"Seumur hidup itu lama, jadi carilah pasangan yang tepat"
No, ini kalimat yang salah. Bukan dicari, ini bukan baju.. Atau sepatu.. Ini disesuaikan. Ketika kamu meminta, maka yang diberikan kepadamu bukan yang kamu cari, tapi yang kamu butuhkan...
Bagaimanapun itu, sesuaikan kadarnya, jangan kemanisan jangan kurang rasa...
Gimana yah biar dia menjadi seperti yang aku inginkan, gak perlu...
Ketika kamu mencintai, kamu seharusnya gak minta dicintai. Tingkat kepuasan yang sesungguhnya adalah ketika kamu sangat puas mencintainya seutuhnya, sepenuhnya...
Urusanmu tentang perasaanmu, tentang keinginanmu, jangan lukai dirimu dengan harapan yang belum jelas jawabannya...
Yok belajar untuk menuai apa yang pasti..
Kalo kamu mencintainya, kamu pasti bahagia dan puas, udah cukup. Itu pun sudah lebih dari cukup dan enak kali... Itu aja yang dituai, kalo yang kamu tanam ternyata buahnya ada dimana mana dan berbunga mekar, yang perlu kamu tau tidak selamanya bunga itu mekar, dan tidak selamanya pohon berbuah banyak.. Jadi ya jika perasaanmu diberi lebih, nikmatin aja, karena itu aja udah enak kalii...
Supaya kamu siap dalam keadaan ketika bunga tidak mekar..
Sama halnya dengan, ketika pasanganmu baik, tiba2 dia menjadi seperti yg kamu mau... Kamu bahagia dan memutuskan dia harus seperti ini terus, supaya aku bahagia.. Kamu memutuskan titik bahagiamu harus seperti itu, jangan lagi dikurangi...
Datanglah keadaan, tiba2 pasanganmu menurutmu berubah, tidak baik lagi, tidak seperti yg kamu mau lagi. dan kamu kecewa, kamu marah, kamu tersinggung, kamu menyakiti dirimu, dgn merasa terluka..
Menurutku itu sebuah kesalahan pola pikir yang selama ini digunakan orang untuk jadi titik batas sebuah kebahagiaan.
Dari awal aku dah jelasin, kebahagiaan itu ketika kamu mencintainya begitu dalam, puas habis habisan mencintainya...
Berhenti menyakiti dirimu dengan keinginan yang tidak pasti tertuai.. Tuailah yang pasti,yaitu cinta yang kamu punya...