Kemarin, disebuah sore saya sedang membicarakan bagaimana seseorang bertemu soulmate nya. Entah berawal darimana pembicaraan kami yang ujung-ujungnya mengarah kesana [lagi].
Singkat cerita teman saya mengatakan bahwa dia bertemu dengan suaminya dari perkenalan teman SMA nya, teman antar teman. Mungkin cerita ini klasik ya, banyak yang seperti itu..AWALNYA kupikir begitu. Namun si mbak berkata lain,
Akupun bertanya, "Kok bisa gitu mbak?taaruf kah, mungkin pertanyaan klasik ya kok bisa ya yakin dengan cepat?".
"Wes toh, lek ancen wes wayah e dalan e yok opo ae pasti akan ditemokno"
(Sudahlah, jika memang sudah waktunya apapun jalannya pasti bertemu)
Akupun masih mendengarnya dengan seksama.
"Kamu tau dek?aku bertemu suamiku itu singkat. Kita hanya bertemu satu kali, tapi karena tujuan kita sama-sama kuat jadi alhamdulillah akhirnya dilancarkan sampai menikah", begitu ujarnya.
Mbaknya pun menjawab, "Aku kenal dia lewat teman SMP ku. Kemudian kami beda SMA. Baru bertemu lagi dengan teman SMP setelah sekian lama yang kemudian dia bilang bahwa mau mengenalkan temannya kepadaku. Aku sih awalnya tidak berekspektasi apapun, yaudahlah ya. Kemudian dari pertemuan tersebut kami ngobrol yg pada yah akhirnya aku dan temannya berujung menjadi suami-istri".
"Wow bisa seperti itu ya mbak?, heranku".
"Iya dek, wes tah. Jika memang sudah waktunya semua akan dipermudah. Awalnya temanku SMP itu pernah bercerita tentangku bahwa dia punya teman baik sewaktu pertemuan dia sesama teman SMA rame-rame dan waktu itu sebenarnya suamiku tidak mendengar secara langsung tentangku yg diceritakan, mungkin hanya mendengar sekilas saja karena memang temanku tidak berniat menceritakanku kepada suamiku tersebut. Eh lha kok, suatu ketika lama dari kejadian itu suamiku bertanya kembali ke temanku tentangku. Aneh kan ya? Darimana bisa gitu coba, padahal itu udah lama juga", jawab mbaknya dengan antusias.
(Aku masih di tempat dan jujur sebenarnya bingung mau menjawab apa)
Kemudian dia melanjutkan, "Akhirnya ya cepat kok dek proses kami. Tiba-tiba saja entah darimana aku sudah yakin memang kami berjodoh. Wes tah, ga usah keburu semua ada jalannya masing-masing. Aku dulu juga gitu, rasanya di kos itu seperti tidak berguna. Baru bisa berguna jika aku bekerja. Jadi aku merasa kok hidupku gini-gini saja ya?hanya di kos, trus keluar cari makan. Yaudah ah aku tak cari kajian supaya mungkin hidupku berguna sedikit. Sampai waktu itu kata temanku sebut saja Astria, dia bilang mungkin kajian tujuanmu tidak lurus sambil cari jodoh. Wkwkwk."
"Oh iya mbak bisa gitu juga ya, wkwkwk akupun dulu juga berpikir gitu", jawabku mengiyakan.
"Lho jangan salah, Astria itu pernah bilang gini; Aku Sil, kurang apa coba? Kegiatan apapun tak ikutin semua dari jaman kuliah sampai bekerja. Dari yang internal sampai eksternal, misalkan kamu cari namaku di workshop-workshop manapun atau keanggotaan organisasi manapun pasti ada namaku. Kurang apa coba?Cuma ya gitu tidak ada yang nyangkut. Wkwkwk", jelasnya sambil tertawa.
(Akupun tertawa juga mendengar ini)😅😂
"Wes tah dek, tidak perlu meng'internasionalkan' diri. Kurang apa itu artis seperti Luna Maya, Agnes Monica apa ga banyak banget mereka relasinya. Namun, gimana jika memang belum waktunya. Jalani saja apa yang ada saat ini, nikmati prosesnya. Penuhi mimpi jika ada mimpi yang belum tercapai. Nanti jika sudah waktunya pasti akan bertemu dengan cara tak terduga". Tutupnya.
(Menghela napas panjang dengan cerita sore yang jenaka ini. Tentang bagaimana semesta bekerja)
Di ujung melepas penat kerja bersama senior yang diceritakan kembali paginya setelah bangun tidur, 16 Oktober 2020 5:00 a.m