Tujuan hidup kita sejak pertama kali ruh ditiupkan adalah menjadi hamba Allah. Definisinya sederhana tapi dalam: kita ini abdi, budak Allah. Sebagai hamba artinya,
Kita milik Allah—Allah berhak penuh atas kita.
Kita punya tugas, salah satunya menjalankan peran sebagai khalifah.
Kita diberi banyak karunia tak terhingga
Kita dengan sadar meniatkan segala aktivitas untuk Allah
Kita memaksimalkan peran sebagai khalifah
Produktif itu bukan sekadar sibuk. Makan dan tidur pun bisa jadi produktif, tergantung tujuannya apa. Misalnya kuliah, dapat ilmu, lalu dengan ilmu itu kita membantu orang lain, memudahkan orang lain itu bernilai amal.
Dalam hadits Arba'in ke-36, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, "Barangsiapa yang memudahkan urusan orang lain, niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" (HR. Muslim). Jadi, seorang muslim produktif itu menjalankan perannya sebagai khalifah dan selalu meniatkan semua untuk Allah. Dan produktif itu tidak bisa dinilai orang lain.
Setiap manusia pasti akan menghamba pada satu hal. Ketika tidak menghamba pada Allah, sebenarnya manusia itu belum menjadi hamba Allah dan selangkah lebih jauh menjadi muslim produktif.
Allah menegaskan dalam Al-Mulk ayat 2 yang artinya, "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun." Ayat ini menjelaskan bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang akan menunjukkan amal terbaik, yaitu amal yang paling ikhlas dan benar, sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW.
Ujiannya bukan pada siapa paling banyak amal, melainkan siapa yang paling baik amalnya (ahsanu amala). Jadi, pertanyaannya: amalan apa yang mau kita pilih dan ditunjukkan sebagai amalan yang terbaik di hadapan Allah?
Petunjuknya sudah Allah kasih: bakat dan karakter yang kita miliki. Itu bekal, tools yang dititipkan Allah. Tinggal digali lewat self discovery supaya kita tahu di mana ranah khalifah kita. Bakatmu, ranah khalifahmu.
🌸Kompilasi pertanyaan dari peserta :
Pertanyaan pertama, “Gimana biar bisa produktif, bisa fokus, bisa menyelesaikan tugas?” Jawabannya balik lagi ke tujuan dan proporsi. Tujuannya apa, proporsinya bagaimana. Perlu monitoring dan evaluasi—coba cek lewat jurnal, sudah bagus belum aktivitas harian kita? Jangan sampai ada yang salah tempat atau salah porsi.
Pertanyaan selanjutnya, "Sudah menjadi Hamba Allah yang sesuai belum ya?" Contohnya shalat,
Shalat, suara dikeraskan dgn niat khusyuk -> ibadah
Shalat, suara dikeraskan sambil pasang kamera dengan niat biar nambah follower -> ibadah bukan?
Jadi, bedanya terletak pada niat. Sedang menghamba atau tidak ya? sudah meniatkan untuk Allah atau belum ya?
Pertanyaan terakhir, "Bagaimana cara tahu tujuan terbaik dan produktif?" Produktif baru terasa ketika tujuan hidup sudah jelas. Sebenarnya bisa apa saja, tergantung kita memilihnya apa. Allah sudah memberi petunjuk lewat bakat. Tinggal kenali diri, gali potensi, dan tentukan kontribusi terbaik kita. Karena di sanalah ladang amal sekaligus ranah khalifah masing-masing.