Viralnya Hilang, Semangat Juangmu Juga Hilang?
@edgarhamas
Kalau seiring berita viral Palestina hilang dan pembelaan kita ikut hilang; berarti kita masih di tempat.
Kita membela lebih dengan emosi, melihat video lalu marah, melihat gambar lalu menangis. Jika video dan gambar sudah hilang dari timeline, hilang jugakah perasaan juangmu?
Seorang Syaikh pernah bilang, "dibom atau tidak dibom, nyatanya Palestina masih dijajah. Mereka butuh pembelaan bukan hanya ketika dibantai. Mereka butuh itu setiap saat sampai merdeka."
Catat ini: membela Palestina itu sepotong akidah kita, dan pembuktian atas kemanusiaan kita.
Trending atau tidak trending itu urusan lain. Mau dunia membicarakannya atau tidak, hati nurani kita mesti jadi lentera yang menuntun kita tetap bersuara.
Diammu adalah pesta bagi kezaliman. Bisumu adalah nyanyian yang merdu buat penjajah. Saatnya naik kelas!
Jikapun ada yang bertanya, "sepenting itukah Palestina? Kenapa mesti terus disuarakan?"
Syaikh Ali Muhammad Muqbil, Ketua Ikatan Ulama Palestina pernah berkata, "Palestina adalah sepotong akidah kita. Membelanya adalah konsentrasi utama umat kita."
Jika mau tahu 3 alasan tersingkat mengapa Al Aqsha harus terus dibela dari kezaliman zionis, saya harap teman-teman bisa menghafalnya:
Pertama; ia kiblat pertama.
Kedua; ia masjid kedua yang dibangun di muka bumi
Ketiga; ia masjid ketiga yang diperintahkan Rasul untuk diziarahi.











