my dog killed a bunny so im getting a new skull !

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from China
seen from United States
seen from Poland

seen from United States
seen from United States
seen from Mexico

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Puerto Rico
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
my dog killed a bunny so im getting a new skull !
Wiesbaden (ots) – Am Samstag, 13.05.2017, 02:23 Uhr überquerte der 24-jährige georgische Staatsangehörige die drei streifig ausgebaute BAB 3 im Raum Limburg auf der Richtungsfahrbahn Frankfurt am Main, nachdem er auf der gegenüberliegenden Rastanlage Limburg Ost Werkzeug für seinen mit einem Reifenschaden liegengebliebenen Pkw kaufen wollte. Der 19-jährige deutsche Fahranfänger stand unter Drogeneinfluss als er…
BAB 3 – Fußgänger schwer verletzt was originally published on www.schunck.info
RPP Bahasa Inggris Kelas 9 SMP Bab 3 Kurikulum 2013
RPP Bahasa Inggris Kelas 9 SMP Bab 3 Kurikulum 2013
RPP Bahasa Inggris Kelas 9 SMP Bab 3 Kurikulum 2013. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dibawah ini merupakan kelanjutan dari RPP bab 2 yaitu RPP bab 3 (Chapter 3) untuk kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) kurikulum 2013. Namun RPP bab 3 akan dipisahkan dengan penilaiannya. Untuk meliha penilaiannya dapat dilihat disini. Dan dibawah ini merupakan RPP Bab 3 kelas 9 untuk…
View On WordPress
Emansipasi / M*sturbasi
Kamu tahu apa yang aku suka dari serial TV Spartacus? Ya, para gladiator setengah telanjang dengan kulit keemasan terkena terpaan sinar matahari. Melihat otot mereka berkontraksi dan menonton para aktor saling berlaga, membuatku ingin jadi korban tindih mereka selanjutnya.
Kenapa aku bisa bicara seperti ini? Karena aku percaya dengan emansipasi wanita. Aku sangat percaya sebenarnya kebebasan pria dan wanita itu harusnya seimbang. Dan seperti pria, wanita juga harus terbuka dengan seksualitas mereka bukan malah menutupinya.
Wajar wanita menampilkan sensualitasya, karena hal itu ada dan alamiah. Tapi bukan setiap wanita memberi kesempatan laki-laki untuk jadi cabul. Pada dasarnya, laki-laki itu tidak cabul. Kalo laki-laki jadi cabul, itu berarti mereka belum bisa menghargai wanita sepenuhnya. Mereka hanya melihat wanita sebagai objek dan menggunakan mereka. Dan, kadang ada pria hanya mampu melihat sebatas itu, namun ada pria yang bisa melihat secara jauh.
Wajar bagi wanita untuk mebanggakan apa yang ia punya, dan wajar bagi mereka untuk bersenang-senang sambil mengatakan. “Hey, I know I am hot but I am not here for your sexual pleasure.”
Kadang wanita harus berpikir seperti pria akan seksualitas, tanpa rasa bersalah dan tanpa merasa diperintah untuk membuka atau menutupinya.
Maka dari itu, malam minggu ini aku merebahkan diri diatas sofaku. Menonton ulang Spartacus : Blood and Sands dari episode satu, sambil mengelitik perutku. Jari-jari tanganku awalnya hanya menari di atas udel. Kemudian, aku masukkan jari telunjukku ke dalam pusar sambil menonton adegan di layar kaca. Tanpa ku sadari, tanganku mau bermain. Ia semakin berjalan jauh ke bawah... ke bawah lagi...
Di serial ini, karakter kesukaanku selain Spartacus adalah Varro. Sahabat Spartacus saat ia berada di ludus. Berbeda dengan Spartacus yang dilempar sebagai budak dan bertarung untuk kebebasannya, Varro adalah pria bebas yang terlilit hutang. Ia masuk ke ludus untuk mendapatkan uang untuk keluarganya. Secara sukarela, ia melempar dirinya dari sebuah kebebasan menuju perbudakkan.
Ia punya rambut ikal keriting dan senyum licik. Persis seperti cupid. Hanya tinggal diberi sayap dan panah. Oh, dan perutnya yang berbentuk papan cucian itu... aduh...
Suaranya yang berat dengan aksen ke-Australia-an, bikin tanganku melesat ke bawah. Semoga aku bukan satu-satunya perempuan umur 25 tahun yang melakukan hal ini di Malam Minggu. Aku bertahan disitu dan mulai menari-narikan jemariku setidaknya kurang dari dua menit.
Sampai, fantasiku buyar begitu nada dering tersiar dari ponselku. Aku mengumpulkan kembali kesadaran, sambil menengok caller ID. Terbaca di layar : Anika.
Anika? Anika Herawati. Anika Herawati teman sekamarku di B2-9-01?
“Halo!” sapaan riang muncul dari seberang jalur telefon.
“Halo, Ika!”
“India. Ya ampuuuuun... udah lama banget nggak dengar suaramu, Mak!”
Aku memejamkan mata. Mak, adalah panggilan sayang di antara teman serumahku saat kuliah, namun aku membenci kata itu. Mak? Emak? Mother? Apa bagusnya, sih?
“Ya Ampun, Ika. Kabar baik. Kamu apa kabar?” suara kami berseri-seri dari balik telefon.
“Kabar baik banget. Aku sebenarnya baru post di Path. Tapi, aku mau bicara sama kamu secara personal.”
“Uh, post apa?” aku mulai berhati-hati. Candaan sarkasku di Path memang tiada duanya. Beberapa tahun lalu semenjak aku baru main Twitter saja, sudah berkali-kali aku diajak berantem karena postingan yang terlalu nyindir. Nampaknya, aku tidak ada bakat jadi social media officer.
“Undangan pernikahanku lah, Mak. Datang, ya! Harus wajib hukumnya.”
Mulutku membundar, aku menghela nafas dalam dalam. Kemudian aku membalas. “Wah, selamat ya!” mencoba setulus mungkin untuk terdengar tulus dan merasa tulus. Ayo lah, India. Berbahagialah! Teman seperjuanganmu menikah... lagi-lagi, ditinggal nikah oleh teman seperjuangan.
“Oh my god... Selamat Ika! Ya ampuuuun!” tambahku menyeru-nyeru, itu juga karena aku sedang menonton adegan kelahi penuh darah di layar kaca. Pas sekali saat Spartacus sedang menghunus pedang ke lawannya di arena. Darahnya muncrat-muncrat. Aku begitu jahat, ya.
“Makasih, Mak. Datang ya, pokoknya jangan lupa. Kehadiranmu ditunggu. Bawa lah abang tu, kenalin juga lah sama aku dan teman-teman yang datang juga. Biar bisa reuni.”
“He...he...he...” aku menjawab dengan tawa yang kedengarannya tidak natural. Seperti suara bebek tercekik.
“Oke, Mak. Sampai jumpa, ya!” Ika menutup dengan suara kecupan di udara.
“Bye...” tidak sempat aku membalas kecupannya, karena aku buru-buru mematikan telefon.
Aku menatap layar ponsel yang menunjukkan bahwa telefon sudah terputus. Hanya ada Caller ID Anika yang terpampang dan lama durasi kami bicara. 4 Menit. Oke. Di layar itu juga terpampang simbol “P” khas Path di atas layar yang nampak begitu kecil.
Kini, aku membuka undangan yang dikirim Anika. Oke, undangannya 3 minggu lagi. Oke, wow, acaranya di Balai Sarbini, wah pasti calon suaminya tajir.
Aku menimbang-nimbang ponsel di tanganku. Entah kenapa, lama-lama aku menjadi orang yang sangat pahit. Komedi Romantis ala-ala 27 Dresses tidak lagi memikatku. Aku cenderung lebih suka menonton film atau serial aksi dan seram penuh adegan eksplisit berdarah seperti... Spartacus.
Hidup di jaman sekarang memang sulit. Makin mandiri juga makin sulit jadinya. Anika bukanlah teman pertamaku merelakan masa lajangnya. Dan, aku rasa ia punya alasan yang masuk akan untuk melepas kelajangannya di usia 25, sama sepertiku, yang belum memikirkan komitmen kuat seperti itu.
Mungkin karena kasih sayang atau memantapkan finansial. Atau dua-duanya. Karena, jujur saja. Aku mungkin adalah orang yang termasuk risih dan keras kepala dalam menerima pandangan orang tua. Tapi, orang tua benar adanya. Mau makan apa nanti ke depannya? Apa cukup makan cinta dalam rumah tangga?
Sesuatu butuh pemikiran dan alasan yang logis. Saat ini aku menatap Varro yang tersenyum dan bercengkrama dengan Spartacus. Mungkin ini di pikiranku saja, tapi ia mengerlingkan pandangannya ke arahku. Ia mengedipkan matanya yang biru.
Aku terkekeh. “If only I can take you as plus one, Varro.” gumamku seorang diri.
Aku menyusuri kontak di telefonku, dan terhenti di abjad sebuah nama di kontak.
“I cannot believe, I am doing this.” gumamku sebelum aku menekan tombol telefon hijau.
Erlangen aktuell: Lkw-Brand auf der BAB 3
Erlangen aktuell: Lkw-Brand auf der BAB 3
Am Freitag, den 28.11.2014, gegen 22.20 Uhr, meldete der Fahrer eines Lkw mit Anhänger einen Defekt an einem Reifen seiner dreiachsigen Zugmaschine. Er konnte das Gespann noch auf dem Standstreifen der BAB 3 in Richtung Würzburg zw. den Anschlussstellen Erlangen-Frauenaurach und Erlangen-West abstellen.
Noch während des Notrufs fing der Kühllaster, der mit ca. 8 Tonnen Würstchen beladen war, zu…
View On WordPress
Make me laugh. Freely. Give me any kind of ‘interest’. Remember some little things about me. Especially the ones that I’ve told some times ago. Talk to me. About anything. Keep in touch. Don’t go anywhere. Listen to me when I need to talk about some things. Simple? Maybe, yes. Maybe, not. #haha
*Seharian flash back. Akhirnya, ketemu juga apa yang membuat orang2 itu ‘sedikit-spesial-di-mataku-pada-waktunya’. Haha. :3*
020614. 17.24 WIB. Dunkin Donut Sudirman.
Sorry for my messy grammars and vocabs. :v
Di sela-sela itu..
Hai, Bab 1, Bab 2, Bab 3, Bab 4. Entah nanti mungkin akan ada Bab 5, Bab 6, Bab 7, Bab ke-berapapun, hingga tirai takdir itu tersibak.. :’) Terima kasih untuk semua ajaran tidak langsungnya. Biar aku terus memperbaiki diri. Semangat terus sampai garis akhir, ya. :) \m/