“Habis lulus, ngapain ya?”
“Kalau gue, mau langsung bisnis”
“Gue sih, mau lanjut kuliah”
“Gue mah, nikah aja ah, kayaknya seru”
Hari ini, banyak dari kita yang sedang berjuang menghadapi kuliah, bahkan mungkin sedang berada dekat dengan gerbang kelulusan. Namun, banyak juga yang masih bingung dan bertanya-tanya “Apa yang akan dilakukan selepas lulus kuliah?”
Seringkali, kita punya jawaban, tapi sebetulnya kita tidak yakin dengan jawaban kita, hanya sekedar mengira-ngira dan mengikuti apa kata orang. Ada yang pilih kerja, ada yang lanjut kuliah, ada yang pingin bisnis, ada juga yang ingin nikah.
Lantas, mana yang benar? Satu-satunya jawaban yang benar, selepas kuliah, yaitu mengejar impian kita. Sudah, semudah itu saja. Mau kerja, bisnis, kuliah lagi, Nikah, atau apapun, hal itu bisa jadi benar bisa juga jadi salah, tergantung dari tujuan kita.
Jika kita bercita-cita menjadi dosen atau akademisi, maka memilih kuliah adalah pilihan tepat. Jika kita bercita-cita mau menjadi pengusaha, maka memulai bisnis juga benar, tapi memilih kuliah juga bisa jadi benar, jika kita memang mau mengejar koneksi. Salah satu contoh yang salah, adalah ketika kita memilih karena kita bingung, ketika kita memilih dengan dalih “daripada nganggur”.
Bolehkah menjadi pebisnis kerja dulu? Boleh saja, jika memang ingin belajar sistem, atau mengumpulkan modal. Atau ingin menjadi akademisi, tapi memilih untuk bisnis. Boleh saja, jika memang diperlukan untuk mengumpulkan dana untuk kuliah. Dengan catatan, bahwa apa yang kita lakukan, itu mendekatkan kita terhadap tujuan kita.
Hati-hati, setiap pilihan kita, itu tidak hanya akan menghabiskan uang, tapi juga menghabiskan waktu. Uang bisa dicari, tapi waktu tidak. Maka, sebelum memilih jalan apa yang mau ditempuh, pastikan dulu, apa sebetulnya tujuan hidup kita. Ketika kita punya tujuan, maka kita bisa menentukan jalan mana yang harus kita tempuh. Dijamin, kita akan memilih jalan yang mendekatkan kita pada tujuan kita.
Pertanyaan terbesar, bukan jalan apa yang mau kita pilih. Tapi, hidup seperti apakah yang ingin kita tuju?
Seorang nahkoda, seorang pilot, seorang supir, memulai perjalanan bukan karena mereka sedang menganggur atau ikutan orang-orang, tapi karena mereka mengetahui tujuan mereka, begitu juga kita.
Bagaimana kita tahu jalan yang benar, jika kita saja tidak punya tujuan?
HABIS LULUS, NGAPAIN YA?
Bandung, 13 Maret 2019