Tak ada yang bisa mengalahkan, syahdunya suasana malam minggu setelah turun hujan. Sambil rebahan dengar lagu 'rebahan'. Lagu yang mengenalkanku pada entitas 'Bin Idris'. Ramalanku, bapak kamu namanya Idris ya?!. xixixi. Sebab nama penyanyi lagu ini sebenernya adalah Mohamad Haikal Azizi, vokalis/gitaris band psych-stoner-rock Sigmun dari Bandung.
Tak perlu engkau cemaskan Segala yang kau duga dan segala yang kau damba Belum tentu tiba
Terdengar sedikit religius, jika disimak pada liriknya, rebahan berisi tentang makna keikhlasan. Sedangkan rebahan menurut opini publik berkonotasi negatif yang berarti malas-malasan. Bagiku, terkadang rebahan mampu membuat seseorang berlagak visioner memikirkan, merencanakan dan menemukan solusi beberapa permasalahan.
Rebahan adalah momen terbaik yang bisa dilakukan ketika banyak riuh di pikiran. Merebah dan pasrah pada hal-hal yang belakangan mengganggu kehidupan. Dalam beberapa kasus menemukan jawaban, beberapa hal lainnya hanya terpikir kemungkinan-kemungkinan dengan sedikit banyak takut melangkah ke depan. Miris! Padahal hal buruk belum tentu terjadi. Tapi, hal baik pun juga belum tentu terjadi.
Kita hanyalah segumpalan daging yang hanya bisa menerka serangkaian kejadian beserta plan-nya, yang bersamanya beriringan angan-angan, kekhawatiran dan kecemasan.















