Sejak awal, serahkanlah dan ikhlaskanlah segala urusan-urusan kita hanya kepada Allah. Bagian kita hanya ikhtiar dan berdoa agar Allah berikan qadha terbaik atas urusan-urusan kita. Baik itu urusan dunia maupun akhirat.
(Ka Nofi)
wallacepolsom

izzy's playlists!
tumblr dot com
d e v o n

PR's Tumblrdome
sheepfilms
dirt enthusiast
Show & Tell
Today's Document
h
Lint Roller? I Barely Know Her
todays bird

ellievsbear

★

No title available
Not today Justin
Sade Olutola

No title available
Xuebing Du

@theartofmadeline

seen from Indonesia
seen from Netherlands
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Albania

seen from Morocco

seen from Tunisia
seen from Ukraine
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Lithuania
seen from Saudi Arabia
seen from India

seen from United States
seen from T1

seen from Bangladesh

seen from Saudi Arabia
seen from Venezuela
seen from Jordan
@sitmaw
Sejak awal, serahkanlah dan ikhlaskanlah segala urusan-urusan kita hanya kepada Allah. Bagian kita hanya ikhtiar dan berdoa agar Allah berikan qadha terbaik atas urusan-urusan kita. Baik itu urusan dunia maupun akhirat.
(Ka Nofi)
Menjadi biasa saja. Menyembunyikan segala rencana yang memang harus disembunyikan. Merasa baik-baik saja. Dan semua hal-hal yang terkait dengan hati. Itu semua tidak mudah dijalani.
Butuh effort yang luar biasa. Butuh penguasaan diri dan penguasaan emosi yang luar biasa. Terkadang perempuan paling sulit menyembunyikan hal-hal yang menurut mereka harus dibagikan. Padahal hal yang dibagikan belum pasti terjadi.
Ya itulah makanya butuh effort yang luar biasa :)
Setiap bunga indah dengan warna dan wanginya masing-masing. Pun setiap bunga ada musim dan waktunya masing-masing untuk menunjukkan keindahannya, tidak bisa jika harus memaksa bunga tulip mekar indah pada musim bunga anggrek.
Serupa dengan ujian dan masa bahagiamu, ada waktunya masing-masing. Layaknya bunga, setiap darimu ada warna kehidupan dan bahagianya masing-masing, indah pada masanya. Mungkin sekarang memang sedang masanya kamu tumbuh, sabar dengan pupuk kesedihan yang sedang Allah berikan, sabar dengan siraman air mata yang sedang Allah turunkan, kelak semuanya ini yang akan menjadikanmu mekar indah dengan semua keberhasilan dan senyum kemenangan.
Sayang sekali jika kamu tidak menyadari bahwa kamu adalah sebuah bunga yang indah, dimana Allah akan mengirimkan lebah sebagai perantara agar kamu bisa bertemu dengan bunga yang lainnya, setiap bunga ada jodohnya. Menjadikan pertemuan yang indah antara kamu dan dia, hingga kelak menghasilkan buah yang segar lagi mahal.
Semua takdir Allah itu baik, semua pemberian Allah itu baik, dan semua kejadian dalam fase hidup ini pasti ada hikmah kebaikan dibaliknya. Tetap husnudzon, tetap semangat. Hidupmu harus terus berlanjut, ada atau tidak adanya dia, masih ada atau sudah hilangnya dia.
Karena aku sama sepertimu, bunga yang sedang tumbuh dan menjemput musim mekar keberhasilan. Keep smile :)
@jndmmsyhd
Beda Jalan
Ada yang menikah di usia 20an, alhamdulillah. Energi masih banyak. Idealisme masih membara. Perjuangan membangun keluarga insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang menikah di usia 30an, 40an, atau lebih, alhamdulillah. Secara finansial sudah lebih mapan. Lebih matang juga dari berbagai segi. Kesabaran menjaga dan menyiapkan diri insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang bekerja sesuai impian dan passion, alhamdulillah. Kerja jadi ngga kerasa kerja. Dedikasi insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang bekerja di luar passion, alhamdulillah. Ada manfaat untuk sesama yang kadang lebih utama daripada impian pribadi. Kelapangan hati insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang memulai bisnis dan berhasil di usia 25, alhamdulillah. Masa mudanya produktif dan bermanfaat. Kerja keras insyaallah menjadi amal salehnya.
Ada yang mencoba berbisnis berkali-kali dan baru berhasil di usia 40, alhamdulillah. Pengalaman gagal bisa jadi jalan buat rezeki tak ternilai bernama kebijaksanaan. Ketekunan insyaallah menjadi amal salehnya.
Hidup tidak selalu berjalan sama untuk semua orang. Ada banyak hal yang terjadi di luar kendali kita. Tetapi, itu ngga perlu jadi masalah. Kita hanya berbeda dalam memilih jalan amal saleh. Tujuan kita tetap sama, kan?
Kita mungkin bertolak dari titik yang berbeda. Rute perjalanan kita barangkali ngga sama. Waktu keberangkatan dan kedatangan kita pun mungkin beda. Tetapi, jika kita mengarah ke tujuan yang sama, perbedaan itu tidak menjadi masalah.
Rute mana pun yang tengah kita jalani, duluankah atau belakangan kita memulai, cepat maupun lambat kita berjalan, selalu ada kesempatan untuk menghimpun amal saleh.
Toh, yang ‘menang’ bukan yang paling duluan sampai. Tapi yang paling banyak bawa muatan amal saleh selama perjalanannya. Biasanya kalau pengen dapet muatan banyak, perjalanannya pun bakal lebih berat. Semoga kita kuat.
Lalu langkah - langkah kaki kita goyah, doa - doa yang kita langitkan pun demikian. Kita menangis sendiri, meminta, memohon dikasihani, memohon untuk diselamatkan, memohon untuk diberi kebaikan.
Ada harapan - harapan yang kerap patah sebelum mekar dengan begitu indah. ia menjelma menjadi keberadan yang tidak pernah diharapkan sebelumnya. Namun yang ia tahu hanyalah berjalan dan terus berjalan. Sampai lelah, sampai ia sendiri tidak tahu kapan akan berhenti ataupun diberhentikan. Allaah tolong kuatkan, lirihnya dalam banyak pengupayaan.
Duduk sebentar, mari menenangkan diri. bahwasanya doa - doa yang melangit, sejatinya tidak pernah dibiarkan begitu saja. kadang kala doa yang kita langitkan akan menjadi ujian bagi diri kita sendiri, tetap yakinkah dengan doa yang dipinta, tetap bertahankah dengan harapan yang dilangitkan. dan siklus yang mungkin akan selalu dilakukan demikian.
Satu hal yang harus kau tau wahai diri, kau tidak akan mungkin dibirkan olehNya berjalan sendiri, kau tidak akan dibiarkan olehNya berjalan tanpa petunjuk dariNya, keyakinanmu tidak akan disia-sia kan begitu saja olehNya. Selama yang tumbuhkan adalah harapan baik, selama yang kau gantungkan adalah pengharapan yang baik pula kepadaNya saja. Hanya kepadaNya.
Mari kembali melangitkan pinta wahai diri.. “Berilah kebaikan untuk diri ini wahai Rabbku.” Pintanya pada satu hari di bulan desember..
03/01/20
Duhai Allah...berikan kami kesabaran, kekuatan dan keikhlasan dalam menjalani ujian demi ujian yang Engkau berikan.
Jadikan rasa sakit dan tangisan yang mengalir dari mata kami, Engkau jadikan sebagai penggugur dosa-dosa kami.
TanpaMu kami lemah ya Rabbana. Kami serahkan semua hidup dan mati kami hanya kepadaMu.
Ampuni kami. Maafkan kami. Jangan tinggalkan kami. Kami tidak sanggup ya Rabb.
Jadikan hati-hati kami terpaut hanya kepadaMu, bukan kepada selainMu ya Allah.
Lalu langkah - langkah kaki kita goyah, doa - doa yang kita langitkan pun demikian. Kita menangis sendiri, meminta, memohon dikasihani, memohon untuk diselamatkan, memohon untuk diberi kebaikan.
Ada harapan - harapan yang kerap patah sebelum mekar dengan begitu indah. ia menjelma menjadi keberadan yang tidak pernah diharapkan sebelumnya. Namun yang ia tahu hanyalah berjalan dan terus berjalan. Sampai lelah, sampai ia sendiri tidak tahu kapan akan berhenti ataupun diberhentikan. Allaah tolong kuatkan, lirihnya dalam banyak pengupayaan.
Duduk sebentar, mari menenangkan diri. bahwasanya doa - doa yang melangit, sejatinya tidak pernah dibiarkan begitu saja. kadang kala doa yang kita langitkan akan menjadi ujian bagi diri kita sendiri, tetap yakinkah dengan doa yang dipinta, tetap bertahankah dengan harapan yang dilangitkan. dan siklus yang mungkin akan selalu dilakukan demikian.
Satu hal yang harus kau tau wahai diri, kau tidak akan mungkin dibirkan olehNya berjalan sendiri, kau tidak akan dibiarkan olehNya berjalan tanpa petunjuk dariNya, keyakinanmu tidak akan disia-sia kan begitu saja olehNya. Selama yang tumbuhkan adalah harapan baik, selama yang kau gantungkan adalah pengharapan yang baik pula kepadaNya saja. Hanya kepadaNya.
Mari kembali melangitkan pinta wahai diri.. “Berilah kebaikan untuk diri ini wahai Rabbku.” Pintanya pada satu hari di bulan desember..
02/01/20
Harapan itu masih ada sampai hari ini. Walaupun disisi lain, rasanya udah pasrah aja sama apapun ketetapan Allah nantinya. Yang jelas disini aku cuma bisa berdoa, karena ngga tau harus mengusahakan apa lagi selain doa.
Sebenernya bertahan selama ini juga butuh ekstra usaha. Ya usaha untuk sabar menunggu. Mungkin kalo yang lain ngga akan kuat buat bertahan, tapi ya aku mau diapain juga tetep aja ngarep.
Bukan apa-apa si. Tapi ya pengen memperbaiki kesalahan sama-sama aja gitu. Rasanya ngga lega aja kalo harus sama orang lain tapi ternyata pura-pura baik. Ya Allah sedih banget ngetik beginian😞
Pengen bantu tapi entah apa juga aku belum paham. Pengen ngungkapin "yuk sama-sama kita usahakan!" Tapi rasanya masih ragu, karena takut dibilang "ngebet"😔 serba salah bet kayak raisa. Udah ah.
01/01/20
Tahun baru ya? Hmm pantesan banyak berseliweran resolusi 2020 hihi ini bukan nyinyir yaa, tapi ya pemandangan lazim pada umumnya kalo tiap tahun ya gitu. Lalu aku? Aku seperti biasa resolusi tiap tahun adalah menikah hahaha yaa tiap tahun. Tapi sampe sekarang jodohnya juga belum berani dateng😂
Why selalu jodoh? Ngga selalu si. Tiap orang itu kan punya prioritas yang mau dicapai kan dalam hidupnya? Dan buatku menikah itu udah menjadi kebutuhan aja. Yaa, aku emang udah butuh nikah. Kenapa? Ya kenapa harus nanya kenapa? Apasi😅 yaa emang butuh aja weh ngga usah ditanyain kenapa. Ini bukan latah nikah kayak mawa 5tahun lalu ya. Tapi emang udah saatnya aja.
Sudah terlalu lama ngerepotin orang tua. Pengen nyempurnain separuh agama ciye. Pengen punya suami. Pengen bersinergi aja sama suami. Pengen mandiri. Pengen survive ngejalanin hidup ini. Pengen tau aja, setangguh apa mawa ngurus rumah suami dan anak nanti. Pengen tau seberapa kuat mawa. Pengen tau seberapa bergantungnya mawa sama Allah kalo lagi ada masalah. Pengen jadi mawa yang ngga cengeng, dll. Gitu deh intinya pengen upgrading wkwk ada ngga si yang begini?😂
Ya mudah-mudahan aja dikabulin sama Allah. Mudah-mudahan juga jodohnya udah berani ketok pintu rumah ketemu emak bapak gw, aamiin😄
Catatan: 2020
Jangan lagi memecahkan yang sudah diperbaiki, jangan lagi mematahkan yang sudah tumbuh, dan jangan lagi menyimpan apa yang seharusnya dibuang.
Resolusimu harusnya benar, tidak lagi termakan oleh umpan kebodohan yang pernah kamu lakukan sebelumnya, proses bertumbuh tidak pernah sebercanda itu, apapun resolusimu jangan pernah lagi membuka luka lama atau membuat kenangan buruk.
Hidupmu tidak perlu lagi takut pada kegagalan di masa lalu, tidak perlu lagi mengharap pada seseorang di masa lampau, dan tidak perlu lagi mengemis meminta agar diterima oleh sekelilingmu. Berjalanlah dengan mandiri sebagaimana kamu layak untuk mendapatkan apa yang kamu cita-citakan dan impikan.
Menulis dalam secarik kertas tentang semua yang bisa membuatmu merasa kuat dan bahagia di tahun ini dan seterusnya, menuliskan apa saja yang harus terus diperjuangkan dan apa yang harus ditinggalkan, mendoakan agar semuanya bisa menjadi jalanmu menuju bahagia meski akan ada hujan atau badai ujian.
Resolusimu bolehlah banyak dan tinggi, tapi ingat bahwa semua tidak akan pernah terwujud jika kamu tidak menunduk pada Rabbmu, tuhanmu.
Resolusimu haruslah baik dan tinggi, usahamu haruslah kuat dan tahan banting, dan sujudmu haruslah dalam dan khusyu'.
Aku dan kamu :)
@jndmmsyhd
Semoga ada kabar baik di tahun depan, aamiin :)
Rindunya perempuan itu, diam. Saking diamnya, ia kadang tak tahu harus mengatakan apa pada seseorang yang dia rindu. Rindunya perempuan itu, lucu. Kadang cuma bertanya ‘dimana? Lagi ngapain?’ atau sekedar lihat status saja, setelahnya dia kembali diam.
Bumi
Nanti.
Kalau aku rindu, pasti ku sapa duluan.
Kadang pengen bilang rindu. Cuman, takut. Saat aku katakan rindu, kau akan menghilang, seperti yang lalu.
Se-pagi ini rindu datang.
Rindu tetap baik.
Ia masih rela berdiri menunggumu dengan senyum saat kakinya terluka karena jauhnya ia berjalan.
Just Blabbering
Aku disini sudah mulai merindukanmu, kalau kamu bagaimana? Apakah sama?
Menurutku ini bukan hal yang mudah. Tiba-tiba harus menghilang dari zona nyamanku selama ini. Entah. Aku rasanya ingin sendirian saja. Tidak perlu berisik bercerita ke sana kemari meminta belas kasihan. Toh menurutku tidak ada gunanya. Energiku habis hanya untuk mencari pembenaran atas sikapku terhadapmu. Aku ingin melakukan ini atas dasar keinginanku sendiri, bukan karena desakan orang lain. Biarlah orang lain melihatku baik-baik saja. Seperti aku yang biasanya.
Kamu? Kamu cukup memantauku saja dari kejauhan. Toh selama aku menghilang, kamu ada tapi tak mencariku kan? Jadi, apa gunanya juga aku datang kepadamu meminta belas kasihan untuk sekadar mencari perhatianmu?
Perhatianmu cukup kau curahkan saja untuk hari-harimu yang sibuk. Entah untuk mengejar apa. Katanya untuk mengusahakan sesuatu agar terwujud. Buat apa? Bukannya mengusahkan itu perlu ada bukti? Tapi kamu tidak pernah menampakkan bukti itu dihadapanku. Ah! Memang aku saja sepertinya yang tidak mau bersabar sebentar saja.
Hah? Sebentar? 8 tahun menunggu kamu bilang sebentar? Ah! Itu aku saja yang bodoh. Tidak berani untuk keluar dari zona nyaman.
Tapi sekarang, aku sedang berusaha. Doakan ya!
:")
Lalu aku memahami, ada yang lebih manis untuk dipintakan, yaitu kesabaran yang tiada berbatas. Saat diri sudah lelah dengan harapan yang berkali - kali patah.
Ada hati yang perlu disembuhkan dari luka pengharapan yang tumbuh tidak pada waktunya. Ada kesadaran yang perlu dibangunkan dari mimpi kegagalan - kegagalan sebelumnya.
Ditepian, aku menabur harap. Untuk tetap bertahan, untuk tidak patah, untuk tidak redup. Walau seringkali kenyataan memberhentikan.