You’d think it’d be easy to find this place, in a small town, and with GPS! 😂. We went around the block couple times and found it! This renovated old school house is over 100 years old! It’s now a quaint B&B! 🏫 🏨. #oldschoolhouse #over100yearsold #renovatedhotel #breadandbreakfast #foundit (at Cripple Creek, Colorado) https://www.instagram.com/p/B0z-OmEHck8/?igshid=1kcvmwdi9gcne
Our residence while on vacation. Perfection. Charming Inn, charming owners Jack and Anneliese Simmons. #breadandbreakfast #charleston #historical (at 15 Church Street Bed & Breakfast - Phillips-Yates-Snowden House)
Akir pekan merupakan salah satu waktu favorit bagi kebanyakan orang untuk jalan-jalan baik di dalam kota maupun keluar kota. Puncak menjadi salah satu tempat pelepas penat favorit khususnya bagi yang bertempat tinggal di daerah Jakarta.
Jalanan yang macet akibat banyaknya jumlah kendaraan maupun antrian jalur searah tidak mengurungkan minat para pelancong ke daerah Puncak. Saat ini kita disuguhkan dengan penginapan maupun restaurant yang memfasilitasi liburan ke puncak ini. Salah satunya adalah restaurant sekaligus tempat penginapan yang bernama PAPOF.
Hmm.. Namanya unik bukan. Saya tidak sempat menanyakan arti PAPOF tersebut kepada pihak restaurant namun tempat ini adalah tempat yang baru didirikan. Masih bersih tertata bernuansakan interior restaurant yang serba kayu hingga menimbulkan kehangatan di dalamnya.
Menu westernya kebetulan tidak akrab untuk saya. Nama-namanya sangat unik dan jarang sekali saya dengar. Kebetulan saya pergi bersama keluarga dan memesan beberapa menu, diantaranya OXTAIL soup (sop buntut), nasi goreng, spaghetti Bolognaise dan KIM COMPOTE. Menu yang namanya lain sendiri itu lah yang menjadi perhatian saya saat itu.
Dengan penasaran seperti apa wujud dan rasanya. Saya memberanikan diri memesan KIM COMPOTE sebagai menu utama makan siang saya tersebut. Ternyata oh ternyata, saat tiba sebuah potongan ayam yang cukup besar tersaji di sebuah piring lebar bermotif bunga disertai dengan irisan jamur, mash potato dan koktail!
Saya langsung mencobanya. Rasanya asin, gurih dan sedikit ada rasa panggangan yang unik ditambah ada rasa sedikit manis kecut dari koktail. Kaya rasa dan enak… Sayangnya daging ayamnya tidak dalam bentuk fillet tetapi bertulang sehingga saya mengalami sedikit kesulitan untuk mengambil dagingnya dengan pisau dan garpu yang disediakan. Selain itu karena perut orang Indonesia, porsi ayam tersebut tidak cukup nendang di perut.
Untuk nasi gorengnya sendiri cenderung berbeda dari nasi goreng yang pada umumnya berwarna coklat. Nasi goreng disini berwarna sedikit kemerahan. Namun saat dicicipi tidak pedas melainkan agak asam tomat. Telur ceploknya pun di letakan diatas nasi namun tertutup kerupuk udang, sehingga pada awalnya saya kira hanya ada nasi dan acar serta kerupuk saja .. hahahaha
Spaghettinya sangat menarik dari segi hidangan, tidak jauh berbeda dengan penyajian menu lainnya yang saya pesan.
Menggoda dan ingin segera dilahap. Rasanya hampir sama dengan spaghetti bolognaise pada umunya. Daging sapi giling saus tomat berkeju. Namun kurang sentuhan blackpepper karena yang digunakan adalah lada putih biasa.
Untuk oxtailnya sendiri potongannya tidak terlalu besar, kuahnya cenderung sangat bening.
Hal yang terakhir adalah harga. Harganya seperti makan di hotel dengan pajak plus plus. Kisaran harga makanan dari 40rb – 100an diluar pajak dengan porsi yang menurut saya kecil, untuk minum mulai dari 15rb sblm pajak untuk ades ukuran 330ml.
Namun karena memang tujuannya bersantai bersama keluarga, tempat ini cocok untuk berbincang, karena interiornya seperti nuansa ruang tamu dirumah. Sebelum pulangpun, kami masih sempat ngobrol-ngobrol di area halamannya yang cukup luas diatas ayunan. Kebersihan dan nuansa nyamannya perlu diacungi jempol :D