Thought via Path
MITRAKUKAAAARRR! – Read on Path.
Cookie Run:Kingdom Official!
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Cosimo Galluzzi
No title available
tumblr dot com
h

Kiana Khansmith

No title available
NASA
The Stonewall Inn
d e v o n
Game of Thrones Daily
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Monterey Bay Aquarium
taylor price
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

@theartofmadeline
🩵 avery cochrane 🩵

blake kathryn
Claire Keane
seen from United States
seen from Iraq
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from Indonesia

seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Brazil

seen from Australia
seen from Bangladesh
seen from Bangladesh

seen from Malaysia
seen from Ukraine

seen from Brazil

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
@rayufilms
Thought via Path
MITRAKUKAAAARRR! – Read on Path.
Anomali Coffee Jakarta. #productphotography #coffee #photography #art #beautiful #instagood #picoftheday #photooftheday #all_shots #exposure #composition #focus #capture #likesforlikes #shoutout #comment
:: 9 Tahun untuk selamanya. ::
Selamat 9 tahun menjalani kehidupan bersama.
Entah huruf apa yang akan aku mulai dalam tulisan ini, berharap akan membawa dampak juga bagi semua yang membaca untuk menjadi contoh baik dalam berkeluarga.
Luluhkan selalu hati mbak istri, mas. Agar selalu selamat sampai tujuan. Aku yakin, mbak istri masih akan selalu menyiapkan blender disetiap tikunganmu.
Acapkali kita selalu bercerita bersama tentang segalanya, mengajarkan banyak hal tentang kehidupan yang belum aku lalui, dan akan. Sekadar mengingatkan, itu sangat berarti bagiku. Bahkan, sangat berarti bagi semua yang berada disisi kalian.
Malam ini, lagi-lagi aku sedang berada di kota orang. Sama seperti setahun lalu pada tanggal dan bulan yang sama. Syukurku adalah: Kita masih bisa bersama dalam kehidupan yang semakin baik.
Aku yakin, salah satunya ya memang seperti ini Ia menentukan jalan kita. Ada hal yang Ia selipkan diantara kalian, untuk kita memperoleh kebahagiaan bersama-sama.
Tanpa kalian, aku rasa kita semua, teman-teman sekalian, tak akan sesibuk beberapa hari ini untuk merancang persaudaraan yang erat. Itu salah satunya.
9 warsa sudah kalian bersama. Luar biasa. Aku berharap, kami terus berada disela-sela kehidupan kalian sampai seterusnya.
Tak lupa aku sampaikan, bahwa ini adalah akrostik. Selain sebenarnya aku tak pintar menulis, akrostik adalah apa yang mas enanic ajarkan. Tak akan terlupakan, dan aku persembahkan.
Ayin adalah sebuah amin.. Ingat itu? Sampaikan salam untuk adikku, Ayin.
Hari berlalu sangat cepat, ya! Jika ingin mengingat, banyak sekali hal yang telah kita lewati bersama-sama dengan baik. Salah satu bapak bijaksana panutanku adalah kamu, mas. Sampaikan kepada mama nyit bahwa aku sangat menghargai persaudaraan kita.
Untuk beberapa kalimat diatas, itu bukan sebuah sepikan ya. Banyak sekali kurangnya. Aku tak sanggup menuliskan keseruan-keseruan kita selama ini.
Nnnnnnn, apakah salah aku hanya menuliskan huruf N di awal kalimat ini? Selamat memasuki tahun ke 9. Banyak doa dalam hati yang harus kalian aminkan sekarang juga. Love.
Sayang, suratmu memang tak secantik atau sebaik punyaku. Tapi bagiku, aku pun tak pernah akan bisa menulis surat yang begitu sadis dan tangguh seperti kamu.
Jika hangatmu melebihi matahari, biarkan aku menatapmu selembut embun pagi saat mata memandang fajar melipat malam bersama. Sama sepertimu,...
:: Mendekap Gigil ::
Dikagetkan dengan surat yang kau tulis untukku selarut ini.. Awalnya, aku hanya sekadar terkejut. Lalu, aku berniat untuk memarahimu dengan penuh rasa sayang, kenapa tak juga tidur dengan kondisimu yang sedang demam. Ternyata Tuhan mempunyai rencana lain. Ia memintaku untuk sesegera mungkin membaca surat darimu. Aku rasa, malam inibTuhan ingin membuatku gemetar melalui surat yang kau tulis. Sepertinya Tuhan ingin aku ikut menemanimu dalam gigil, untuk kudekap. Sayang, segala hal yang kau lakukan dan tunjukan untukku, sungguh luar biasa indah. Sayang, maafkan jika aku yang seharusnya selalu berlaku seperti hal-hal indah yang kau lakukan untukku, namun aku tidak. Sayang, maafkan aku yang dengan sengaja tak meminta ijin terlebih dahulu kepadamu lalu menahan lelah dan kantuk untuk menulis surat ini. Sayang, aku jatuh cinta kepadamu untuk yang kesekian kalinya diawal pagi ini. Sayang, ijinkan aku untuk mendekap gigilmu dengan gemetarku dalam doa sepertiga malam. Sayang, selamat tidur. Daya Dayita
Setelah membaca surat yang kamu kirim kemarin. Aku menyadari satu hal. Selain rindumu yang membuatku tersengal, caramu mencintai membuatku tersedu dalam khusyuk rasa syukur.
Aku masih ingat, sebelum surat itu kamu pernah mengatakan saat kita kencan perihal keinginanmu menghentikan asap putih....
:: Menantang Matahari ::
Untuk senyum indahmu, untuk ucapan baikmu, untuk rasa malu dan hijabmu.
Aku tak ingin selalu mengucapkan kamu cantik. Jika aku ingin, mungkin semua orang akan hingga bosan untuk mendengarnya.
Aku yakin, aku tak akan pernah bisa menuliskan surat secantik atau sebaik kamu. Aku yakin, tak akan ada media yang sanggup mewakili rasa kagum dan cintaku untukmu.
Sayang, jika ada yang beraggapan bahwa bidadari itu lebih cantik, aku yakin bahwa mereka tak mengenalmu dengan baik. Dan ini serius. Aku tak lagi sedang merayumu.
Aku ingin mengatakan hal ini; Cinta tak mengajarimu untuk lemah. Cinta tak akan mengajarimu untuk menghinakan diri. Aku akan senantiasa menjauhkanmu dari hal-hal itu.
Aku, mencintaimu. Ingatlah, Aku tak akan pernah mengatakan itu secara lisan hingga nanti saat kita terbangun bersama ketika pagi menjelang.
Akan kutantang matahari!
Akan ku buktikan, mana yang lebih sangat menghangatkan jiwamu.
Matahari atau aku.
Surat Bisu Hari Minggu
Aku mencarimu pukul tiga pagi. Tidurku terusik oleh napas yang tersengal entah mengapa. Aku mencarimu sebagai udara segar yang kuharap bisa melegakan sesak.
Begitu sadiskah rindu yang kau kirim, sayang?
Lembar kali ini menjelma kota di akhir pekan. Lengang. Suratku bisu terbungkam oleh rindu, sayang. #30HariMenulisSuratCinta 1 Februari 2015
:: Flush ::
Asap putih melayang, Berhembus dari mulut yang hitam. Hening.
Ragaku sedang dikepungnya didalam ruangan berbentuk persegi berukuran 3x4meter ini. Begitu juga jiwaku, dan akalku.
Asap putih terus saja melayang. Berhembus lagi, lagi, dan lagi.
Ragaku terjongkok diam ketika tiba-tiba kamu hadir tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, lalu membayangi jiwa dan memenuhi pikiran.
"Akan sampai kapan? Akan sampai kapan?"
Sayang, percayalah. Kamu adalah salah satu orang yang akan sangat aku jaga dari asap ini selain ibu, dan adik-adikku.
Aku menyayangi kalian!
Bagaimana dengan keturunanku kelak? Anak-anakku? Aku harus berhenti! Jelas saja aku tak ingin my son is like his father soon.
Aku harus segera keluar dari ruangan ini. *flush*
Sayang, yang perlu kamu tau dari suratku ini adalah; dimanapun aku, kamulah alamku.
Daya Dayita
Aku memilih untuk tak tergesa memejamkan kantuk setelah bertemu kamu. Mengulang ingatan tentang pertemuan yang baru saja kita ciptakan mungkin sama dengan kadar kafein segelas kopi hitam.
Tak hanya otak yang merajut sebuah kenang, seluruh panca indera merangkum segala rasa. Hidungku yang mungkin...
:: Tak Percaya. ::
Kepada Sekar,
Aku merindukanmu..
Aku selalu merindukanmu ketika jauh maupun ketika bersama.
Kamu tahu, rindu hanya tercipta untuk seseorang yang benar-benar cinta. Selain itu, rindu hanya akan menjadi bualan. Tak usah lagi kau takut perihal rindu yang selalu aku ucapkan.
“Tak terasa waktu telah cepat berlalu
Kau masih bersamaku menggenggam erat jiwaku
Berjuta kisah telah kita lalui
Kau masih menjagaku dalam indahnya cintamu.”
Apakah kamu tahu atau mungkin dapat menghitung seluruh rindu yang aku ucapkan, sayang? Ketahuilah jika semua rindu yang kulabuhkan untukmu adalah tulus dan bukan bualan.
Sayang, tak perlu lagi kau mengingat tatap sadis seperti yang kau sebut dan takutkan saat pertama berkenalan atau pertama kali jalan denganku. Sampai saat ini, tatap sadis itu akan tetap ada. Aku akan senantiasa sadis mencintai dan menyayangimu sampai seterusnya.
Sore itu, tempat itu, jika kita tak bertemu, mungkin kita tak akan percaya jika kita saling suka dan cinta.
Daya Dayita
Hai, aku ialah gadis belia ceria yang akhirnya dengan senang hati mengizinkanmu mengubah namaku dengan beberapa panggilan sayang, Kekasihku. Kenapa ada kata “akhirnya”? Karena dulu aku takut sama kamu. Satu tahun yang lalu, pertama kali bertemu hanya tatap sadismu yang kuingat. Menakutkan. Seperti...
:: Pagi itu, pagi ini, hingga seterusnya ::
Disebelah mana?
“Disamping Bank Hanna.”
Ok.
Kamu melambaikan tangan. Terima kasih untuk tidak tetap diam dan mau untuk beranjak agar aku dapat dengan mudah menemukanmu saat itu.
Satu tahun lalu.
Maafkan jika pagi itu aku menjadi seorang yang acuh untuk lebih memilih bercanda dengan teman-teman KotaJancuk yang lain daripada harus berkenalan lebih dekat denganmu.
Namun ternyata tidak,
Ternyata aku dengan asiknya sesekali menikmati parasmu seraya menjadi wasit karena perasaan dan logika-ku sedang berdebat tentangmu pagi itu. Maaf jika aku tidak menjadi pendengar yang baik saat kau sedang bercerita.
Hingga muncul keinginanku untuk bertanya; “pulang sama siapa?” “Rumahmu dimana?” dan pertanyaan lainnya yang tidak aku ingat lagi karena mungkin itu hanya menjadi bualan pria nakal untuk mendekati wanita.
Setelah aku mendapat beberapa jawaban darimu tentang pertanyaan-pertanyaan itu, keinginanku untuk ingin lebih dekat denganmu atau lebih, hilang. Alasannya? rumahmu jauh dan aku nggak akan siap menjadi gebetan atau pacar yang rela menjemput seorang wanita sejauh itu.
Bersyukurlah saat membaca tulisanku ini, kamu lebih dulu dilindungi dari seorang pria yang ketika bercerita tentang masa lalunya ini membuatmu istighfar.
Dan tulisan ini, pagi ini, adalah salah satu cara bersyukurku. Bersyukur ternyata aku telah menjadi seorang pria yang sanggup antar jemput kamu hingga ke bulan!
Bulan madu..
Rasa syukurku yang lebih hebat lagi adalah aku telah mampu menjadi lebih baik dari tahun kemarin.
Sayangku, yang harus kamu tau adalah: Aku sudah menyukaimu dari berbagai hal dan tertarik kepadamu saat pertama kali kita bertemu pagi itu, satu tahun lalu.
O ya, mengenai jalanan basah itu, Polisi yang menilang kita malam itu karena aku lebih memilih bercanda dengan calon pacarku daripada menaati peraturan lalu lintas, bersyukurlah.
Andai saja Polisi itu lebih memilih untuk menilang cinta kita daripada menerima salam tempel yang aku kasih, kita tidak akan sebahagia pagi ini sekarang.
Calon Ibu dari anak-anak kita kelak, bersyukurlah.
Daya Dayita
:: Fatamorgana Senja #1 :: 22 September 2014. Kepada yang tersayang, Dayita, Rifqi Ajir. Ini lembar pertama yang kamu baca. Pengantar lembar-lembar berikutnya. Sekilas, ini hanyalah goresan huruf diatas kertas. Namun tidak. Ada banyak rindu yang terselip. Gini, ini kan tanganku yang nulis. Iya, jemari yang kau genggam. Pertama kali saat nonton Payung Teduh. Eh, tapi itu tangan kiriku yang kamu genggam. Ehmm, I love you. Aku menulis ini hari Minggu. Iya, kamu sudah berada lagi disana. Besok kamu bekerja lagi. Semangat! Bismillah, ya… Selalu lima waktu ya, agar segala hal baik yang dilakukan dan diperjuangkan dimudahkan. Aku belum bisa menyiapkan makanan disaat tiba jam waktu makanmu. Tapi, masing-masing dari kita sedang menuju kesana, kan? Hari dimana aku akan repot dengan bahagia menggorengkan Tempe untukmu, lalu kita sarapan disatu meja yang sama dan berdampingan. Oh iya. Kopi juga. “No matter where you are or what you do I always wish to be happy with you.” Jadi ingat bunga matahari yang kau petik untuk daku, kakanda. Perjalanan ke hutan pinus itu sungguh membuat adinda bahagia. Tuhan mewujudkan mimpiku melalui kelakuanmu. Berhentiin mobil untuk mengambil bunga matahari dan menemui laba-laba besar. Aku candu pada cara Tuhan membuat aku jatuh cinta kepada sosokmu. Tuhan menjatuhkan cinta padamu, sosok asing yang pada akhirnya ku temukan kepingan-kepingan impian didalamnya. Jika kau pulang nanti, ajak aku menemui monyet-monyet berwajah menggemaskan itu lagi. Kita harus mengingat satu hal baik-baik. “Kita harus membawa lebih dari satu bungkus kacang kulit.” Oke? Janji ya? Aku rindu melihat monyet-monyet itu makan malu-malu dengan wajah manja. Nanti, aku akan duduk bersama mereka. Mungkin mereka akan nyaman untuk berada dekat denganku. Aku selalu ingin melihat langsung hewan di habitatnya. Sekali lagi, Tuhan mengabulkan keinginan. Sekarang diamlah. Coba bayangkan hal-hal baik yang telah kamu lakukan kepadaku sejak kamu memutuskan untuk jatuh cinta. Aku tak sanggup menuliskan setiap hal. Terlalu indah. Lebih tepatnya, semua hal yang kamu lakukan itu mengejutkan. Terima kasih sudah menjadikanku istimewa. Terima kasih, sudah dan akan selalu melakukan yang terbaik untuk kita. Semoga kita mendapat restu Tuhan. Amin.
Balasan surat untuknya bisa dilihat pada link berikut: http://sekarayuputri.tumblr.com/post/99808633707/kepada-yang-terlucu-sekarayu-putrialam
Sebelum kamu, aku memulai untuk membuat rutinitas baru. Rutinitas yang sering mereka anggap sebagai hal konyol. Berbicara dengan Tuhan. Ternyata, indah sekali senyumNya, berbentuk seorang kamu. Selamat Pagi.
Thought via Path
Lima jari adalah saudara, tapi tak serupa. - pepatah Afghanistan. – Read on Path.
Terima kasih, untuk hadiah ulang tahunku, sayang. Kisah dan makna Perjalanan di Negeri-negeri Asia Tengah. Seperti yang selalu kau katakan; "Aku ingin mengajakmu berpetualang melalui kata-kata, sebelum nanti kita akan membaca semesta bersama." Terima kasih untuk rasa sayangnya. #birthdaygift #dayita #books #selimutdebu #garisbatas #titiknol