Check out this giant open directory of MP3 files.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
No title available
taylor price
YOU ARE THE REASON
Not today Justin
EXPECTATIONS
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

#extradirty

shark vs the universe
NASA

roma★

Game Changer & Make Some Noise
Doug Jones
No title available
sheepfilms
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

❣ Chile in a Photography ❣
Cosimo Galluzzi
🪼
art blog(derogatory)
seen from Germany
seen from India
seen from Vietnam
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Egypt
seen from Belgium
seen from Italy
seen from France
seen from Italy

seen from Singapore
seen from United States

seen from Saudi Arabia
@puisipijar-blog
Check out this giant open directory of MP3 files.
The Whitest Boy Alive - Dreams
Perjalanan
Aku sangat menikmati perjalanan kali ini, sepanjang jalan aku mendengarkan musik sambil memikirkanmu Pepohonan jadi kuas yang melukis wajahmu, di benakku Tahukah kau kekasih, rindu ini milikku juga sepi ini milikku juga
Bandung-Bogor 2013
Pertemuan
Saat engkau menjelma sajak, kudaulat engkau sepenuhnya milikku Meski tak habis-habis kutelusuri jejak peninggalan huruf-hurufmu
Ketika kau lempar dirimu ke kerumunan aku masih termabuk dalam percakapan
kita yang merah marun kau yang hilang ingatan.
April, 2013
Kereta Laste
rel yang dingin. bunyi klak-klik dua logam bercumbu. bertalu-talu memecah gelap yang bisu. Cahaya di ujung jalan itu, semoga cahaya lampu bohlam teras rumahku. ruang bergoyang lembut. aku terkantuk-kantuk di atas kursi busa penuh kutu. kelelahan dan dungu. percakapan di sini hanya selintas lalu: jadi lobang di karcis, berakhir jadi pembatas buku. di luar sana, Jarak menepi menghimpit mati. Entah berapa lama lagi kita harus menanti.
April, 2013
Hujan Februari
Matahari di atas bukit tertawa ringan, tapi sia-sia Aspal jalanan tetap basah (saatnya kita berpisah)
Debu tergelincir dari daun bersama titik-titik air dan angin menelisik setiap rongga dalam tubuhku Terasa seperti April telah lewat kuikat waktu dengan kata-kata, berharap jalannya melambat
Dingin pun tertahan di jendela, seorang bocah berusaha mencatatnya di luar sana, ada yang gemerisik di sela ranting pohon mangga itu tak ada yang tahu siapa.
Februari, 2013
Mengudik
Matahari telah tenggelam dan punggung bulan mulai terlihat mari kita kembali mengudik sembuhkan hari-hari yang amnesia usir sepi kembali ke kota.
Ingatlah, rumah bilik tak berpagar di kampung halaman yang tiang-tiangnya pernah kau rengkuh teguh dan kandang sepi, tempatmu bermain dulu mudik membentang antara aku dan hatimu. Selasar Salman, Agustus 2013
Di hadapan Tuhan, kita tak perlu bertingkah bagai dua remaja yang dimabuk asmara. Malah kita berjalan dengan hati-hati di tepi-tepi karena takut terjatuh ke dalam klise.
Namun tetap harus kukatakan ini: kau adalah sebuah nama yang terlahir dari doa. April 2013.
Cicip.
Meski belum lagi ku tenggelam dalam samudera cinta Masih tetap kucicipi manis segelas airnya.
Sunyi.
Dengan kata-kata ini, aku tak ingin membawamu ke mana-mana hanya menyeretmu ke sudut sunyi Puisi adalah rambu-rambu lalu lintas yang menipu Mari istirahat sejenak dari realita, dan berpikir tentang hal-hal yang tak ada biarkan asap menjadi asap, partikel yang meliuk-liuk, melayang lebih ringan dari udara. Mari menatap gelap tanpa membayangkan ada apa di sana bayangkan saja gelap sebagai rahang yang menerkam dan menelanmu bulat-bulat atau bayangkan saja ia sebagai huruf yang berderet tanpa mengatakan apa-apa. Dengan kata-kata ini, aku tak ingin membawamu ke mana-mana hanya menyeretmu ke sudut sunyi Puisi adalah rambu-rambu lalu lintas yang menipu hanya ada lubang menganga di ujung jalan itu. Maret, 2013.
Aku Ingin Merayumu Diam-Diam
Entah bagaimana kutempatkan dalam konteks, parasmu yang menjelma semburat jingga berbatas senja Merah muda sakura merekah, musim semi tumbuh di tiap satuan jarak bibirmu Langkahmu adalah kuas yang menyapu warna-warni lembut dalam lanskap, hingga hidup menjelma sebuah karya seni Aku ingin merayumu diam-diam seperti embun yang hinggap di ujung rerumputan sebelum disapa cahaya. Desember, 2012.
Hening
Kusaksikan kata-kata menghilang di samudera di antara buih-buih, gelembung udara dari mulut orang-orang yang bicara terbata-bata. Karena menulis adalah memasukkan pesan dalam banyak botol kaca dan melemparnya ke lautan,
Karena ada sesuatu dalam dirimu yang berharap ditemukan. Kau pun kembali pulang, lalu kembali Hening namamu begitu tinggi aku menghirupnya.
Bagi siapapun yang hendak me-reblog sajak, harap cantumkan sumbernya, ya...
mari saling menghormati sesama penggemar puisi
Pertemuan singkat
Aku ingin bertemu, meski singkat meski harus selesai sebelum ampas kopi merapat ke dasar gelas dan siluetmu yang mendekam di sudut ruangan kini tak henti-hentinya kuterka.
Bogor, 4 Juni 2012.
Kuda yang melarikan diri
Pada siang terik di Bulan Mei, seekor kuda memutuskan untuk melarikan diri entah dari mana lalui sebuah gang sempit, di kanan-kirinya pemukiman
Saat itu, seakan Tuhan telah membukakan jalan untuknya lurus tanpa hambatan Ia berderap mantap di jalur kanan
Seakan aku bisa mendengar apa yang ada di pikirannya "aku ingin bebas!" Tak ada satupun yang mampu mengejar atau menghentikannya, tapi dia terus berlari entah dari apa Kuda itu berlari ke jalan raya dan mati tergilas
Setidaknya Ia mati bebas.
Lirik lagu jadul
Sempat ku berusaha meraih ujung kerudungmu dengan tangan kecil yang papa, pengharapan yang begitu rapuh namun tak kunjung usai bagai lilin di tengah ruangan gelap gulita menyala sendirian... sampai akhirnya padam. Namun sejak awal kau tak pernah jadi milikku. 16 April 2012
Patahan
dan ingatan kembali pekat akan rindu yang berkarat. Asa membuncah jadi buih-buih hingga berakhir di samudera.
Bila kuindera semua benci dan diam kita, hanyalah patahan-patahan yang mengambang di luar ruang dan waktu, selamanya dalam stagnasi.
Semua kisah tentang kita telah basi.