Tidak semua tahun diciptakan untuk berlari.
Dan jika tahun ini kamu masih di sini, masih berdiri, meski ditarik-tari ke arah yang sesak, kamu menang, dengan caramu sendiri.
Universe, hidup tak bisa di prediksi seperti negasi dalam matematika, kayuhan sepeda. 261225.
Dan orang yang belum selesai dengan dirinya, sering kehilangan orang baik karena tidak siap bertanggung jawab atas kedekatan.