berteman kesunyian
diantara pelukan rembulan
berselimut ketengangan
diri ini menengadah tangan
----
dengan perasaan membuncak ruah
kepada siapa diri ini berserah
bibir ini melantun basah
berpasrah pada sang illah
@_
TVSTRANGERTHINGS
we're not kids anymore.
sheepfilms

祝日 / Permanent Vacation

Kiana Khansmith
taylor price

Andulka
No title available
almost home

tannertan36

⁂

if i look back, i am lost
Peter Solarz
cherry valley forever

❣ Chile in a Photography ❣
RMH
Game of Thrones Daily
Alisa U Zemlji Chuda

pixel skylines
Cosimo Galluzzi

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Spain

seen from Malaysia
seen from Romania
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from South Africa
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
seen from Austria
seen from United States
seen from United Kingdom
@quaiett
berteman kesunyian
diantara pelukan rembulan
berselimut ketengangan
diri ini menengadah tangan
----
dengan perasaan membuncak ruah
kepada siapa diri ini berserah
bibir ini melantun basah
berpasrah pada sang illah
@_
Semua menuntut lelaki untuk menjaga dan menyayangi perempuan.
Lalu siapa yang akan menjaga laki-laki?
Hidup ini tuh bukan game yang kalo udah level hard trus kalian bisa menyerah, uninstall lalu download game lainnya.
Kehidupan kita pun tidak bisa disamakan dengan tingkatan level games, dimulai dari easy-medium-hard.
Akan ada ujian hidup itu mudah kita jalani seperti terkena pisau atau lupa membawa jas hujan di musim hujan. Ada saat yang lain ujian itu mulai menakutkan seperti ujian kenaikan kelas, dan kehilangan barang penting. Ujian ujian ini kita dapatkan mungkin secara acak. Terkadang mudah, terkadang rumit, terkadang menakutkan, lalu yang mudah lagi.
Tibalah ketika Allah merasa kita mampu melewati itu semua, level hard pun menyambut kita. Kehilangan seseorang yang kita sayang, tertolak universitas atau sekolah impian, atau sakit berkepanjangan.
Ujian itu..
"Harap tenang ada ujian!"
"Yang sudah selesai mengerjakan boleh pulang"
Udah beli merek yang sama
Bikin pake racikan yang sama
Tapi kenapa rasanya tak se-istimewa buatannya?
Memang benar adanya, tangan ibu itu ajaib
Sleman pukul 22.07
Ada yang nyiapin ziyadah buat halaqah bada shubuh dan ada yang murajaah hafalan sebelum liburan. Memang ada teman-teman yang lain, sudah tidur atau masih mengobrol menikmati waktu kosong. Tapi aku tetap fokus kepada teman-temanku yang masih berinteraksi dengan quran nya.
Aku terdiam, semakin tersindir ketika ada yang menyletuk "aduh susah banget! Gak hafal hafal!"
Aku malu
Aku malu
Aku malu
Allah memberiku nikmat melalui mudahnya aku mengingat ayat quran, tapi dengan itu interaksiku dengan Allah lebih sedikit.
Allah memberiku nikmat kemudahan ketika ujian kenaikan juz, tapi dengan itu perasaan bergantungku kepada Allah semakit sedikit.
Allah memberiku nikmat dengan segala ketercukupan, tapi dengan itu waktuku menengadah tangan juga semakin sedikit.
............................
Ya Allah haruskan Kau beri ujian terlebih dahulu agar tangan mereka menengadah?
Haruskah ada tangisan kesedihan agar asma-Mu terucap dari lisan mereka?
Haruskan kepergian seseorang itu ada, agar ayat-ayat kalam-Mu melantun sepanjang waktu?
Kupikir, semua ini hanya keberuntungan yang aku dapatkan dari tuhanku yang esa.
Aku bisa duduk di bangku itu menatap 'dia' yang dianggap semua orang pintar, kupikir karena tambahan huruf di belakang namanya. Padahal kupikir aku tak sepintar mereka yang lebih ingin menduduki bangku itu. Padahal kupikir aku tak miliki sebuah amalan yang mendatangkan semua dolar itu. Teman-temanku cukup untukku tertawa dan kuminta traktir di kantin fakultas. Padahal kupikir wajahku tak cukup setara dengan mereka yang malah menjadi korban mental. Angka 8 dan 9 atau huruf A selalu tertulis di kertas penyambut liburanku. Padahal kupikir mereka lebih giat untuk membaca huruf-huruf kecil yang berbaris rapi di atas lembaran putih atau laptopnya.
Bukan
Aku bukan tidak bersyukur
Aku takut
Bukankah keberuntungan juga akan habis layaknya gula yang larut di kopimu malam itu.
Aku iri!
Sungguh iri
Kepada mereka yang memiliki segudang amalan dan setumpuk keistiqamahan saat beramal. Bisakah aku seperti mereka?
Aku tak ingin menjadi pembohong!
Aku ingin pintar karena usahaku. Aku ingin kaya karena peluhku. Aku ingin-
Aku ingin menjadi hambaMu yang sesungguhnya Ya Allah
hai kamu!
ini kali kedua aku menulis tentang dirimu. berteman secangkir jus jambu bikinan ibu. hahaha!
aku berharap kita bisa minum berdua sambil duduk di saung bambu. menatap sawah hijau yang begitu syahdu.
lihatlah! langit diatas begitu biru. anginpun bertiup lembut bak iringan lagu. membuat pohon ikut bergoyang lucu.
haha!
sedang apa dirimu? walau diriku tak pernah terlintas di benakku, tapi aku selalu berfikir kira-kira kapan Allag akan memperkenankan kita bertemu?
Menggegam Rindu
waktu terus melaju
membiarkan hati terus menunggu
apakah itu kamu?
yang selalu membuat hatiku
dipeluk rindu
akankah selalu kamu?
tekad tak bulat
ikhtiar tak kuat
doa tak sempat
gimana Allah mau kasih tempat?
SUKSES
aku berulang kali mendengar arti sebuah kesuksesan bukan hanya memiliki karir yang cemerlang dari berbagai bidang, memiliki perusahaan yang menghasilkan omset berjuta - juta bahkan menembus angka miliyaran, memiliki pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, memiliki jabatan yang tinggi dengan gelar yang seperti ekor layangan.
aku sudah mengenal teori itu jauh jauh hari. dan aku berfikir aku sudah terdoktrin aku tidak akan muluk - muluk tentang sebuah kesuksesan.
tapi malam ini, aku mendapat tugas untuk menuliskan sebuah cerpen bertemakan sukses butuh proses. dari situ aku berfikir begitu keras.
apakah ada sebuah kesuksesan dalam diriku?
aku suka menulis dan beberapa kali mengikuti perlombaan menulis, tetapi belum ada satupun lomba yang kuraih kemenangan. aku seorang penghafal Al - Qur'an, tetapi hingga sekarang 30 juz belum juga kuraih. aku seorang pembelajar, tetapi hingga sekarang nilai yang diinginkan belum juga kugapai.
aku mendadak terlintas pikiran negatif 'betapa meruginya aku hidup selama 19 tahun ini? bahkan setitik prestasi belum juga ku dapatkan!'
bantu aku kawan...
Apa aku boleh egois?
Sebuah cerita sederhana yang akan kukenang selamanya.
Hari ini hari rabu, 2 hari yg lalu aku menjalankan puasa sunnah, yap puasa senin kamis. Menjelang waktu berbuka tiba2 aku kepengen ayam tepung di warmindo samping kost. Kenapa warmindo? Karena males jalan yakkk. Dan ternyata udah ga kebagian ayan ges huhu akhirnya demi gak malu aku beli lauk lain. Selama ampe rabu itu aku masih aja kepikiran ketucky, pengen beli tapi gak tau beli dimana (yg murah maksudnya)
Dan hari ini ada sosialisasi PEM di fakultasku. Dan ALHAMDULILLAH YA ALLAH ada makan siang ayam olive. Di perjalanan pulang sambil digonceng jaket hijau, aku teringat pesan abi.
"Omongan itu doa"
Jadi mentemen sebenernya ketika kita berbicara secara lisan ataupun dalam hati, alam pun akan berusaha mengabulkan itu. Jadi tolong untuk kalian semua, berhati hatilah dalam berucap. Jikalau susah berkata baik maka diam adalah kuncinya.
Tambahan cerita buat penyemangat. Aku sering banget kejadian kayak gini. Yg sederhana aja. Aku pernah sedikit berucap menginginkan sebuah rak berbentuk ¼ lingkaran ke abi. Bukan minta dibeliin tapi. Besoknya banget, datang perwakilan seorang wali siswa karena abi itu guru, memberikan sebuah parcel jajanan dan chiki yang ditata cantik disebuah RAK ¼ LINGKARAN.
ALLAHU AKBAR
Menjadi kuat itu susah ya :p
Teruntuk Kamu...
Semoga jejaring harapan ini bisa menguatkan langkahmu, di 365 hari ke depan yang tidak kamu tahu akan bagaimana kelak kisah perjalananmu. Sudahi kisah lamamu, mari hadapi dan ukir kisah baru. Semoga banyak hal-hal baik menyertaimu!
KAU DAN DIA
Kau dan dia akan memiliki finish line yang berbeda karena memang start line -mu dan dia sudah berbeda
Kau yang sudah start dengan syahadat-mu
Dan dia yang yang start dengan ngenggaman tangan
Gimana ya cara menjadi dewasa?
TENTANG ASNAWI-BU
Aku bukan wibu, bukan juga otaku. Tapi teman temanku memanggilku asnawi. Hahaha itu singkatan sih, asnawibu.
Aku nggak pernah protes ataupun marah saat mereka memanggilku wibu. Aku senang malah. Begitu excited nya aku ketika menonton anime atau hal hal yang berbau nihongo.
In real, aku nggak cuma menyukai anime, manga, or something like this. Aku juga suka webtoon dan kakaopage yang notabene isinya gambar.
Akhir akhir ini aku dapat pertanyaan yang sama tentang wibu.
Kenapa jadi wibu?
Kenapa suka anime?
Kenapa suka komik?
Padahal kan mereka itu ^its not a real poeple!^
Yes! Yes! I know they are not real!
So! Aku mau ngasih tau ke kalian sekarang kenapa sih aku tuh suka nonton hal hal yang berbau 'gambar'
Aku gadis. Umurku sudah cukup matang dan paham tentang apa itu cinta. Bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Tapi disini, aku hanya merasakan mencintai. Sejak dulu aku hanya menjadi pengecut, menjadi pecundang. Menyukai mereka yang sudah menyukai temanku sendiri.
Yahh... seperti itulah kisahku di putih biru maupun putih abu.
Hingga di pertengahan kehidupan SMA ku. Aku mencoba untuk menonton salah satu judul anime rekomendasi temanku.
"Buat hiburan di tengah daring nih!" Haha itu cuma alibi sih.
Buatku, ini memang hiburan. Hiburan hati ditengah kerasnya kehidupan remaja. Hmm gimana ya ngomongnya.
^^kalo menyukai mereka yang di dunia nyata kan cuma dapet sakit atinya doang. Memandangnya saja udah dosa. Nah..kalo menyukai mereka yang hanya ada di imajinasi saja kan enak. Sakit ati gak pernah, cemburu juga engga, bisa koleksi photo card nya, bisa taro di lock screen, walpaper hape walpaper kamar atau jadiin sticker. Pokoknya tetel santuy everywhere anytime deh^^
Kalo mau tau cowok aku..jangan lupa pantengin story aku hahaha
Silahkan hujat, cemooh, ejek, julid, eh sama aja ya?
Tenang guys! Aku tetep di jalan yang bener kok. Aku juga masih suka sama orang real kok hahaha. Aku juga menjadikan anime ini untuk belajar nihongo. Mengejar impian terbesar wishhhhhhh......
Uokeyyy cukup sekian curahan hati seorang jomblo dari asnawi. Sampai ketemu di curahan asnawi selanjutnya....wkwk