BRAIN BASED PARENTING: MENGOPTIMALKAN PENGASUHAN BERDASAR ILMU NEUROPARENTING (1)
A. MENGENAL OTAK SEBAGAI SUMBER PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU
Kenapa kita merasa hidup selalu di kelilingi masalah?
Kenapa ada orang yang berperilaku baik dan buruk, apa yang mendasarinya?
Dari mana proses kepribadian itu bertumbuh dan berkembang?
Manusia diberikan potensi Akal yang terdiri dari organ otak di bagian tertinggi di tubuhnya yaitu kepala.
Otak adalah mahluk Ajaib, kurang lebih 1500 gr beratnya dari tubuh kita, dengan tekstur lembut seperti kembang tahu, yang dilapis 7 lapisan dalam sel neuron di cortex cerebri (kulit otak) dan 7 lapisan Tengkorak - selaput otak terdalam.
Dan dilapisan tengkorak ini harus menggunakan gergaji khusus untuk membukanya.
Jika satu otak di jadikan satu lembar saja niscaya ia akan menutupi lapangan sepakbola, dan jika lapisan itu dibuat lebih tipis lagi niscaya dia akan menutupi seluruh permukaan bumi.
Apakah pernah selama ini kita mensyukuri karunia dan nikmat memiliki otak ini?
Otak terdiri dari 100 milyar neuron yang siap distimulasi, yang setiap 1 neuron sanggup untuk bersambungan dengan 10.000 neuron yang lain, membentuk koneksi sirkuit bakat, kemampuan, perilaku bahkan pribadi..
Dari keseluruhan kurang lebih 100 onderdil otak, mari kita kenali onderdil otak mana saja yang mempengaruhi pengasuhan pada anak.
❗Otak pada anak yg harus distimulasi dlm pengasuhan
adalah: Pancaindera, Amygdala, Ganglia basalis, Broca wernick, labus parientalis, Hippocampus, Insula.
CARA MENSTIMULASINYA :
Pancaindera : Stimulasi keseluruhan indera Anak sekaligus ketika memahamkan dan membiasakan sesuatu. Belajar dengan praktek 90% akan lebih diterima otak dibanding hanya melihat atau mendengarkan saja.
Amygdala : Kenalkan emosi dasar (takut, sedih, bahagia, Jijik, Marah), teladankan ekspresi emosi yang baik.
Ganglia basalis : Kemampuan otomatisasi, biasakan anak untuk berbuat baik, dan buat itu menjadi otomatis.
Broca wernick : luangkn waktu untuk dialog dengan anak untuk menstimulasi kemampuan dan pemahaman bahasa.
lobus parientalis : Masukan imajinasi-imajinasi yang konstruktif, bimbing imajinasinya untuk membuat anak kelak tumbuh menjadi visoner, namun jika kebalikannya justru kita menstimuasi imajinasi yang destruktif, anak akan memiliki sirkuit “rumah hantu” tempat false belief/bias2 berpikir akan mengarahkan kehidupannya kelak.
Hippocampus: tumbuh di usia anak 4 tahun, stimulasi dengan berpikir rasional/kognitif, memilih, menilai, baca dan kalkulasi, ini bekal untuk kemampuannya mengelola stress.
Insula : mengatur stimulus yang diterima indera dan diasosiasikan menjadi harmoni yang baik.
❗Sedangkan OTAK YANG KITA PERLUKAN SEBAGAI ORANGTUA yang mengasuh anak adalah PFC, sistem limbic dalam (amygdala), Cingulat, Basal Ganglia.
Cara menstimuasinya :
PFC Tanamkan niat yang baik, tanamkan bahwa setiap perilaku yang kita tampilkan harus mempunyai tujuan
sistem limbic dalam (amygdala): latih amygdala dengan kendalikan dorongan emosi, tunda keinginan yang muncul, kaitkan perasaan dengan nilai dan moral yang telah dipahami dalam PFC.
Cingulat : Latih kemampuan penyesuaian diri, dan fleksibilitas dalam menghadapi segala sesuatu sehingga memiliki alternatif pemecahan masalah, kurangi sikap perfeksionis.
Basal Ganglia : Ganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik. Cukup memerlukan waktu 3 bulan untuk mengubah kebiasaan.
*TUJUAN BRAIN-BASED PARENTING*
🏹Menjadikan Anak : TANGGUH, CERDAS dan BERAKHLAQ BAIK
Untuk mencapai tujuan ini harus di lalui dengan SYARAT : Otak Rasio, Otak Emosi, Otak sensorik dan Motorik HARUS NORMAL
Untuk mencapai OTAK NORMAL :
🏅Nutrisi Yang Cukup Dan Tepat : Nutrisi terbaik Ikan-ikanan dan kacang-kacangan
🏅Lingkungan Yang Sesuai : cari tempat tinggal berdasarkan lingkungannya yang baik
🏅Pengalaman Emosi Yang Membangun : contoh-contoh-contohkan keteladanan dalam mengelola dan mengendalikan emosi dari significant other. Anak bisa mengidentifikasi perasaan hatinya
🏅Stimulus Rasional Yang Tepat : ajari berpikir benar/ contoh berpikir salah : dari kecil ditakuti hantu, kalau jatuh disalahkan kodok, dll
🏅Aktivitas Fisik Yang Sesuai : Anak yang normal adalah anak yang bisa berlari dan memanjat ketika kecilnya.
B. PETA PERKEMBANGAN OTAK MANUSIA
(bersambung)
Ani Khairani, M.Psi, Psikolog
(Direktur UNIK.Edu+ Educational Psychological Consultancy, Aktivis gerakan Indonesia Beradab, Pemilik Khalifah Childcare Tapos Depok)
📝Materi Sharing Session FC4 Parenting















