Dibalik Kebengisan Penjajahan
pict by : @viyamembaca
Judul Buku : Semua Untuk Hindia Penulis : Iksaka Banu Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) Cetakan : Cetakan Ketujuh, Maret 2024 Tebal : 153 Halaman Reviewer : Dyah Ayu Fitriana
Jika Pram memiliki Bumi Manusia, maka Iksaka Banu memiliki ‘Semua Untuk Hindia’ ini sebagai karya sastra yang sama-sama menjungkir balikkan sejarah nasional. Memang tidak serta merta dapat disandingkan, akan tetapi buku kumpulan cerpen ini membuka pemikiran dan memberikan banyak sekali sudut pandang baru dalam memandang sejarah.
Iksaka Banu menggambarkan orang-orang belanda dan orang bumiputera saat itu sebagaimana manusia biasa, punya kehidupan dan latar belakang yang kompleks. Saya tidak pernah membayangkan bagaimana campur aduknya perasaan seorang tentara belanda yang semasa kecilnya hidup dari air susu perempuan jawa, tapi kemudian harus rela mengeksekusi mati kaum yang telah memberinya kehidupan itu. Juga bagaimana sulitnya kasih tulus seorang belanda pada ‘gundik’ nya, yang selalu menyandang stereotip buruk seorang pribumi. Sebuah kekaguman yang diungkap “Semakin lama bersamanya, semakin kuketahui bahwa wanita Hindia sangat piawai membaca pikiran. Sekali melihat raut wajah, mereka tahu persis apa yang kita butuhkan.”
Sebagaimana ada yang mengatakan, fiksi adalah cara terbaik menceritakan fakta, begitu pula dengan kepingan cerpen ini. Saya sangat menikmati, bagaimana tiba-tiba menemukan tokoh sejarah seperti Daendels, Pangeran Diponegoro, Untung Suropati, Van deventer dalam balutan cerita yang berbeda tapi tetap tidak menciderai sejarah. Dan tentu saja, moment ketika harus mencari sejarah lebih lengkapnya itu membuat kita semakin kaya akan pengetahuan.
Salah satu kelebihan kumpulan cerpen ini ada pada kedetailannya menggambarkan latar masa lalu tersebut, bahkan saya takjub bagaimana beliau mengemas proses perang Puputan dengan begitu detail. Hal yang tidak pernah saya temukan di buku-buku teks sejarah lain. Akhirnya, bagi para pembaca yang berat menelusuri buku teks sejarah, kumpulan cerpen ini bisa menjadi alternatif pilihan. Dan buku ini akan membuat kita tidak mudah menempelkan stereotip sifat-sifat baik pada orang eropa maupun kaum bumi putera.
Read it up!



















