Reviving Tired Hearts
Sunday Session AA Plus malam ini belajar bareng Ustazah Huraidah Jumat. Let me share you a glimpse of the lesson :)
Tubuh kita itu cuma alat, yang paling matters itu hati kita. Hati kita ini, ternyata punya banyak layers dan kita harus tahu mana layers yang butuh bantuan kita. Layers yang ustadzah maksud adalah: 1. Nafs, 2. Qalbun, 3. Ruh, 4. Aql. Nafs is the one that prevents us from being able to feel the presence of Allah, to do the good deeds. Kalau Nafs udah mendominasi, hati-hati dan waspadalah karena 3 layers lainnya meronta-ronta. Apalagi Ruh yang by designed memang hanya cenderung pada Allah SWT. So let's help our Ruh and crush our Nafs. Gimana dengan Qalbun dan Aql ketika Nafs mengontrol kita? Qalbun dan Aql tell you that you are sick as well: stress, anxiety, and depression. But this doesn't necessarily mean that you are stress because you're faraway from Allah because Allah is always near.
Dalam rangka mempersiapkan diri kita di bulan Ramadhan, Ustazah mengingatkan bahwa Rasulullah SAW mengelompokkan orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan dalam 3 kategori level: - Level 1 -> Puasa tapi cuma dapat lapar dan haus. Basically this is the fasting of physical body. Puasa sih, tapi tetap gampang marah, tetap melakukan maksiat, mudah tergoda dengan nafsu. - Level 2 -> Puasa karakter alias taming our nafs. Renew our intention of fasting whenever we feel distracted. Di salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda, jika ada seseorang yang mendatangimu membawa makanan maka katakanlah bahwa "Saya berpuasa". Hal tersebut adalah cara yang paling basic dan bisa diimplementasikan juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Merasa diawasi Allah dan selalu dalam penjagaan-Nya, tekankan dalam diri niat baik kita. - Level 3 -> The fasting of your soul. Kalau kata Ustazah, ini cuma bisa dilakukan oleh para wali Allah. Puasanya orang-orang yang shalih dan terpilih :')
Dalam bahasa Malay dan Indonesia, kata puasa berasal dari bahasa Sansekerta yaitu upavasa. Upa artinya dekat dan Vasa artinya Yang Maha Agung. Baru tahu banget perihal ini, ternyata segitu dalam maknanya.
The miracle of Badr (Perang Badar 17 Ramadhan) adalah ketika pasukan kaum muslimin banyak yang berpuasa oleh sebab itu Allah dengan kuasaNya membuat seolah-olah kaum muslimin 3 kali lipat jumlahnya dari kaum musyrikin sehingga berujung pada kemenangan. Allahu akbar :')
Everything we do must be because of Allah, not just because of our desire. Kita shalat, puasa, ibadah lainnya itu bukan cuma memenuhi kebutuhan kita semata tetapi karena Allah yang meminta kita melakukannya melalui wasilah Nabi Muhammad SAW. Truly he is the best example. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammad.
Baru aja 3 hari ke belakang mood lagi jelek banget, banyak self-loathing dan merendahkan diri sendiri. Yahhh begitulah cara kerja Nafs dan hasutan setan yang bersambut. Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasal.
Alhamdulillah, mari istirahat!













