My life would be great if (.......)
Mari berandai andai di sabtu malam
My life would be great if tomorrow never comes

No title available
Sweet Seals For You, Always

Product Placement

PR's Tumblrdome
No title available
Keni

Kaledo Art
NASA

pixel skylines

roma★
trying on a metaphor
will byers stan first human second
DEAR READER
Game of Thrones Daily

No title available
dirt enthusiast

titsay

if i look back, i am lost

ellievsbear

izzy's playlists!

seen from Germany

seen from Italy
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Canada

seen from United States

seen from Singapore

seen from China

seen from T1

seen from Malaysia
seen from Bangladesh

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Bulgaria
seen from Poland

seen from Canada
@pendekarpatahhatii
My life would be great if (.......)
Mari berandai andai di sabtu malam
My life would be great if tomorrow never comes
Semua akan mutasi pada waktunya
Aparatur Sipil Negara
“Buruk Sangka.”
—
Kenapa selalu ada orang yang berpikiran negatif ke kita? Mereka menafsirkan ini-itu dengan cara yang buruk dan cenderung prejudis. menghakimi seseorang sebelum ia kenal jauh. Hanya dari sebaris dua baris pesan, tapi penghakimannya sudah seperti tahu isi kepala lawan bicara. Baru lihat dari penampilan, tapi sudah menuduh dengan kejelekan.
Kenapa kita tidak bisa menahan diri untuk tidak memberikan penilaian kepada orang lain? Biarkan orang lain dengan apa yang ada di diri mereka. Mau celananya bolong, jilbabnya mencong, kepalanya botak, kulitnya gelap, makannya di warteg, motornya butut, hapenya banyak tambalan, cara bicaranya ceplas-ceplos, pendiam, to the point, suka berguyon, kalau bales pesan lama, bla bla. Kita diciptakan berbeda-beda. Tumbuh dan berkembang pun tidak sama. Setiap kejadian selalu ada alasan. Sebelum kita menghakimi orang lain, didik jiwa sendiri agar mampu mawas diri.
Hati yang mudah melakukan penilaian terhadap orang lain itu biasanya tidak tenang. Gelisah. Cenderung susah untuk berbaik sangka. Kita jangan begitu. Karena percayalah, itu sangat melelahkan.
“Menjadi Bagian Penebar Kebaikan Yang Komitmen: Mau?”
—
Dear All teman-teman tumblr. Kita ini komunitas wacana. Komunitas aksara. Komunitas yang berada dalam jajaran kata-kata. Sebagian dari kita akan muncul dan tenggelam. Dulu ada seorang yang begitu dikagumi; pengikutnya melimpah. Tiap postingannya membanjir apresiasi. Tapi kini ia ditelan bumi. Entah kemana. Bersama euforia dan kata-kata yang dulu ia bangun susah-payah. Kini hanyut tergerus arus zaman.
Maksudku, kita bisa bergerak dari wacana ke kata kerja. Kerja, apalagi untuk kebaikan manusia, akan selalu menyisakan dampak. Soal cinta pun demikian. Bahwa cinta itu tidak bermakna ketika dia tidak menjadi kata kerja.
Bagi saya, ada yang tidak akan pernah surut: kebaikan berjamaah. Hal-hal kecil yang dibangun bersama. Yang manfaatnya terasa meski penebar kebaikan telah tiada. Siapa nyana, gegara kita memberikan satu buah buku cerita tentang The Little Prince, ada anak yang terobsesi dan kemudian ia suka membaca. Ia semangat belajar dan terus-terusan membaca. Berapa besar saham yang telah kita taruh gegara sebuah buku? Kita mengubah aksara menjadi kegemaran untuk membaca.Lagi-lagi kata kerja.
Apalagi itu dilakukan berjamaah. Dengan Rp 50K/orang/bulan, jika ada 100 orang, sudah menjadi Rp. 5 juta. Dengan Rp. 5 juta, kita bisa melakukan banyak hal. Buku, alat kebersihan, perbaikan sekolah, hingga bale ngaji. Kita bisa bangun itu semua. Sungguh hitungan sederhana dari sebuah kebaikan. Saya selalu berpikir tidak ribet soal proposal, bla bla, ini itu. Soal “kontribusi bagi bangsa”? Terlalu holistik dan elitis. Kita hanya butuh orang-orang yang komitmen melakukan hal yang kontinyu. Susah lho menemukan orang seperti ini. Kita bisa menanyakan ke dalam diri: apakah kita adalah orang itu? Yang susah sekali komitmen untuk berbagi.
Entah, saya selalu optimis bahwa masih banyak orang-orang yang pikirannya ke depan tapi tetap sederhana. Mereka mau bekerja bersama-sama. Adakah di antara kalian yang siap dan komitmen bersama-sama menjadi penebar kebaikan?
Jika ada, silakan reblog dan tulis komitmenmu. Sertakan argumenmu kenapa memang kita perlu bergandengan tangan dalam menebar kebaikan. Saya akan menjadikan ini thread khusus dan kita saling reply. Bismillah.
(via herricahyadi)
Alhamdulillah banyak yang mau ikut. Saya list di sini ya, semoga ini awal dari gerakan bareng kita yg muncul dari lingkaran per-tumblr-an. Semoga persahabatan kita akan dimulai dari sini.
UPDATE PER 20 Oktober 2019
1) @lamansuci 2) @anakbawangtumbler 3) @arhtant 4) @viantikap 5) @earlymorningcaffeine 6) @chuyakasim 7) @aidilfitrah13 8) @kilasjejak 9) @penaalmujahidah 10) @megahardianty 11) @coretanamatirr 12) @fadhilahnfhd 13) @thalabulilmi 14) @lailafsya 15) @tiqatiqo 16) @shr-ins 17) @ronsky1 18) @nurislamiah 19) @lilishd 20) @cahyaann 21) @niehtselaf 22) @narasisetiyadewi 23) @mazasad 24) @titiknuri 25) @novitarsari 26) @mutiiadia 27) @melihahahaha
Jika ada di antara kalian yang mau mengajak, silakan. Makin banyak makin bagus insyaAllah. Mention namanya dan minta kesediaan untuk gabung.
Yang belum tersebut namanya silakan reply dan berikan statement kesediaan. Akan saya update terus (saya paling semangat kalau untuk berlomba dalam kebaikan soalnya, takut ga kesampaian kalau ga segera dieksekusi). Buat yang belum siap komitmen, bisa bilang ke saya segera. Karena sekalinya kita beranjak, tak ada jalan pulang.
Langkah berikutnya mari kita buat grup WA untuk update dan rencana kerja. Kita teman-teman baik, saya yakin kita semua akan membuat nyaman niat baik ini. Roll on!
Terima kasih sekali atas antusias kalian. Saya apresiasi. Saya sadar, kita ini artis bukan, seleb bukan, infuencer juga bukan. Hanya sekumpulan orang-orang biasa yang berupaya bareng untuk memunculkan solusi sederhana. Mengumpulkan orang-orang yang tak silau akan jumlah, tapi komitmen akan amanah itu susah. Kita akui bahwa kita ini hanya remah-remah zaman. Sejarah juga mungkin tidak akan mencatat. Tapi bodo amat dengan itu semua. Karena kompetisi dalam kebaikan itu tidak mengharuskan kita memiliki banyak harta atau pengikut manusia.
Kita butuh 100 orang untuk running.
Catatan kecil:
1) Komunitas ini, komunitas filantropi. Kita akan berkomitmen untuk menggalang dana rutin. Bentuk komitmen kita adalah pendanaan. Jadi yakinkan diri kalian untuk kokoh dalam bersedekah tiap bulan. Belum ditentukan berapa besar, tapi tidak akan lebih besar dari biaya internet + nonton XXI. Sesuai kesepakatan nanti di grup.
2) Komunitas ini, komunitas kekeluargaan. Meski domisili jauh-jauh, tapi akan memprioritaskan koneksi antar member dengan seksama. Saya memilih komunitas yang kecil tapi efektif berdaya.
3) Pastikan diri kita masing-masing telah memahami arti komitmen dan konsep filantropi ini. Karena, sekalinya kita berjanji, di situ ada harapan anak-anak yang membutuhkan.
“Tuhan, Jika ia baik bagiku. Baik bagi agamaku. Baik bagi kehidupanku. Baik bagi masa depanku. Maka dekatkanlah ia kepadaku. Mudahkanlah jalannya menujuku. Dan berkahilah seluruh cara yang kami tempuh untuk mendapatkan restuMu.”
— Amin (via mbeeer)
Aamiin.
Banyak kok anak muda yang lebih memilih menyibukkan diri dalam kebaikan, dari pada sibuk hanya soal cinta-cintaan. Kalo kamu belum menemukan yang seperti itu, coba cek lagi lingkar pertemananmu. Mungkin saja engkau salah memilih lingkaran.
Banyak. Masih banyak.
Kamu terlalu lemah jika risaumu masih tentang cinta pada lawan jenis saja. Sebab ada risau yang lebih harus dihiraukan. Tentang nasib bangsa yang tak kunjung membaik, tentang anak bangsa yang saling bertikai, juga tentang korupsi yang membudaya. Itulah risau yang melahirkan keinginan untuk berkorban lebih banyak, berbuat lebih nyata, dan berjuang lebih lama. Semoga mimpimu bukan hanya tentang dirimu, tetapi juga tentang bangsamu.
Yang paling sulit diperjuangkan justru ialah yang paling layak diperjuangkan. Entah itu hasilnya seperti apa, usaha saja dulu. Kita tidak akan pernah mengetahui dari jalan mana pintu itu akan terbuka.
“Aku hanya takut jika diri ini terlalu sibuk membuat diri terlihat baik, padahal sebenarnya aku tidak benar-benar menjadi orang baik”
— mfaizs
“Sayangilah dirimu sendiri. Hatimu tak pantas menampung seseorang yang bermain-main dengan ‘banyak dia’ yang lain”
— Kalau sudah begitu, membebaskan diri adalah cara yang terbaik. Agar kau tak terjebak dalam kebodohan. Seakan-akan membuatmu terlihat berjalan di jalur yang benar, padahal sama sekali tidak.
Sebelum mengetuk pintu hatimu, aku lebih dulu memilih untuk mengetuk pintu Tuhan lalu melirihkan namamu di setiap percakapanku dengan-Nya. Kuharap buku takdir milikmu dan milikku membersamakan kita di halaman yang sama; di bagian paling bahagia yang Tuhan tuliskan.
Semoga!!
Nyala Hati Orang Beriman
Mungkin pernah dalam hidup kita, rasanya ujian tak kunjung selesai. Berakhir satu, muncul yang lain. Mulai dari ujian diri sendiri, keluarga, lingkungan pergaulan, finansial, kesehatan, jodoh, anak anak, dll. Hati kita dibuat bertanya tanya. Kadang lemas dibuatnya, malas melakukan apa apa. Aku tak ingin bicara faktor mental, maupun psikologis hari ini. Aku ingin bicara tentang kekuatan iman.
Sadar atau tidak, tanda tanda terpenting dari nyala keimanan adalah gairah, sikap yang dimiliki oleh orang yang beriman di saat yang sempit. Ia tak pernah kehilangan semangat, tak pernah lemah semangatnya. Orang orang yang beriman saat menghadapi kesulitan gairahnya tumbuh bahkan terkadang lebih besar karena ia tahu bahwa manusia tidak akan mencapai surga, kecuali mereka telah diuji dengan kesulitan kesulitan sebagaimana orang orang dari generasi terdahulu. Manusia tidak akan masuk surga sebelum mendapat ujian seperti kaum kaum terdahulu. (Al Baqarah : 214).
Jadi, amatlah wajar bila orang yang beriman menemukan kesulitan. Karena yang memiliki tentu akan diuji oleh kebermilikannya. Bila ia memiliki iman, ia akan diuji dengan keimanannya. Ujian ujian ini yang akan sangat menentukan sifat penting pada orang beriman. Apakah imannya semakin kuat, ataukah semakin melemah? :)
Gairah dan kegembiraan menyertai mereka saat menunggu waktu Allah menunaikan janjiNya. Hatinya menyala bersama iman tak sedikitpun ragu pada janji Sang Pencipta. Meski berkali kali diuji. Meski berkali kali mengalami kehilangan. Iman membuat pemahamannya melampaui jejaknya di bumi. Hati mereka telah dekat bersama dengan Rabbnya sehingga apapun ujiannya mereka hadapi dengan semangat yang menyala nyala.
Mereka percaya pada Tuhannya. Mereka berharap pada Tuhannya. Mereka tak ragu sedikitpun. Sekali lagi mereka menjalani hari dengan keberanian yang penuh.
Begitulah iman mampu menyalakan hati manusia :)
Alizeti, Jakarta
Tidakkah cukup Yang engkau lihat Pertemanan ini sungguh berat ~ Tidakkah indah Bila kita bersama Tapi tidak dimimpi saja
Friendzone - Budi Doremi
Jika namamu adalah yang tertulis untuk melengkapi separuh agamaku. Semoga Tuhan mencukupi segala kekuranganku untuk menggenapimu.
—ibnufir
Maturity is...
Perempuan Pendiam & Laki-laki yang Tak Peka
Perjumpaan perempuan pendiam dengan laki-laki yang tak peka adalah bencana. Adalah erupsi gunung berapi. Adalah banjir bandang. Adalah angin puting beliung. Adalah tsunami. Adalah aku dan kamu.
Aku yang tak berbakat menerjemahkan keterdiaman. Aku yang terlalu lugu—merasa bahwa semua baik-baik saja. Aku yang punya keterampilan kurang memadai dalam mengerti apa yang ada di dalam hati.
Dan kamu yang batu. Atau patung tanpa ekspresi. Tak bergerak, tak bersuara, bahkan untuk sekadar berucap ‘aduh’, atau ‘tidak’. Kamu yang diam-diam berair mata. Menangis dalam sunyi untuk menyembunyikan kesedihan. Menyimpannya sendiri di tempat-tempat yang tak mungkin kutemui.
Karena aku laki-laki yang tak peka.
Yang tertawa saat jiwamu merintih. Yang terus melangkah saat kau kelelahan dan tertinggal jauh di belakang.
Ah, laki-laki memang harus lebih merasa. Sebab perempuan tak bisa dipaksa bersuara.
…
Cinta Adalah Perlawanan (2015)
Kehilangan Iman
Ku kehilangan sesuatu di dalam hatiku
Sesuatu yang mungkin dapat merubah hidupku
Penyesalan yang tak dapat ku pungkiri
Ku sesali semua yang telah terjadi
Ku kehilangan......
Tak tau kembali
Ost ending mencintai iman eps 5