“although self-redefinition is a perpetual process.”
— Faizal Rohmat
i don't do bad sauce passes
Three Goblin Art

pixel skylines

blake kathryn
taylor price
AnasAbdin
Lint Roller? I Barely Know Her
ojovivo
YOU ARE THE REASON
Game of Thrones Daily
Keni
Cosimo Galluzzi
dirt enthusiast
wallacepolsom
One Nice Bug Per Day

Kaledo Art

roma★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

⁂
Xuebing Du
seen from United States
seen from Singapore

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from China

seen from Türkiye
seen from T1

seen from Canada

seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
@rafiatikania
“although self-redefinition is a perpetual process.”
— Faizal Rohmat
mau repot
“mbak, kalau kamu mau anakmu jadi anak yang mandiri, berdaya, peka dengan sekitar, terasah empati dan emosinya, itu gampang. kuncinya satu, kamu harus mau repot.
membuat anak terus-menerus merasa terhibur dan memilih menghindarkan anak dari layar sebelum waktunya memang repot. lebih enak beri saja teve atau hape, biar nonton dan berhenti rewel. tetapi ini melatih anak untuk bisa membuat dirinya sendiri terhibur dengan yang ada di luar layar. ada banyak yang lebih menarik di sekitar.
membuat anak mau makan sambil duduk, apalagi makan sendiri, dengan rapi, tidak acak-acakan, dan makannya tetap banyak memang repot. lebih enak gendong dan suapi sambil jalan-jalan, makannya biasanya akan lebih banyak. tetapi ini melatih kesadarannya bahwa dia sedang makan. bahwa makan harus duduk. bahwa makan adalah bagian dari bersyukur.
membuat anak mau buang air di toilet, bisa duduk tenang, mencatur setiap pagi dan malam, memang repot. lebih enak pakai popok sekali pakai, biarkan saja buang air sesukanya. tetapi ini mengajarkan aturan dan menunjukkan bagaimana berperilaku yang baik. lebih sehat.
membuat anak memiliki jadwal yang rutin, jam tidur rutin, jam makan rutin, jam mandi rutin, memang repot. lebih enak biarkan saja anak semaunya. tetapi ini mengajarkan kebiasaan, yang saat besar akan memengaruhi perilakunya pula, kedisiplinannya.
mengikuti dunia anak dan tidak "memutus” begitu saja yang sedang dilakukan atau diinginkannya memang repot. harus menunggu sampai puas main air di kamar mandi, harus membuntuti sampai puas memanjat tangga, harus mengikhlaskan rumah berantakan, repot. tetapi ini memberikan sinyal kepadanya bahwa dirinya disayangi, didukung, dan boleh belajar.
mbak, intinya, menjadi ibu itu bisa saja tidak repot, tetapi jika ingin anaknya jadi anak yang berdaya kelak, ya harus mau repot. di tengah segala kemudahan yang ditawarkan zaman ini, menjadi ibu harus pintar-pintar memilih, harus banyak-banyak sabar, dan lebih banyak lagi memaafkan.“
demikian nasihat ibu untuk saya. sulit bagi saya membayangkan kerepotan yang saya timbulkan untuk ibu saat kecil dulu. ibu tidak pernah mengeluh, tidak pernah lelah. semoga Allah memberikan cinta-Nya untuk ibu.
inspiratif :)
Mau punya apa di 2018?
SABAR YANG UNLIMITED :)
udah itu aja ;)
Kenapa Mimpi Harus Terus Digantung Sangat Jauh dan Tinggi?
Agar perjalanan kita tidak pernah berhenti. Dan Yang paling penting dari mimpi kita adalah....Terus menikmati setiap detail prosesnya (Muhammad Tulus)
Semoga kita menjadi seseorang yang di kepalanya ada ilmu, di hatinya ada takwa, dan di tangannya ada segala perbuatan baik yang dilakukan dengan tulus dan bahagia.
Terinspirasi dari gladi resik NuParents :”)
Berbuat bukan karena kesibukan yang sengaja dicari-cari, tapi karena peduli. Berbagi bukan karena kelebihan yang tidak kuat digenggam sendiri, tapi karena dengan kekurangan pun ingin memberi arti. Sudahkah?
(via novieocktavia)
Kecemasan seperti apa yang dirisaukan? Karena buruknya perencanaan atau ketidakpahaman terhadap sesuatu?
Baiknya, tidak cemas atas ketentuan hasil, karena kalau berharap lebih berarti bisa jadi kita mencoba mendahului takdir. Justru cemaslah pada usaha-usaha yang kita lakukan untuk mencapai hasil.
Anak kecil itu hidupnya sederhana dan ga ribet ya :)
Yang penting mah BAHAGIA
Foto anak kecil di gambar ini namanya Karan. Seorang anak yatim yang besar di Pesantren Mitra Muslim. Hampir tiap minggu, saya ke tempat itu buat ngajar. karena kebetulan dapat amanah untuk bertanggung jawab di program Kamil Mengajar yang merupakan program Divisi Eskternal Kamil Pascasarjana ITB. Di hari itu, setelah selasai ngajar, saya lihat anak ini asik sendiri ngaduk-ngaduk sirop yang dia buat sendiri. Udah gitu, ngaduk-ngaduknya lama dan pake perasaan. Serpihan-serpihan di air sirop itu bahkan dia pisahain. Aku iseng nanya kayak gini :
Rafi : “Karan, lagi ngapain?”
Karan: “Lagi buat sirop sirsak buat kakak2 nanti”
Aku terdiam sambil merhatiin karan yang fokus misahin serpihan yang tak diinginkan di dalam sirop.
Rafi : “Karan bikin sirop buat ngumpul nanti siang ya?”
Karan diem aja,ternyata masih fokus dia hahaha
Rafi : “Karan kok mau bikin sirop buat kakak2?”
Karan cuma senyum malu-malu dan menjawab
Karan : “Pengen aja”
Jawabannya sederhana cuma “pengen aja” tapi apa yang dia lakukan hari itu sungguh tulus dan maksimal untuk memberi. Bayangkan, berapa banyak orang dewasa yang melakukan sesuatu hanya karena “pengen aja” dan dengan usaha yang maksimal dan tulus untuk membahagiakan orang lain. Seringkah kau temui orang dewasa seperti itu?
Karir mungkin gagal. Bisnis mungkin gagal. Toh masih bisa diulang lagi. Tapi, kalau didik anak. Ya, Harus BERHASIL. Mana mungkin diulang lagi toh?
anonim
Entah kenapa
Semua masalah yang dihadapi, kalau punya niat baik dan istiqomah dalam kebaikan, ditambah kitanya sabar. Ada aja jalan keluarnya. Yang terkadang diluar dugaan dan akal pikiran manusia. Allah itu dekat ya :))
Rangkaian kalimat yang jujur ini terlintas ketika putus asa sama susahnya nyari data thesis sampai pada akhirnya saya dikenalin dengan orang yang sangat mempermudah aku buat nyari data tesis. Ga tanggung-tanggung, calon respondennya berkumpul disuatu tempat dan membutuhkan riset thesis yang sedang saya lakukan. Udah gitu dapat tiket gratis untuk hadir di seminar Indonesian Sustainable Goals Awards di Jakarta. Berkali-kali nampar pipi. Sakit. Ternyata, ini bukan mimpi. Terima Kasih Tuhan. Engkau Sungguh Dekat dan Maha Baik. Sekali lagi, Allah mah ga tegaan liat hambanya yang punya niat baik, sabar, positive thinking, dan istiqomah dalam kebaikan itu didera masalah yang begitu lama.
Dari hari ini
Kalau kita sedang mengusahakan sesuatu. Harus punya Niat yang baik, Gencar dalam berusaha, sabar dan shalat, lalu Istiqomah sama amalan-amalan kita sama Allah, terakhir serahkan semua usaha kita pada yang Maha Kuasa.
SUPER TERHARU (Sampe Lemes Nih Badan)
“Aku bukan terharu karena hasilnya. Tapi karena prosesnya!!!! Allah Maha Baik..Ga paham lagi sayah”
Abis liat nilai OL akademik yang sempet delay karena lupa isi kuisioner. Aku berhenti nesis. Ga kuat lagi..karena saking lemesnya nih tangan dan air mata bercucuran..dan impulsif buka tumblr pengen nulis langsung apa yang terlintas di otak.
Ceritanya gini..
Aku ngambil 2 matkul tuh karena terpaksa. Sebenernya yang aku butuhin cuma 1 matkul aja (managemen rantai pasok dan pengadaan/ SCM). Tapi berhubung, nilai semester 2 ku kurang memuaskan. Aku pilih nambah matkul lagi biar nilainya agak bagusan dikit. Waktu isi OL akademik itu, aku lagi kondisi hectic conference dan capek jalan2 di Bangkok. Sempet galau mau nambah lagi apa ga..Tapi karena bujukan Fatya dan Rony, akhirnya aku jadi ambil matkul kedua (yang mana aku ga suka dosen dan materinya). Ya udah ambil weh...
Selama kuliah..
Demi apapun, aku ga nikmatin banget belajar hal yang aku ga suka. Rasanya tuh kesiksa banget. Untungnya, UTS dan UAS sistemnya tugas kelompok. Tapi, sayangnya, di kelompok aku,cuma aku satu-satunya yang ambil matkul..fatya dan bu Christine cuma sit in. Si rony, bukan kelompok aku, tapi dia selalu bantu dan control progress kelompok kami (adek yang berbakti pada kakaknya gini nih…ntaaap!!!!). FYI, rony dan fatya tuh udah aku anggap kayak sodara sendiri. Klop banget lah kita. Mulai dari nyari paper, diskusi tentang paper ABM, ngutak-ngatik kode yang ada di jurnal, sampe duplikasi simulasi yang ada di jurnal...semuanya dibantu sama mereka...Ntaap lah Kangteh :)
Badai mulai datang..
UTS aman dan lancar. Nah, pra uas nih..situasi mulai ga enak. Ketika kami betiga (aku, fatya, dan bu christine) persentasi di depan tentang ide modifikasi simulasi dari jurnal yang kita acu.. komentar dosen cuma satu “ menurut saya, paper yang Anda acu ini bukan termasuk paper agent based modeling, ini paper biasa”..denger kyk gitu di depan kelas dengan posisi diam mematung ituuuuu jleeebbbb sih..
Oke..kita mulai lagi dari nol. Cari paper baru!!
Padahal deadline UAS 2 minggu lagi. dan modifikasi simulasi itu ga gampang. butuh waktu lama dan njlimet. tapi ketiga orang itu, MASIH BANTU saya dan memberi mantra yang buat rafi tenang. “tenang-tenang, rafi pasti bisa”..Oke..ulang lagi dari awal: nyari paper lagi yang lebih gampang, diskusi lagi..tapi akhrnya buntu..akhirnya kita nyari lagi di rumah sendiri2 besok diskusi lagi.
Keajaiban Datang Kala Sepertiga Malam
Baik..rafi tetap tenang yah, semua ada jalan keluarnya (dalam hati bergumam begini pas diskusi buntu). Sepulang kuliah, rasanya capek dan mumet. Akhirnya aku memilih untuk tidur cepet (abis azan isya) dan alhamdulilah bangun jam 01.00..ambil wudhu, lanjut solat tahajud. dan curhat ke Allah. kurang lebih kalimatnya gini (agak alay yah..tapi kerekam terus dalam otak)
“Ya Allah, aku pusing. ga kuat lagi. coba aja waktu itu aku ga ambil matkul ini mungkin ga akan kejadian hal yang kayak gini. Ya Allah, aku terharu sama teman2 yang masih setia bantu saya, masih kasih semangat dan tenaganya untuk bantu rafi. Ya Allah, balas kebaikan mereka lebih dari ini yah..pliss. Ya Allah, abis ini rafi mau cari jurnal lagi..pliss bantu rafi (disebut 5x)..dan maaf baru khusyu doanya ketika ada masalah aja..”
abis solat (jam 02.00), buru-buru buka laptop dan bilang “bismillahirrahmanirrahim ketemu”
Entah kenapa, semuanya berjalan begitu lancar. Dalam waktu kurang lebih sejam, aku nemu 2 paper yang mudah untuk dimodifikasi. Kontennya mudah, simulation filenya udah ada, kodenya udah ada. Nah tinggal modifikasi aja. Dan aku udah kepikiran buat modifikasinya kayak gimana. Jam 3.30 aku langsung email mereka tentang paper yang baru dan ide modifikasi, sambil confirm juga apa udah ada ide lain selain paper ini. terus, email juga asisten matkul buat diskusi. Datang pagi ke kampus, buat diskusi sama bu Christine, dan setuju dengan paper dan ide modifikasinya. Sorenya, aku diskusi dengan asisten, dan ditanya ini itu tentang papernya…akhirnya aku mutusin buat milih paper yang kodenya gampang tapi kontennnya abstrak..sungguh abstrak..apa coba itu entrepreneurial spawning. Sebuah simulasi tentang bagaimana perusahaan induk menelurkan ide untuk membuat anakan perusahaan baru. Dan gambar simulasinya menjijikan kayak biji mental-mental terus muter-muter gitu..iyuuuh
Hidup harus jalan terus, semua kesulitan kuliah jalani dengan ikhlas. Dan inget Allah selalu selalu sayang sama hambaNya..
Pusing sama matkul ABM, eh matkul yang aku suka (SCM) ngelunjak juga. Matkul SCM ada tugas persentasi dan ngerjain soal untuk uas di minggu dimana deadline UAS ABM 1 minggu lagi..okee, mari kita clam down dulu, doa lagi sama Allah, fokus kerja with minimum distraction (ahsekk)..2 hari begadang ngerjain persentasi SCM, kelar persentasi, besoknya otak-atik kode sama asisten. Kelar 1 hari. Eitss..ini belum selesai..hasil simulasi yang abstrak itu jelasinnya kudu kumaha -______-””””
Alhamdulilah, UAS SCM take home (tapi tetep yah ngerjainnya seharian sampe lieur). Beres uas SCM, aku pergi ke rumah fatya buat ngerjain UAS ABM. Literally kita selama 2 hari kerjaannya depan laptop nyari paper hanya untuk “making sense” hasil modifikasi simulasi kita yang abstrak itu. Singkat cerita, ternyata ga make sense dong antara simulasi dan literature yang kita dapat.. Pada akhirnya paperku berargumen gini
“I admit that the finding of the modification model seems not giving any significantly different result from original model. Even though the result doesn`t give different finding. This model still conform on the real-life situation (i.e the existence of industrial life-cycle).”..
Pasrah lah, ternyata selama ini saya teh ga ngemodifikasi apapun..hiks lapur kieu.
“ Fat, ieu mah teu mungkin dapat A atau AB..B lah pasti”
HARI INI..ternyata apa yang saya dapat tidak sesuai ekspektasi. Terima kasih banyak deh pak buat kemurahan hatinya ngasih nilai bagus :)
DARI HARI INI, Insha allah, rafi akan selalu inget ini 2 hal ini :
“Dibalik kebahagian kita, ada orang lain yang berjuang untuk kebahagian kita”
“Allah Maha Baik, ga pernah tega ninggalin hambanya sedih dan susah..selama hambaNya itu inget sama Allah”
Tampak Mudah
Bijak dan dewasanya kita saat ini adalah karena masalah-masalah yang sudah kita hadapi di masa lalu. Masalah-masalah yang membuat kita mampu mencari solusi dengan tepat, yang mampu membuat kita mengontrol emosi dengan baik, yang mampu membuat pikiran kita terbuka terhadap pendapat dan latar belakang orang lain. Ketahuilah bahwa setiap orang punya masalahnya masing-masing dan cara untuk menyelesaikannya. Terlebih lagi, kita tidak bisa menyamakan kondisi orang lain sama dengan apa yang kita hadapi.
Kau tau apa yang membuat semuanya terlihat mudah? Allah SWT.
well said
Ilmu itu bisa diibaratkan seperti pisau dapur. Bisa digunakan untuk memotong sayuran atau membunuh manusia. Maka, sewajarnya kita paham untuk apa ilmu itu ada, kenapa harus ada, dan bagaimana cara menggunakannya dengan bijak.
Perihal kawan yang suka berdalih "da aku mah gini orangnya" hanya untuk mempertahankan ego untuk tidak mengakui kesalahan dan membenarkan apa yang semestinya salah..iyaa sih dia paling paham ttg kepribadian sendiri tapi ya kalau sampe kita yang jadi korban ego pembenaran dia..Jadi salah kan penggunaanya..menurutku yang baik adalah kita sadar kepribadian kita sendiri, merenung kejadiannya knp bisa kyk gitu, dan intropeksi diri untuk kedepannya bisa berubah ke arah yang lebih baik..simple aja..minta maaf aja kalau emang salah. Jangan malu untuk mengakui kesalahan sendiri.
Mengagumi Bapak dari Jauh
Sewaktu aku kecil
Masih teringat momen dimana aku merhatiin bapak yang seharian sibuk sendiri membersihkan lantai rumah yang semalaman terendam banjir. Masih terekam juga, derasnya keringat yang keluar dari seluruh badan bapak dan sumbringahnya aku, si kecil, yang kegirangan karena lantai rumah bersih seperti punya rumah baru. Rasanya, bapak orang paling hebat dalam hal bersih2 lantai !
Hari ini
Aku belajar etos kerja bapak. Sebuah karakter kerja yang sampe sekarang masih dipertahankan. Bekerja dengan telaten, fokus, dan detail. Sedikit berbicara namun hasilnya banyak dibicarakan orang. Keren, bapak !
Sewaktu aku beranjak remaja
Bapak pernah "terjatuh" dari sisi ekonomi. Hampir kehilangan pekerjaannya kala itu. Tersakiti pula hati bapak karena pengkhianatan sahabat bapak sendiri. Sahabat yang sudah tumbuh bersama bapak dari SMA. Tapi, bapak memang tidak pernah mengekspresikan pedihnya tersakiti di depan kami.Tapi, bapak memilih untuk diam. Dan, bapak malah memilih untuk menjauh dari sahabatnya daripada mengekspresikan kemarahan di depannya. Allah memang pemilik hati setiap manusia. Sejak saat itu, bapak malah rajin sedekah dan lebih tekun beribadah. Dan, sekali lagi, Allah memang Maha luas Kasihnya. Ga pernah tega ngasih kesengsaraan yang bertubi-tubi. Kesengsaraan ekonomi keluargaku hanya bertahan 2 tahun, perekonomian keluarga kami berangsur membaik dan semakin membaik hingga hari ini. Menjadi lebih baik sampai-sampai kita sekeluarga selalu merasa beruntung penah terjatuh dan dibangkitkan karena kuasaNya. Dan alhamdulilah, selalu merasa cukup dengan nikmatNya.
Dari bapak,
Aku belajar sesuatu yang unik tentang rezeki.
"Rezeki itu kayak kuku"
bisa muncul lagi walaupun kita sering memberi. Kalau dalam istilah ekonomi,
"Rezeki itu kayak fenomena multiplier effect".
Kalau kita invest uang untuk kebaikan, efeknya kita dapat berlipat-lipat kebaikan. Kebaikannya berupa materi dan non-materi yang keduanya bisa memanusiakan manusia.
Sewaktu pulang dari mudik lebaran kemarin
Bapak hampir kehilangan sepatu barunya. Aku dan adik sampe pusing nyari sepatunya dan kita bergumam hal yang sama "duh, kasihan bapak. Kalau ga ketemu gimana dong :( ". Tapi, bapak malah bergumam hal yang lain dari kita. "Ya udah lah, mungkin sepatunya bukan rezeki bapak". Sesederhana ini respon bapak. Sekali lagi, bapak keren !
Dari bapak,
Aku belajar makna kehilangan.
"Kehilangan itu bisa jadi karunia untuk kita dan orang lain".
Karunia untuk kembali merasakan nikmatnya mengingat kuasaNya akan hidup kita. Perlu diingat, tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk mengingat kuasanya dan merendah di hadapan Tuhan. Juga, rezeki kita yang hilang itu bisa jadi perantara kebaikan untuk orang lain. Jadi, jangan sedih ketika kehilangan ya!
Bapak aku mah spesial !
Ga perlu nasehatin anak-anaknya buat jadi anak baik. Cukup dengan menjadi diri sendiri, kita malu kalau ga jadi anak yang baik :)
Nangis bombay dengerin lagu sesederhana ini 😣😣😣😣
Dan tidurlah, Karena hari ini terlalu panjang dan melelahkan. Kita fana, dan terbatas.
“Dan jadikan tidurmu sebagai istirahat” (QS An Naba: 9)
Usia hanya bilangan fana. Yang abadi adalah manfaat.
Maka buatlah setiap waktumu bermanfaat
Kutipan yang bagus mengenai rumah tangga
Rasulullah pernah bersabda, “ Apabila Allah menghendaki, maka rumah tangga yang bahagia itu akan diberikan kecenderungan untuk senang mempelajari ilmu-ilmu agama, yang muda-muda menghormati yang tua-tua, harmonis dalam kehidupan, hemat dan hidup sederhana, menyadari cacat-cacat mereka dan melakukan taubat.” (HR Dailama dari Abas ra)
dikutip dari acara mozaik islam