Seandainya kamu tahu betapa cepatnya manusia melupakanmu setelah kematianmu. Maka kamu tidak akan hidup untuk menyenangkan siapa pun, selain Rabbmu. 1 Muharram 1448 H
Xuebing Du
art blog(derogatory)

roma★

Jar Jar Binks Fan Club
No title available
Sweet Seals For You, Always
untitled
Misplaced Lens Cap
h
No title available
No title available

gracie abrams
d e v o n

Discoholic 🪩
Mike Driver

Love Begins
almost home
YOU ARE THE REASON

bliss lane

shark vs the universe

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Iraq
seen from United States

seen from United States

seen from Vietnam

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Netherlands
@storielorie
Seandainya kamu tahu betapa cepatnya manusia melupakanmu setelah kematianmu. Maka kamu tidak akan hidup untuk menyenangkan siapa pun, selain Rabbmu. 1 Muharram 1448 H
Aku pernah di kecewakan oleh teman sendiri yang aku rasa sakitnya sampai ke hati dan membuat sesak. Walaupun harusnya aku sadar ini hanya ritme kerjaan saja tetapi ternyta tidak segampang itu, hal-hal baik dan tulus maksimal aku lakukan sebelum-belumnya terasa amat sangat sia-sia, ternyta betul rekan kerja cukup di jadikan rekan kerja saja.
Batasi interaksi berlebih, tidak semua orang akan menolong saat kita membutuhkan.
tentang tabur tuai
Allah Swt. dengan tegas bilang: tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan pula. Allah juga bilang: setiap perbuatan manusia pasti ada ganjarannya. seharusnya, kalimat-kalimat ini cukup untuk membuat kita berpikir seribu kali sebelum berkata, sebelum bersikap, sebelum bertindak--bahkan sebelum berpikir. seharusnya, kita hati-hati.
jangan perlakukan orang lain dengan cara yang kita tidak ingin diperlakukan. perhatikan caramu bicara, melirik atau menatap, bahkan memposisikan badan. adakah yang berpotensi menyakiti?
jangan mengambil yang bukan hak kita apalagi menzhalimi hak orang lain. kalau sesuatu yang kamu punya diambil / direbut orang lain, kamu mau?
jangan mendoakan keburukan bagi orang lain. bagaimana kalau malaikat mengaminkan agar doa itu justru kembali kepadamu? kepada keluargamu?
jangan membicarakan keburukan orang lain. ingat kamu hanya beda dosa. mudah sekali bagi Allah untuk menjerumuskan kamu ke sana juga.
jangan mencela keputusan hidup orang lain. kamu nggak pernah tau apa yang ada di bawah permukaan. belum tentu kamu bisa mengambil keputusan yang lebih bijak kalau kamu ada di posisinya.
jangan iri dengan hidup orang lain. mungkin kamu menginginkan kebahagiaannya, tapi percayalah kamu tidak menginginkan penderitaannya.
jangan manipulatif: menyakiti orang lain dan malah teriak-teriak kalau yang disakiti membela diri. apalagi menggunakan ketidakbenaran untuk menyerang. bereskan luka pengasuhanmu supaya kamu nggak meneruskannya kepada siapa-siapa.
jangan menyalahkan orang lain atas perbuatanmu, ketidakmampuanmu, atau ketidakbahagiaanmu. pada satu titik, ketenangan hidupmu adalah tanggung jawabmu sendiri. selanjutnya tetap begitu.
jangan suka mengolok-olok. ingat Allah Maha Memuliakan, tetapi juga Maha Menghinakan. jangan menertawakan orang lain kalau kamu tidak mau ditertawakan malaikat.
jangan merasa lebih baik apalagi mulia dari orang lain. kamu tidak tau taubatnya. barangkali Allah lebih menyayanginya. lagipula, mudah sekali bagi Allah untuk membuka aibmu di hadapan seluruh dunia.
jangan menyimpan dendam. yang pelan-pelan mati karena dendam itu kamu, bukan orang lain yang kamu dengki terhadapnya. belajar memaafkan. mulai dari dirimu sendiri mungkin?
urusan sama manusia rumitnya berkali-kali lipat. bisa jadi suatu hari kamu menyesal, tetapi akibat yang kamu perbuat masih tertinggal pada orang lain. bisa jadi suatu hari kamu meminta maaf, tetapi belum tentu dia memaafkan.
balasan atas perbuatan kita itu bukan soal akan atau tidak, tetapi soal kapan. tetapi ingatlah, Allah Maha Pemaaf dan rahmat Allah tiada terhingga. mumpung masih ada waktu, minta maaflah. kalau malu, mintalah maaf melalui Allah. minta Allah menyembuhkan siapa saja yang pernah kamu lukai. minta Allah melembutkan hatinya untuk memaafkanmu.
semoga rahmat Allah melingkupi kita.
semakin dewasa diri ini belajar dan mulai mengerti tentang banyak hal. salah satunya, tidak ada yang selamat dari perkataan manusia. meski kita sudah merincikan kebenarannya bahkan detail sekecil apapun dengan runut, dengan hati-hati, dengan tenang. tidak menjamin itu akan selamat dari celaan manusia.
manusia dengan prasangkanya akan selalu saja menemukan celah meski itu kecil, sekecil lubang jarum untuk menjahit pakaian. jadi tak usah berlelah-lelah hanya untuk dinilai baik oleh manusia. kamu tidak akan selamat. sekalipun engkau berdiri dalam kebenaran, kamu tidak akan selamat dari celaan mereka.
maka benar, ya, untuk selalu meluruskan niat karena Allaah sekecil apapun. hanya untuk Allaah, karena Allaah bukan untuk manusia. keridhaan yang tidak akan pernah kamu dapatkan. dan celaan manusia tidak akan menjatuhkanmu, sebab sekalipun seluruh makhluk berkumpul dan bersatu untuk menjatuhkanmu jika Allah tidak menghendaki. kamu tidak akan jatuh, kamu akan tetap baik-baik saja.
bukankah kamu selalu menuliskan bahwasanya apapun yang terjadi, kamu akan terus menulis. menulis dengan perasaan murni bukan karena kepentingan siapapun. namun untuk mengatakan kebenaran dengan sudut pandang dan cara yang kamu yakini.
jangan berhenti, sayang, ku mohon. melangkah lah kembali, jika terlalu berat untukmu. berhentilah sejenak, tak apa jika harus mundur beberapa langkah ke belakang. untuk itulah pesanku agar selalu kau ingat, mintalah pertolongan Allaah, mintalah petunjuk Allaah dalam setiap keputusan dan luruskan niat setiap kali engkau memulai penamu untuk menulis. Allaah bersamamu. Allaah akan selalu bersamamu. jangan berputus asa dan jangan lemah. melembutlah selalu, wahai diriku..
Menyingkap Tabir Lauh Mahfuzh
Takdir itu adalah asrar (rahasia) Tuhan yang tersimpan rapi di balik tirai ghaib. Ia takkan pernah terbacakan oleh mata manusia yang hanya diam terpaku di tepian keraguan.
Ketahuilah, wahai Jiwa.
Garis tanganmu tidak ditulis untuk dibaca di atas telapak tangan yang diam menengadah tanpa daya. Garis itu ditulis untuk mewujud dalam derap langkah kaki yang berani menembus kabut ketidaktahuan.
Sebab Allah Azza wa Jalla tidak menggelar peta nasib secara utuh di hadapanmu, melainkan Dia memberimu pelita bernama Ikhtiar.
Bagaimana engkau akan tahu di bumi mana rezekimu tertanam, jika engkau enggan membasahi kakimu dengan keringat perjalanan?
Bagaimana engkau akan tahu di dermaga mana hatimu akan berlabuh, jika engkau takut menantang ombak lautan?
Sesungguhnya, takdir itu "menjadi" ketika engkau "menjalani".
Setiap langkah yang kau ayunkan dengan nama-Nya, adalah pena yang sedang menuliskan kenyataan dari apa yang semula hanya berupa kemungkinan.
Maka berjalanlah...
Jangan menuntut untuk tahu ujungnya sebelum engkau memulainya.
Karena hakekat tawakkal bukanlah menanti takdir datang mengetuk pintu, melainkan berjalan menjemputnya dengan keyakinan penuh:
Bahwa di setiap tikungan jalan yang samar, Allah telah menyiapkan sebaik-baik penyambutan.
@clichemistry
jayakarta, 9/12/2025
Perjuangan dalam pernikahan itu sebanarnya bukan tentang menang dan kalah dalam adu argumen, tetapi tentang bagaimana kita tetap berdiri di sisi yang sama saat dunia merasa tidak adil atau semua hal terasa rumit dan menyudutkan. Kita tidak lagi berbicara tentang masalahmu atau masalahku melainkan bagaimana kita mencari solusi atas apa yang sedang kita lalui. Dan uraian maaf lalu pelukan di ujung perdebatan panjang itu.
Menikah artinya siap untuk bertumbuh bersama, meski terkadang pertumbuhan nya berbeda.
“Tepat di saat hari buruk menyerang, ada banyak hari baik yang menunggu giliran.”
—
Terimakasih mas sudah membersamaiku hidup sejauh ini dan tumbuh bersama sehebat ini
Hidup memiliki cara untuk mengajarkan kita apa yang benar-benar penting
Tenanglah sebentar, kamu sudah berjalan sejauh ini.
Kamu sudah melalui banyak hal yang mungkin tak semua orang akan mengerti.
Setiap air mata dan setiap keputusan untuk tetap bertahan—itu bukan tanda lemah, tapi bukti bahwa hatimu masih hidup, masih berani mencinta, masih ingin berjuang.
Terkadang hidup memang tidak memberi kita apa yang kita minta secepat yang kita mau.
Tapi bukan berarti semesta tidak mendengarkan.
Mungkin Dia hanya sedang menyiapkan waktunya sendiri—waktu di mana kamu sudah benar-benar siap, bukan hanya raga, tapi juga jiwamu.
Jadi, untuk malam ini…
Berhentilah sejenak dari semua “seharusnya”.
Tarik napas dalam-dalam, rasakan udara masuk, biarkan lelahnya perlahan keluar.
Kamu tidak perlu kuat setiap waktu.
Cukup hadir, cukup bernapas, cukup tahu bahwa kamu masih ada—dan itu sudah sangat berarti.
🌙
Kamu tidak sendirian.
Yang telah kamu lalui bukan sia-sia.
Ada keindahan yang sedang tumbuh pelan-pelan, bahkan di tempat yang sekarang terasa sunyi.
Semoga kamu mencintai peran yang sedang kamu jalani saat ini, kalaupun belum cinta semoga kamu selalu di kelilingi hal-hal baik saat menjalani peranmu, kalaupun belum di temukan kebaikan itu, semoga kamu bisa selalu mensyukurinya karna peranmu banyak di doakan oleh manusia-manusia lain.
Menjadi "Rumah"
Rumah tempat untuk pulang, rumah untuk merasa aman dan tentram, rumah untuk menjadi diri sendiri, rumah untuk tumbuh, rumah untuk melampiaskan marah kesal sedih sesak mengungkapkan segala rasa tanpa ada balasan kasar tapi kembali di peluk dengan penenangan, betul mamang rumah tidak harus berbentuk bangunan. Terimakasih telah hadir dalam hidupku menjadi Rumah untukku sehat selalu yaaa masih banyak sekali misi yang harus kita selesaikan tumbuh bahagia sehat selalu bersamaku yaa suamiiik
Cerita masa lampau
Kadang berakhirnya cerita dua orang itu nggak kaya di film-film, nggak ada pelukan selamat tinggal, nggak ada pintu yg di banting atau maksa turun dari mobil dan nggak ada kata menyakitkan.
Udah selesai aja...
Dan justru kita selesai kaya gerimis pelannnnn bangett redanya, sampai-sampai kita enggak sadar eh ternyta udah enggak hujan lagi pas langitnya terang.
Satu waktu kita masih jadi "kita" atau kau kusebut "punyaku", tapi besoknya udah kayak dua orang asing yang saling lupa gimana cara mulainya cara ngobrol asyiknya. Nggak ada perpisahan yg formal nggak ada kopi terakhir duduk di cafe sambil menjelaskan alasan. Kita cuma berhenti aja -pelan-pelan- benang demi benang terurai kaya sweater rajut yang mulai lepas benang rajutannya melonggar tetapi terlalu halus untuk disadari sejak awal.
Yang lucu, yang paling sering kita ingat bukan bagian akhirnya tapi bagian diantaranya yang aku lupa malah kamu ingat yang aku ingat detail dan rinciannya malah kamu lupa jadi kalau di bahas jadi bahan senyum sederhana yang bisa kita nikmati. Yang enggak penting kok justru nyisa yaaa.
Cara kamu manggil nama aku sambil senyum kecil dengan suara khasmu yg tidak berubah
Raut wajah detail kamu yang ngeselin doyan iseng keliahatan cuek tapi paling care
Cara kamu hafal mood aku lagi apa atau kata-kata "ol kamu baik-baik aja kan?" Ahhh itu semua tidak banyak orang mengutarakannya padaku. (Aku jarang sekali ditanya itu, karna semua orang menganggap aku selalu baik2 saja)
Semua cerita kamu tingkah kamu yang bisa bikin aku ketawa
Ngaak ada yang megah apalagi mewah dari semua itu -tapi cukup itu ada-
Kamu juga begitu, nggak pernah jadi segalanya tapi pernah jadi cukup dan ada
Tapi, dari awal kayaknya sama-sama udah tau deh hubungan ini nggak akan selamanya
Seperti yang aku bilang tadi hubungan ini kaya hujan sore yang turun cepet,heboh sebentar lalu hilang secepatnya datang tapi ada pelangi di sekitar langit.
Tapi meskipun begitu rasanya tetap nyaman, hangat nggak lama tapi cukup buat sadar bahwa kita masih bisa merasa. Merasa sayang, masih bisa nyimpen kangen walapun sebentar dan sementara.
Sekarang kita udah jalan masing-masing nggak ada yang jahat, nggak ada yang salah. Cuma dua orang yang tumbuh ke arah yang beda. Tapi nggak apa-apa karena meski akhirnya enggak kemana-mana perasaan itu masih ada. Dan itu cukup.
Kadang tuh cinta enggak harus dibungkus dengan janji atau dirayakan pakai pesta. Cukup di kenang dalam diam disimpan rapi dalam hati kayak surat yang enggak pernah dikirim tapi kamu tahu isinya berarti.
Tapi hei menyenangkan juga yaa moment itu masih ada.
Jadi biarkan selesai tanpa pengakhiran selamat tinggal kita sama-sama tahu arah kita berlawanan tapi terimakasih untuk pembelajarannya. Di tambah backsound lagu Tulus Pamit
Seperti halnya Traffic Lamp warna merah menandakan harus berhenti ternyta hidup pun begitu ya kita perlu jeda untuk berhenti bukan selesai tapi istrahat sebentar untuk melanjutkan perjalanan lagi.
Semoga kita semua bertumbuh menjadi manusia yg senantiasa bersyukur, membumi dan menghargai hidup ini dengan bijak dan bermanfaat untuk manusia lain
Aku selalu berharap di setiap perjalanan yang sedang di usahakan aku sampai finish
Aku percaya Allah mudahkan setiap langkah yang sedang aku tempuh
Walaupun aku tau sekali kemampuan ku tidak seberapa kekuatanku pun sering sekali lowbet mata sering sekali pedes walaupun sudah di doping kopi kenangan tapi berkat kekuatan doa dari mulut dan hati ajaib seperti ibu dan mas yang tidak pernah putus untukku sehingga aku mampu menjalankannya walaupun dengan segala macam pergerakan sempit dan sangat melelahkan, rasanya dimudahkan setiap kali di doain "yaaa tanpa di minta mas selalu doain sayang" atau "iya Rie Ibu selalu mendoakan setaiap langkah Lorie agar dimudahkan oleh Allah" ahhhh mantra ajaib itu tiba-tiba merasuk memberi kekuatan yang tidak tertandingi aku seperti diberi tambahan nyawa yang tiba2 tidak punya rasa takut menghadapi dunia ini walaupun nantinya bisa nangis sampe rumah karna yaAllah capek tapi yang capek bukan lorie aja makasih ya Allah walaupun capek tapi lorie sudah sampai makasih yaAllah
"Buuuu kakak capek"
"Sing sabar nok ayu"
"Doain kakak yaa Bu semoga segala nya yg sedang di lewati bisa di jalani dan di beri kemudahan"
"Tidak akan pernah putus ngedoain kamu ndooo setiap waktu semoga kakak selalu di raksa sama Gusti Allah, di kasih jalan sing jembar, lan alus" sambil di elus2 pundak nya
Sedangkan aku ngomong sambil tersedu2 mboncengin Ibuk
Oh Gusti Allah beri aku kemudahan untuk membahagiakan manusia yg paling aku cintai di Bumi ini izinkan dan berikan aku kesempatan untuk membahagiakannya tanpa Jeda.