Explore Bojonegoro Berkedok SKI
Selama kurang lebih dua bulan, aku disibukkan dengan kegiatan baru. Bepergian dari kecamatan ke kecamatan, sowan dari desa ke desa, dan datang dari rumah ke rumah. Capek sih, tapi seru. Seru karena bisa explore tempat baru dan jalanan yang baru dilalui.
Ketika lolos menjadi salah satu enumerator, jujur, dari lubuk hati ku yang terdalam pengennya dapat lokasi BS yang dekat dari rumah. Belum apa-apa aku sudah awang-awangen kalau dapat BS yang jauh wkwkwkwk. Ndilalah, semua enumerator ditugaskan di 11-12 BS menjelajahi Bojonegoro dari sisi barat ke sisi utara, dari utara ke selatan, dan dari sisi selatan ke sisi timur. Agak njumbul dan potek, tapi kalau nggak begitu mungkin cerita ini nggak akan ada hehehe.
Bersama sepeda motor aku menjelajah Bojonegoro dengan memilih rute yang ora umum wkwkwk. Ya, karena aku merasa tingkat ke-PD-an motoran tidak seluwes saat briefing ABC, KKN, dan PKL dulu. Untungnya jalanan penghubung kecamatan/desa sekarang sudah mulus, jadi meskipun nggak lewat jalan utama tetap nyaman dilalui. Memanglah demikian, untuk menuju BS yang dituju aku lebih memilih jalan alternatif, karena nggak terlalu ramai, kondisi jalan mulus, bonus pemandangan yang ijo-ijo pula! Hehehehe.
Berkat jalur alternatif, aku bisa menikmati tenangnya Sungai Bengawan Solo dari sisi utara (walau agak sedikit ngeri karena nggak banyak kendaraan yang berlalu lalang dan di beberapa titik terdapat pepohonan bambu di kanan kiri).
Berkat jalur alternatif, rasa penasaranku terhadap perbukitan yang nampak jauh di selatan dulu ketika naik bus dari Surabaya menuju Bojonegoro, terbayarkan. Rupanya ini adalah rute alternatif untuk Sugihwaras ke Kepohbaru PP melalui jalanan naik turun membelah ladang tembakau.
Berkat jalur alternatif, aku juga bisa merasakan euforia yang sama seperti warga sekitar Kanor dan Rengel - menikmati senja














