Terkadang lawan bicara kita tidak tahu bahwa dirinya tengah dicintai.

izzy's playlists!
TVSTRANGERTHINGS
i don't do bad sauce passes
Show & Tell
$LAYYYTER

Love Begins
Misplaced Lens Cap
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
h
Jules of Nature
Alisa U Zemlji Chuda
styofa doing anything
Mike Driver
Not today Justin
RMH
Today's Document
wallacepolsom
will byers stan first human second
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Canada
seen from Germany

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from New Zealand

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Saudi Arabia
seen from Australia
@perindurumah
Terkadang lawan bicara kita tidak tahu bahwa dirinya tengah dicintai.
Memang benar kata Sapardi Djoko Damono,
bahwa “ada jarak yang harus ditebas kalau kita mau menerima pertemuan ini dengan ikhlas.”
Tapi perlu dilihat juga bahwa disitu “ada ongkos yang perlu ditebus.”
Kenapa masih terus memanjat?
Bukankah kamu pernah jatuh sedalam-dalamnya?
~
Justru sebab aku pernah jatuh, aku akan lebih berhati-hati
~
Lalu jika kamu terjatuh lagi?
~
Aku sudah tau caranya untuk lekas bangkit
Kerasan
bagi jiwajiwa petualang (fisik maupun pikiran), menetap itu susah. Namun sekali menetap susah untuk mencari tempat nyaman lagi.
• Perubahan mindset
Apakah perlu lingkungan yg kondusif?
Dan bisakah dengan effort minim?
Haruskah didorong keadaan yg mendesak?
Atau hanya perlu sedikit rayuan?
Berorientasi pada latar belakang atau
demi keadaan mendatang?
“
musim hujan
mendung
gerimis
rindu
jemuran kapan kering?
kapan disimpan dalam lemari
yang setauku masih kosong
“
“
lebih baik diam dalam ketidakpastian,
daripada bergerak mencipta kepastian
yang nantinya jadi tongkosong
“
“
Entah akhirakhir ini
Embun di kebunku banyak
Apa karena pergantian musim?
Atau hanya bekas siraman yang tak kunjung kering?
“
- November 2017
“
Nihil
Tidak ada konspirasi apapun
Nihil
Aku tak bisa apaapa
Kesengajaan berbuah payah
“
- September 2017
bukan bukannya aku tak mau menjemputmu bukannya aku tak mau memperjuangkanmu bukankah kamu paling tidak suka menunggu tetapi ada sesuatu yg ingin aku pastikan aku ingin semesta berkonspirasi menari-narikan arah angin memastikan jalan ini benar apa begini salah?
dalam ruang yg penuh dengan ketidakjelasan
Bagaimana kita tahu bahwa apa yang kita pilih itu tepat?
Bagiku, barangkali ini hanya salah satu cara mengetahuinya:
“Ketika kita tahu konsekuensi dari pilihan kita tersebut dan kita siap dengan konsekuensinya.”
Bukankah betapa sering kita memilih, tapi tidak siap dengan konsekuensinya? Hanya mau dengan pilihan tersebut, tapi tidak mau menjalani resikonya.
- Kurniawan Gunadi -
(via kurniawangunadi)
Kalau Kamu Belum Bisa
Kalau kamu belum bisa banyak sedekah, ajaklah orang - orang bersedekah. Semoga melalui sedekah orang yang kamu ajak, kamu dapat juga keselamatan.
Kalau kamu belum bisa menikah, bantulah orang lain yang akan menikah. Semoga melalui itu, hatimu mendapatkan sakinahnya.
Kalau kamu belum bisa berqurban, jadilah panitia qurban. Semoga melalui itu, keberkahan qurban sampai juga di catatan amalmu.
Kalau kamu belum bisa menjadi ulama, cintailah para ulama. Semoga melalui itu, kamu mendapatkan syafaatnya.
Kalau kamu belum bisa menjadi orang berilmu, cintailah para penuntut ilmu. Semoga melalui itu, kamu terciprat sedikit derajatnya.
Kalau kamu belum bisa berkarya, dukunglah orang - orang yang tengah berkarya. Semoga melalui itu, hatimu dibuka lapangnya, diberkahi jalan hidupnya.
Kalau kamu belum bisa sepenuhnya berbuat kebaikan, dekatilah orang - orang yang penuh kebaikan. Semoga melalui itu, malaikat mendoakanmu agar selalu berada dalam kebaikan.
Sebab waktu, tenaga, dan kadar iman kita terbatas, dalam berbuat baik kita kudu cerdas. Menerapkan paham MLM dalam beramal baik tidak ada salahnya bukan? Pasif income pahala, jariyah yang tiada putusnya.
Di atas semua itu, semoga biar Allah makin sayang.
Selamat Jumat barakah, selamat menikmati Al Kahfi.
Salah satu hal yg paling melelahkan adalah sebuah perpisahan
ah sesak lagi, gegara sering bikin kecewa orang lain
derau, kesalahan dan penat
aku memperjuangkanmu, tapi kamu tak perlu tau, begitupun mereka
azharologia
Dulu orang ngaji itu runtut kitab, huruf demi huruf dari masjid ke masjid, dati madrasah ke madrasah, dari pondok ke pondok. Menjadi murid dalam mencari ilmu para ulama. Ilmu dan hukum di sanad dari guru ke guru sebelum dibagikan dan diamalkan. Di zaman digital orang jadi jamaah youtube, ngaji di depan gadget, ngga ada rumus runtut ilmu, ngajinya dari tanya jawab ke tanya jawab, jawaban ustadz di hukum-kan. Ngga ada lagi rumus jalan ke masjid atau madrasah, cukup follow atau subscribe jadilah jamaah. Selanjutnya jadilah pendalil. Menisbatkan diri jamaahnya ustadz kh, ustadz as, ustads fa, ustadz ah, dan sebagainya. Ulama dulu dihormati karena ketinggian ilmu, kelapangan hati, akhlak mulia, serta ketakdziman muridnya. Maka guru-guru dahulu spesialisasinya hadist, fiqih, ushul fiqih, tasawuf, aqidah, tafsir. Sekarang spesialisasi berubah jadi ustadz hist anak muda, spesialisasi instagram, spesialisasi youtube, spesialisasi facebook, spesialisasi twitter. Dunia berubah, dakwah pun berubah. Cara memandang agama juga berubah. Kita semua memang sudah berubah. Agama memang tidak berubah, tapi cara kita beragama akan berubah.
(via miring)
mendekatinya atau sesiapapun itu masalah gampang, toh ada Yang Maha Membolak-balikan hati. nhaa yang nggak gampang itu mendekatiNya, emangnya berlayar itu ngga perlu ilmu, peta/kompas, dan bekal?
gimana bro, kok ngga majumaju?