Batu terkenal dengan sifatnya yang keras. Kalo ditimpuk batu pasti sakit rasanya. Beda dengan Batu yang satu ini ‘Kota Batu’ andalan wisatanya daerah Malang. Selain hawanya yang sejuk, berjuta wisata alam yang menantang, kota ini juga memberikan berbagai kawasan wisata buatan yang menarik dan edukatif. Bikin ketagihan. Traveledu addicted!
Kali ini (9 Feb 16) saya hanya melancong sendiri sebut saja Solo Backpacking ala Princess. Why? anggap saja saya gadis cantik yang melancong sendiri menggunakan backpacker tapi berteduh di penginapan standar tuan putri yang bukan sekadarnya. Sedikit maksa tapi bisalah ya hahaha.
Pagi-pagi sekali saya bersiap memulai perjalanan ini. Dengan kondisi itinerary yang terlalu fleksibel. Masih tanpa rencana, mau naik apa? Untungnya saya berpapasan dengan petugas kebersihan yang menawarkan diri untuk mengantarkan ke tujuan pertama saya, Eco Green Park. Sebaiknya menyewa mobil/ motor jika ingin berkeliling disini karena angkot tidak on sampai malam. Sudah banyak jasa yang mempromosikannya online. Silahkan googling.
Yaps tujuan awal saya, sebagai pecinta lingkungan (anaknya sok green tapi belum ngasi apa apa buat lingkungan, sedih) saya puas banget disini. Bau kreativitas plus wawasan lingkungannya kental dengan berbagai hiasan dari bahan daur ulang, slogan kampanye lingkungan, mengajarkan kita untuk cinta anak lingkungan dah. Pemetaan plus alurnya juga jelas.
Peta Petunjuk Eco Green Park
Perjalanan disini diawali dengan senyum manis Wood Recycled Shaun The Sheep yang mengantarkan saya ke:
Insectarium, dimana ratusan jenis awetan serangga dipampang. Agak berbau serangga disini tapi ga ngurangin rasa takjub saya. Apalagi dengan aneka kupu-kupu yang disusun sedemikian cantiknya.
Walking Bird, puluhan burung yang lebih hobi ‘berjalan’ berkumpul disini. Lucunya hampir disetiap kandang saya bertemu burung Merak. Mereka tipikal yang hobi gaul mungkin ya jadi suka loncat kesana kemari. Sejak saat itu saya merasa setipe dengan mereka hahaha.
Plaza Music, bunderan yang tengahnya berkumpul aneka alat musik yang kebanyakan dimainkan dengan menggunakan tekanan dari semprotan air. Kalo ga ada anak kecil bakal sunyi senyap kayaknya, yang berumur mungkin malu main yang beginian.
Jungle Adventure, wahana (gratis tentunya) buat nembakin para pemburu demi nyelamatin beragam jenis hewan.
Dunia Ayam, kandang ayam dimana-mana yang dikuasai berbagai jenis aves.
Taman Biogas, buat yang mau ngerti lebih dalam ilmu biogas (gas dari proses anaerob fermentasi limbah organik) ada petugasnya yang siap ngejelasin konstruksi ataupun cara kerjanya. Cakep kan?
Rumah Jamur, menikmati kelembaban bersama jamur yang sedang berkembang.
Pengolahan Sampah, yang mau belajar recycle, composting ataupun jenis pengolahan sampah lainnya bisa nanya ama mas mbak disini.
World of Parrot, artinya dunia Beo, udah kebayang kan isinya? Spesialnya kita bisa foto bareng ama salah satu Beo disini. Gratis lagi! (anaknya suka gratisan)
Bird of Paradise, surga yang diisi aneka burung. Disini kita bisa interaksi langsung dengan berbagai burung yang terbang ataupun jalan mondar mandir kesana kemari. Foto bareng apalagi,dengan syarat bisa menarik perhatian si hewan berbulu ini.
Duck Kingdom, penuh dengan suara kwek kwek. Bisa ketemu si seksi black swan.
Owl House, kandang yang penuh kegelapan. Biar para burung hantu berasa di rumah sendiri. Kalo mau foto bareng ketemuan lagi ama Owl setelah Bird Gallery yaa.
Eagle Park, kandang atau lebih tepatnya dikandangin bareng Elang. Yang mau foto bareng juga bisa (gratis).
Bird Gallery, puluhan replika beragam burung dipajang disini.
Rumah Terbalik, kaki di kepala kepala di kaki. Ada ruang cermin juga, jadi yang lagi buru-buru harap sabar ya waktunya sedikit tersita disini.
Water Outbound, wahana buat main air.
3D Painting, beragam lukisan yang boleh keluar dari bingkainya.
Kendali Hama, wahana tembak-tembakan pake pistol air.
Science Center, bisa ikutan simulasi gempa, badai, tsunami, tornado, dll. Tapi masih banyak yang belum berfungsi dengan baik cuma bisa diliatin aja.
Eco Journey, duduk manis sambil mengelilingi potret kehidupan dari prasejarah-modern. Dengan bumbu cinta lingkungan tentunya. Jangan mau masuk wahana ini sendirian, bayangin aja gimana rasanya naik kereta lewat beberapa lorong kecil gelap sendiri.
ada yang tertarik menjaga kelangsungan SDA kita?
insectarium, itu tulisannya dari susunan kumbang (kumbang di taman?)
Merak yang setia nemenin sesama yang lagi tertunduk pundung
ada yang lagi serius ngomongin kondisi sampah di Indo (padahal aslinya lagi ngegosip wkwkwk)
kereta berkuda tanpa pangeran
just curious, what they’re looking for, why so serious?
dikandangin bareng yang lain, fokus sama yang diatas
last kiss bye from albino PVC Ostrich
Pesan saya, jangan lupa liat mapsnya biar ga ada yang kelewatan. Kan sayang banget bayar mahal tapi ada yang terlewatkan darimu.
Setelah berlelah ria di Eco Green Park, saya pindah ke Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo & Museum Satwa). Lokasinya berdekatan, jadi berjalan kaki saja sudah cukup. Awalnya saya pikir tidak butuh waktu yang lama untuk berkeliling kawasan ini. Tapi kenyataan sungguh tak bisa diduga. Dengan berkeliling selama 2 jam saya sangat tidak puas dan terburu-buru (biar sempat ke Museum Angkut). Perkiraan saya idealnya diatas 4 jam baru puas. Parah.
Saya cukup sangat terpana dengan tatanan dan desain kebun binatang ini. Jauh dari kesan tidak terawat, sebaliknya penuh dengan warna dan keceriaaan. Dan lagi dilengkapi dengan papan informasi edukatif yang interaktif. TOP beneran, ga salah masuk kesini.
Diawali dengan dunia monyet – beragam hewan artis di dunia animasi – beragam hewan kaki empat berbulu domba – kumpulan akuarium raksasa yang super cantik (ada spot buat megang ikan) – geng reptil mendesis – para penghuni savannah – beragam wahana permainan gratis (fantasy land, happy land, dll) – tiger land (bisa foto bareng harimau tapi ga gratis) – replika kapal nabi nuh (?) – jerapah – gajah dkk. Sayangnya baru beberapa menit saya berkunjung, hujan deras mengguyur Kota Batu. Jadilah perjalanan ini dipenuhi hembusan angin kencang yang ditemani hujan petir. Kebanyakan hewan disana pun jadi kurang show off, takut bermandikan air hujan.
welcoming you with monkey world
rajanya ‘madagaskar’ lagi rapat
salah satu plang yang cute
dunia bawah laut di bawah tanah
savannah yang kelebihan air
burung cantik dibawah guyuran hujan
another interactive things
tulisannya kapal nabi nuh
Ingat, jangan lupa bawa payung!
Masih ditemani hujan lebat dan badan yang basah kuyup saya masih dan wajib lanjut ke museum ini. Untungnya museum ini indoor jadi aman dari terjangan badai. Disini penuh dengan replika hewan yang dipadupadankan sedemikan rupa hingga merangkai cerita. Lebih dari sekedar museum kebanyakan yang hanya sekedar memajang.
Sejujurnya saya hanya sepintas lewat disini. Banyak spot yang belum dikunjungi. Tapi dengan berbagai pertimbangan saya putuskan untuk beranjak pergi. Bye dinosaur!
Bertolak dari Jatim Park 2, sekitar 15 menit kemudian saya sampai di Museum Angkut. Perjalanan yang singkat sebenarnya, tapi naik ojek ditemani rintik hujan masih terasa cukup melelahkan. Akumulasi berjalan kaki ditambah perjalanan banyuwangi sebelumnya, lumayanlah asal lu ga manyun.
Angkutan yang dipamerkan umumnya angkutan antik, dari yang sederhana-rumit, dari yang kecil-besar. Dengan berbagai jenis maupun perusahaan ternama, sampai miniatur super mini. Saya kurang fanatik dengan otomotif jadi kurang mencermati segala jenis angkutan yang tertata disini.Tapi sebagai seorang awam saya merasa tertarik dan terhibur dengan menelisik satu persatu hal yang ada disana. Terdapat cukup banyak spot ataupun wahana menarik di dalamnya. Berhubung hujan deras, ada beberapa spot yang terpaksa saya lewatkan.
Museum ini ga hanya nampilin berbagai jenis angkutan tapi juga ada plusnya. Plus Movie Star Studio. Semacam pensuasanaan kondisi berbagai kota/negara/tempat mulai dari Batavia – Gangster Town – Broadway – Paris – Jerman – Inggris – US dan diakhiri dengan lorong yang serupa gerbong kereta (lengkap dengan bunyi jug gijag gijug nya). Di Movie Studio Star ini kita juga bisa leluasa kalo pengunjung ga rame berselfie ria dengan manekin beberapa tokoh/ artis kenamaan.
Beda dengan Pasar Terapung di Banjarmasin yang apik dan tradisionil. Pasar terapung ini lebih berupa kolam yang berisi dikelilingi pedagang terutama makanan dan souvenir. Saat saya berada disini kebanyakan pedagang sedang berkemas. Yah malam telah menunjukkan senyumnya, saatnya pula saya kembali ke penginapan. Mencicipi dinginnya malam di Kota Batu bersama hujan dan mang ojek.
Keesokan paginya saya kembali ke Malang untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Bandung. Perjalanan terakhir di timur pulau Jawa esoknya telah dinarasikan disini.
opsi transportasi kesana (dari Malang): angkot, taxi, nebeng, sewa motor/mobil
opsi transportasi disana: angkot, sewa motor/mobil, ojek
makanan: standar (ga nyobain makan diluar lokasi wisata)
hawa dingin beberapa tingkat diatas Malang
entry Eco Green Park – Jatim Park 2 :85 ribu
entry Museum Angkut: 60 ribu plus kamera 30 ribu
souvenir magnet kulkas (di Gangster Shop, Museum Angkut): 20 ribuan/ pieces
souvenir gantungan kunci (di Pasar Terapung, Museum Angkut): 5-10 ribuan/ pieces
alur perjalanan saya selama ± 9,5 jam: Eco Green Park (10.00-13.45) – Batu Secret Zoo (13.45-15.15) – Museum Satwa (15.15-15.45) – Museum Angkut (16.00-19.10) – Pasar Terapung (19.10-19.30)
jika memungkinkan sebaiknya tidak mengunjungi semua lokasi wisata diatas pada hari yang sama, dijamin ga puas explore (cukup saya aja yang mengalami pahitnya)
kalo berkunjung di musim hujan siap sedia payung, karena kawasan wisatanya kebanyakan outdoor
di Museum Angkut ga boleh bawa minuman
feel free to ask me dudes ♥♥♥
Batu, tidak selalu keras Batu terkenal dengan sifatnya yang keras. Kalo ditimpuk batu pasti sakit rasanya. Beda dengan Batu yang satu ini 'Kota Batu' andalan wisatanya daerah Malang.