🇲🇨 delapan puluh tahun usianya
delapan puluh tahun itu waktu yang sangat panjang. kalau diumpamakan sebagai manusia, artinya sudah lansia.
kakek nenek yang sudah sepuh, punya segudang kisah heroik untuk diceritakan kepada cucu yang belum merasakan asam garam kehidupan. barangkali sudah punya cicit kalau pasutri vintage ini nikah muda #loh.
mereka punya semua cerita dari berbagai genre—dari masa muda, perjuangan, hingga kebijaksanaan.
ngomongin soal kakek nenek, kebetulan aku hanya sempat merasakan kasih sayang nenek hingga umur 13 tahun.
beliau lahir pada 1936, saat negeri ini bahkan belum merdeka. kata nenek, kalau ada serangan, ia dan saudaranya harus berlindung di bawah tanah.
terdengar menakjubkan, tapi tentu itu adalah masa paling kelam dalam hidupnya.
kisah hidup nenek seperti mencerminkan perjalanan bangsa ini: lahir di tengah penjajahan, bertahan melewati krisis, dan menyaksikan berdirinya republik.
bedanya, nenek tumbuh dengan bekal pengalaman pahit yang melahirkan kebijaksanaan. sedangkan bangsa ini seperti sosok yang tidak pernah memberi ruang bagi dirinya refleksi diri untuk menjadi lebih baik di masa depan.
maka di usia 80 tahun, Indonesia belum terlihat bijaksana seperti nenek. masih labil dalam merumuskan kebijakan, pondasi negara belum kokoh, bahkan arah perjalanannya pun belum jelas.
Indonesia dengan segala kekayaan dan potensi masih terjebak dalam lingkaran isu yang sama sedari dulu: ketidakpastian hukum, korupsi, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.
banyak kisah heroik saat memperjuangkan kemerdekaan, namun belum banyak kemajuan nyata yang bisa dibanggakan kepada cucu dan cicit hari ini.
kalau aku adalah ibu-ibu yang suka bandingin anak sendiri dengan anak orang lain, mungkin aku akan marah dan bandingin negara ini dengan negara tetangga:
Singapura sekarang peringkat satu PISA di dunia dalam membaca, matematika, dan sains.
Thailand jadi salah satu destinasi wisata top dunia.
GDP Malaysia per kapita sudah jauh melampaui di atas kita.
dan paling gong si Vietnam, menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia.
negara tetangga aja bisa, masa kamu ga bisa sih? kamu ga mau bikin ibu bangga?😮💨
aku beneran jadi ibu-ibu pemarah yang malu liat anaknya ga ada prestasi.
jika bangsa ini beneran seusia nenek, mestinya kini ia sudah menjelma menjadi sosok panutan yang bijaksana untuk menuntun generasi muda.
sosok yang duduk di teras melihat cucu cicit bermain di halaman rumah dengan penuh suka cita.
apa jangan-jangan ujaran yang bilang "usia tidak mencerminkan kedewasaan" juga berlaku dalam konsep bernegara?
kalau begitu, semoga di usia-usia berikutnya bangsa ini tidak hanya bertambah tua, tapi juga benar-benar tumbuh dewasa dan bijaksana. 🌿